
Suara derap langkah sesuatu terdengar semakin jelas di telinga Hero, ia kemudian tersadar dari lamunannya ketika dilihatnya ada beberapa prajurit kerajaan api yang mengendarai badak melintas dan berhenti di tengah-tengah pusat pasar.
Salah seorang dari prajurit kerajaan api kemudian mulai membacakan sesuatu.
"pengumuman...kepada seluruh rakyat kerajaan api diberitahukan bahwa akan di adakan kejuaraan atau turnamen tahunan. Siapapun boleh mengikutinya..."
"turnamen...sepertinya ini akan seru." Hero mendengarkan apa yang disampaikan oleh prajurit kerajaan.
Ia kemudian memutuskan untuk mencari penginapan sambil menunggu kejuaraan.
"maaf apa masih ada kamar yang kosong ?" Hero akhirnya memasuki sebuah penginapan yang tidak begitu besar.
"tentu saja tuan muda..harga permalamnya lima belas koin perak."
"oke..baiklah, saya akan pesan satu malam, mungkin juga lebih..ini uangnya."
Hero mengulurkan beberapa koin kepada petugas penginapan.
"ini kuncinya...kamar tuan muda ada di paling ujung."
Hero segera bergegas ke kamar yang telah dipersiapkan oleh pelayan penginapan.
#_##
"panglima...apa persiapan untuk turnamen sudah fix sepenuhnya ?" Raja api Thor bertanya kepada panglima Zoro.
"tentu baginda...semua persiapan sudah beres, kita bisa mulai melaksanakan turnamen pekan depan."
"bagus...aku senang dengan kerjamu, lanjutkan apa yang seharusnya dikerjakan."
__ADS_1
"terima kasih Baginda..memang sudah seharusnya saya mempersiapkan dengan baik."
Raja api Thor adalah salah satu raja kerajaan api yang terkenal kejam. Ia tidak segan melukai bawahannya yang melakukan pekerjaan dengan lambat, ia bersikap demikian wajar saja karena memiliki kemampuan yang luar biasa dan tak tertandingi.
Sepekan akhirnya berlalu, turnamen kejuaraan kerajaan api pun dimulai. Ada banyak yang mendaftarkan diri untuk mengikuti turnamen tersebut.
Hero juga ikut mendaftarkan diri untuk mencoba kemampuannya.
"para peserta dimohon untuk tenang." Juri yang bertugas membagi pertandingan menengahi para peserta yang sudah tidak sabar untuk segera bertanding.
"peraturan yang pertama adalah dilarang saling membunuh bagi para peserta..peraturan kedua adalah peserta yang keluar dari arena maka dinyatakan kalah."
Akhirnya setelah membacakan satu persatu peraturan, pertandingan pun dimulai.
"kepada peserta bernama Julai silahkan masuk ke arena.."
"kepada peserta bernama Cha Hui di mohon masuk ke arena.."
Seseorang bertubuh kecil akhirnya memasuki arena tempat bertanding. Penonton pun bersorak tepuk tangan.
"apa kalian sudah siap bertanding..?"
Baik Julai maupun Cha Hui mengangguk tanda sudah siap memulai pertandingan.
"baik...mulai." Wasit pertandingan memberikan aba-aba bahwa pertandingan siap dimulai.
"apa kau yakin bisa menang dariku...?" Julai membuka percakapan dengan Cha Hui.
"buktikan saja kalau kau mampu...aku siap melayanimu."
__ADS_1
Tidak menunggu waktu lama, mereka berdua pun segera bertukar serangan. Awalnya pertempuran terlihat biasa sampai kemudian mereka sama-sama menggunakan elemen api.
Pertempuran pun berlangsung seru, baik Julai maupun Cha Hui menunjukkan kelebihannya masing-masing.
"menyerahlah Julai atau kau akan menyesal." Cha Hui mencoba menggertak Julai.
"menyerah...omong kosong."
Mereka pun kembali melanjutkan serangan masing-masing. Julai mulai terdesak oleh Cha Hui yang menyerang menggunakan cambuk api.
Beberapa serangan Cha Hui juga sempat membuat kewalahan Julai. Penonton mulai berpikir bahwa Cha Hui akan keluar sebagai pemenang.
Darrr....!!!
Julai terlempar oleh cambuk api milik Cha Hui. Ia muntah darah, wasit kemudian mendatangi Julai.
"apa kau masih sanggup melanjutkan pertandingan ?"
"tenang saja...aku masih bisa bertarung."
Julai akhirnya mampu berdiri dan kembali memandang Cha Hui penuh amarah.
"aku tak akan kalah darimu...majulah, aku siap menghadapimu."
Cha Hui kemudian menggunakan cambuk apinya dan kembali menyerang Julai. Kali ini julai tidak mencoba menghindar. Pada saat cambuk api hampir mengenai tubuhnya. Julai melompat ke atas dan menyerang dengan jarum ke arah Cha Hui.
Jarum itu kemudian menancap di kedua mata Cha Hui.
"arghhhh....apa yang kau lakukan." Cha Hui meronta-ronta di atas arena. Darah keluar dari kedua matanya yang terkena jarum milik Julai.
__ADS_1