Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
43. Berpetualang di Kerajaan Api XIII


__ADS_3

"sebaiknya kau minggir...belum saatnya bagimu untuk bertanding bocah." Wegan berkata pada Hero.


"cukup....pertandingan selesai, dan pemenangnya adalah Wegan." Wasit pertandingan akhirnya melerai Wegan dan Hero yang masih terlibat adu mulut.


"awass kau bocah...." Wegan kemudian beranjak turun dari arena tanpa memperdulikan wasit yang mengumumkan kemenangannya.


Sementara itu Hero membantu Julai untuk bangun dan turun dari arena.


"apa kau baik-baik saja kawan...?" Hero bertanya pada Julai.


"seperti yang kau lihat...aku mengalami luka dalam, tapi tidak terlalu parah. Terima kasih telah menolongku."


"iya...tidak apa-apa, aku hanya khawatir lawanmu berbuat nekat saja." Hero membalas ucapan Julai


"memang benar, aku sempat mengejeknya tadi hingga ia begitu emosi...aku yang salah."


"tapi kau menyadarinya sekarang kesalahan mu itu...bagus, setiap orang berhak belajar dari kesalahan untuk lebih baik."


"aku hanya bisa mengantarmu sampai di tempat duduk ini, karena yang berikutnya bertanding adalah aku, jadi aku harus segera kembali ke bangku peserta."


"iya kawan...sekali lagi terima kasih atas bantuannya, aku berhutang budi padamu." Julai tersenyum pada Hero.


"baiklah...sampai nanti."

__ADS_1


Hero segera bergegas kembali ke bangkunya. Tidak lama berselang, wasit kembali mengumumkan pertandingan selanjutnya.


"Hadirin sekalian, mari kita sambut pertandingan berikutnya. Telah hadir di sisi kiri kita, Seiya.."


Terlihat sosok pemuda yang begitu tampan berjalan memasuki arena pertandingan. Ia hanya tersenyum dingin kepada seluruh penonton.


"Bocah tampan itu,,,apa ia mungkin bisa mengalahkan Hero ayah ?" Zarko yang masih menyaksikan jalannya pertandingan berkomentar kepada ayahnya.


"sebaiknya jangan meremehkan lawan anakku, apa belum cukup kekalahan yang kau terima dari Hero...?" Zoro berkata penuh wibawa pada putranya.


"sial...selalu saja aku rendah dimata ayah, gara-gara aku kalah dalam turnamen." Zarko hanya berani membatin saja.


"Dan kita sambut lawan dari sebelah kanan, Hero. Meskipun masih terbilang muda, namun kita sudah pernah melihat sendiri kemampuan bertarungnya. Baiklah tidak perlu menunggu lama, pertandingan dimulai..." Wasit memberikan arahan pada peserta bahwa pertandingan dapat segera di mulai.


"Apa yang kau lihat bocah kecil, majulah...atau perlu aku yang menyerang lebih dulu." Seiya berkata dengan nada dingin kepada Hero.


"tidak usah sungkan...mari kita mulai." Hero bersiap menunjukan kuda-kuda persiapan untuk menyerang.


Hero kemudian melompat dan mencoba menyerang lawannya lebih dulu. Begitu dekat Hero melancarkan pukulannya pada Seiya.


"pukulan macam apa ini...." Seiya dengan penuh percaya diri menangkis setiap pukulan Hero.


"rasakan ini bocah..."

__ADS_1


Seiya dengan gerakan yang begitu cepat langsung menangkap tangan Hero dan kemudian menendang Hero.


Alhasil Hero terlempar beberapa meter jauhnya. Ia mencoba untuk bangkit dan kembali berdiri.


"tidak bisa diremehkan, jika bukan karena tulang api yang aku miliki, mungkin beberapa tulangku patah menerima pukulan seperti tadi."


"apa...jadi kau memiliki tulang api bocah kecil, elemen api tak bisa melumpuhkanmu. Ini menarik..."


"hahahaaaa...." Seiya tertawa memandang Hero yang mulai bangkit.


"pendengaran mu bagus juga...padahal aku hanya berkata pelan tapi kau bisa menangkap dengan jelas kata-kataku."


"kau mungkin memiliki tulang api...tapi bukan berarti aku bisa kebal dari luka kan?


Bersiaplah bocah.....!!!"


Seiya kemudian bergerak dengan gerakan ilusi, membuat yang melihatnya seolah kabur pandangannya.


Hero kemudian berkonsentrasi..ia mulai memejamkan matanya.


"ilusi memang hebat, namun aku tau bagaimana menghadapinya, mungkin kau lupa bahwa aku juga bisa ilusi. Ya..ilmu ilusi hanya bisa di imbangi dengan pendengaran..."


Hero membatin dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2