
Kedua peserta pertandingan telah siap pada posisinya masing-masing. Wasit kemudian menyatakan bahwa pertandingan dapat segera dimulai.
"perkenalkan..aku Li Chung, memberi hormat pada lawan." Ia menundukkan diri di hadapan Wegan.
"tak usah basa basi...majulah!!"
Hiaaattttt....!! Li Chung melompat menggunakan pedang yang begitu besar seolah tidak ada beban sama sekali.
"Ilusi semu....jurus bayangan", Wegan kemudian berubah menjadi lima orang yang sama.
Begitu pedang menyentuh Wegan, maka tubuh wegan menghilang.
"hahahaha....aku disini bocah."
Li Chung kemudian melihat Wegan yang tertawa melihat serangannya.
"kurang ajar..." Li Chung kembali bergerak menyerang Wegan yang kini berubah menjadi lima itu. Namun sedikitpun serangannya tidak memberikan hasil.
"terimalah ini...." tiba-tiba Wetan menyerang Li Chung, dengan gerakan yang begitu cepat Li Chung mencoba menghindari serangan Wegan. Mereka bertarung bertukar puluhan jurus.
Baik Li Chung maupun Wegan sama-sama mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Mereka yang melihat pertempurannya bisa mengatakan bahwa Li Chung maupun Segan merupakan salah satu pendekar muda terbaik.
"sudah cukup main-mainnya...sekarang rasakan ini." Wegan kemudian mengeluarkan ilmu yang begitu hebat.
"cakar iblis...." Wegan mengarahkan tangannya pada tubuh Li Chung. Karena terlambat menghindar Li Chung terkena cakaran yang dilepaskan oleh Wegan.
__ADS_1
"ini...tidak mungkin, ugghhkk!!" Beberapa tetes darah mengalir dari bekas luka cakaran yang diberikan Wegan.
"bagaimana...apa kau masih ingin melanjutkan pertempuran ini." Wegan memandang Li Chung yang masih berusaha bangkit akibat serangan yang diberikan olehnya.
"tentu saja...apa kau berharap aku akan menyerah sampai disini."
Li Chung kemudian mulai kembali dalam posisi siaga dengan mengarahkan pedang besarnya ke arah Wegan.
"kalau begitu mari kita lanjutkan pertempuran ini..."
Satu persatu tubuh Wetan mulai kembali memberikan serangan pada Li Chung, namun permainan yang indah dari pedang besar Li Chung bisa mengimbangi Wegan.
"Tak akan kubiarkan kau menang...." Li Chung tersenyum pada Wegan.
Li Chung kemudian memutar pedangnya dan menyerang secara bersamaan ke arah lima tubuh Wegan.
Kali ini serangan Li Chung memberikan hasil. Kelima tubuh Wegan akhirnya kembali dalam satu tubuh.
"hebat juga serangan pedangmu...."
"sudah kubilang, aku tidak akan membiarkanmu menang..." Li Chung menatap Wegan penuh semangat.
"kali ini aku akan mengakhirinya....hiaattttt!!!" Wegan berjalan cepat ke arah Li Chung. Ia mengeluarkan kembali ilmu ilusi miliknya.
Setelah dekat Wegan kembali berubah menjadi lima, membuat Li Chung kewalahan menahan serangan Wegan.
__ADS_1
Diaarrrr.....!!
Satu pukulan tepat mengenai bahu kanan Li Chung. Senjata pedang yang digunakan Li Chung pun terlepas dari genggamannya.
Tidak sampai disitu, Wetan kembali menyerang Li Chung, kali ini serangannya di arahkan ke perut. Li Chung terpaksa menahan dengan tangannya.
Karena kalah banyak, satu pukulan berhasil mendorong tubuh Li Chung hingga keluar dari arena. Darah segar mengalir dari mulut Li Chung.
Ugghhkkk.....ughhkkk!!
Wegan yang masih di arena kemudian menggabungkan kembali lima tubuhnya. Ia berjalan mendekati Li Chung yang masih terduduk di luar arena.
"bagaimana...apa kau baik-baik saja ?"
"Terima kasih atas serangan darimu...yah, aku baik-baik saja seperti yang kau lihat." Li Chung kemudian mencoba bangkit di bantu oleh wasit.
Sesaat kemudian wasit mengumumkan bahwa pemenang pada pertandingan kali ini adalah Wegan.
Li Chung yang masih terluka lalu meninggalkan arena di ikuti oleh Wegan.
"pertandingan yang menarik....banyak anak-anak muda yang hebat ternyata di Kerajaan Api ini, " Zoro terus mengamati Wegan hingga hilang dari pandangannya.
"ayah...sepertinya ia tidak datang untuk melihat pertandingan hari ini," Zarko membalas perkataan ayahnya.
"ayah juga tidak tau kenapa ia tidak datang...apa mungkin sesuatu terjadi padanya ?"
__ADS_1