Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
7. Pertempuran di Tengah Hutan


__ADS_3

Ketua Ozan berjalan terus hingga larut malam. Ia akhirnya sampai tidak jauh dari goa tempat Hero tertidur.


Ketika mendengar ada orang yang berteriak, pasukan vampir darah menjadi waspada.


"siapa orang itu...?" Pluto menerawang seseorang yang mendekat ke arah mereka.


Guru Ozan yang memiliki ilmu tinggi merasakan ada banyak hawa vampir mendekat. Ia meningkatkan kewaspadaannya.


"krakkkk....!!"


tiba-tiba ada pohon patah di depan guru Ozan. Guru melompat untuk menghindari patahan pohon.


"siapa kalian...? kenapa kalian para vampir menunggu disini ? apa yang kalian cari ?"


guru Ozan mencoba berdialog dengan kawanan vampir.


"tidak usah banyak bicara Kakek tua..apa kau mencari seorang bocah kecil, hahh ?"


"kalian...dimana kalian sembunyikan Hero cucuku ? cepat katakan...!!!"


"jadi...anak itu bernama Hero."


"cepat...katakan kalau kalian mengetahui tentang Hero."


"sebentar...kalaupun kami mengetahui tetap saja kami akan membawanya, dan kalau kau menginginkannya juga, maka lebih baik kau aku kubur disini."

__ADS_1


"vampir sialan....jangan salahkan aku, sudah aku peringatkan sebelumnya. Kalian lah yang akan aku binasakan di tempat ini."


Pertempuran pun terjadi, beberapa vampir merubah diri menjadi kelelawar dan langsung menyerang kakek Ozan. Namun dengan sigap kakek Ozan menghindari setiap serangan-serangan yang dilancarkan pasukan vampir.


"terpaksa aku menggunakan ini...." guru Ozan kemudian mengambil jarak dari para vampir dan mengeluarkan pedang energi dari tubuhnya.


"jurus pedang naga...naga halilintar," pedang energi tersebut terbang mengejar beberapa vampir. Meskipun vampir memiliki kekuatan yang cepat, akan tetapi pedang energi tersebut terus mengejar. Beberapa vampir yang terkena pedang tersebut musnah terbakar.


"rasakan...kalian yang meminta." Guru Ozan terus mengendalikan pedang energi tersebut dari jarak jauh.


Pluto, pemimpin pasukan vampir tersebut menyadari hal tersebut kemudian mengarahkan serangan kepada guru Ozan.


"awan hitam vampir.....kekuatan vampir!!" dengan gerakan yang begitu cepat, Pluto mengarahkan tangannya ke arah guru Ozan.


Guru Ozan segera menghadang serangan dengan kedua tangannya.


Hero yang tertidur di dalam goa menjadi terbangun mendengar dentuman suara tersebut.


"suara ledakan apa itu..." Hero bertanya-tanya dalam hatinya.


"Naga roku..ada apa di luar?"


"sepertinya ada yang bertarung di luar goa tuanku."


"Kalau begitu, kita harus keluar...lihat apa yang terjadi di luar."

__ADS_1


Guru Ozan terlempar jauh ketika menahan serangan Pluto. Ia muntah darah.


Di pihak lain, Pluto mengalami hal yang sama, namun dalam beberapa saat luka Pluto memulih berkat ilmunya.


"kakek tua...ini akibatnya kalau menantang kami, sekarang trimalah ajalmu."


Pluto yang telah pulih dari lukanya kembali berniat menyerang guru Ozan yang sudah tidak berdaya sampai ada sesuatu yang menghentikannya.


Hero keluar bersama Naga Roku, ia naik di punggung Naga Roku.


"hentikan...atau kau akan menyesalinya," Hero berteriak lantang kepada Pluto. Kini semua pandangan tertuju kepada Hero dan Naganya.


Pasuka vampir tidak pernah melihat ada seorang bocah yang sanggup menjinakkan seekor naga. Apalagi naga yang dihadapan mereka bukanlah naga biasa, melainkan naga api.


Ciri khas daripada naga api adalah mata naga yang berwarna merah darah dengan sisik-sisik yang juga berwarna kemerah-merahan. Dua tanduk dia atasnya menandakan bahwa naga tersebut telah berusia ratusan tahun.


Cakar naga tersebut juga memiliki ujung kuku yang begitu runcing berwarna merah. Di kekuatannya yang sekarang naga tersebut sanggup mengeluarkan semburan api yang bisa membakar kaum vampir atau apapun yang mengenainya.


"aku tidak percaya melihat seekor naga..."Pluto begitu heran setelah melihat Naga Roku.


Tidak terkecuali dengan guru Ozan, ia pun tidak menyangka Hero yang masih berusia enam tahun sanggup mengendalikan seekor naga.


"kalau kalian berani maju selangkah lagi...maka aku pastikan semua vampir yang disini akan aku bakar habis." Hero masih melihat kemungkinan yang akan dilakukan para pasukan vampir hitam di hadapannya. Ia juga mencemaskan guru Ozan yang terduduk tidak jauh dari tempatnya.


Hero segera menyuruh Naga Roku mendekati guru Ozan. Setelah dekat hero turun dari naga.

__ADS_1


"kakek guru....bagaimana keadaanmu?" Hero bergegas memeluk gurunya yang masih terduduk di tanah.


"Hero...." suara guru ozan terlihat pelan.


__ADS_2