
"Jurus tanpa bayangan.....belahan mata angin!!
Hero kemudian membuat dirinya menjadi delapan yang sama persis. Kedelapan tubuh Hero kemudian mulai bergerak maju dan mengitari Seiya dari delapan penjuru mata angin.
"Majulah semua...aku tidak gentar, bahkan akan aku habisi satu persatu." Seiya berteriak lantang menantang Hero.
"Strom atttackk....kekuatan petir!!!"
Kedelapan tubuh Hero mengeluarkan cahaya seperti kilat yang kemudian diarahkan ke Seiya.
Dengan kemampuan yang dimiliki, seiya berusaha menahan kedelapan serangan dari delapan Hero.
Arena tempat mereka bertempur pun menjadi terang benderang oleh cahaya yang dikeluarkan Hero maupun Seiya.
Terlihat di arena kedua ksatria tersebut sama-sama memiliki kemampuan yang mumpuni.
"Bocah...kau pikir bisa menang dengan cara seperti ini, jangan mimpi."
Seiya kemudian melompat ke atas dan dengan gerakan yang begitu cepat kembali ke bawah sambil menyerang satu persatu dari delapan Hero.
__ADS_1
Tidak sampai disitu, Seiya pun memaksa Hero untuk menyatukan kembali ke delapan tubuhnya.
Hosh... hosh...
Nafas Hero menjadi lebih cepat setelah ke delapan dirinya kembali bersatu. Ia mulai memandang Seiya yang sepertinya tidak merasa kelelahan sama sekali meskipun telah bertempur sepanjang waktu.
"Hahahaaaa...apa kau ingin sampai disini saja bocah kecil, menyerahlah. Aku bisa memaklumi jika kau menyerah sekarang..."
"terlalu cepat untuk menyerah...sudah kepalang tanggung kita bertarung, harus ada yang menjadi pemenang tanpa kata menyerah."
"ohh....jadi kau masih punya nyali untuk bertempur denganku, baguss..aku suka denganmu bocah, kau tidak seperti yang lain ternyata."
Hero masih memandang dengan tatapan tajam ke arah Seiya.
Hero mengatur posisi dan siap untuk kembali bertempur.
"cobalah saja bocah kecil, dengan kondisiku yang sekarang, aku bahkan bisa bertempur tiga hari tiga malam tanpa henti...aku akan siap meladenimu."
Hero kemudian memusatkan pikirannya, dan dalam waktu tidak begitu lama, tubuhnya kini dipenuhi oleh api. Bersamaan dengan itu..ia berubah dan bertambah menjadi sesosok pemuda yang lebih dewasa. Rambutnya menjadi sedikit panjang dan menjadi lebih hitam.
__ADS_1
Iya..Hero memang memusatkan pikirannya untuk mencoba berubah menjadi Super Hero. Hal yang seharusnya hanya pernah ia lakukan sewaktu bersama Naga Roku.
"tubuh yang sangat kuat....beberapa tahun lagi, jika engkau masih hidup, aku yakin tidak akan ada yang mengalahkanmu di kerajaan api." Naga Hitam berbicara melalui pikiran Hero.
Kehadiran Naga Hitam milik Zarko yang terserap ke tubuh Hero beberapa waktu lalu saat mereka bertempur ternyata bisa diaktifkan untuk melakukan sifusion(penyatuan). Walaupun kekuatan Naga Hitam sangat jauh dibanding Naga Roku. Kekuatan yang diberikan kepada Hero sangatlah bearti.
"Aku tidak menyangka ternyata ada juga yang bisa berubah sepertiku di kerajaan api. Aku harap kau tidak mengecewakan aku kali ini.."
Super Seiya bisa merasakan bahwa perubahan yang dialami oleh Hero memberikan kekuatan yang begitu besar. Hampir sama seperti dirinya yang berubah menjadi Super Seiya.
"Mari kita lanjutkan.....aku tidak sabar untuk bertempur dengan mu."
Dengan gerakan yang begitu cepat, super Hero telah berada satu meter di depan super Seiya. Ia menggunakan tangan kanan dan kirinya untuk melakukan pukulan yang bertubi-tubi. Super Seiya yang terlambat menyadari Super Hero tidak sempat melakukan perlawanan, ia terdorong mundur.
Tidak sampai disitu, belum juga Super Seiya sempat mengambil posisi, Super Hero sudah bersiap menyambut tubuh Super Seiya.
"apa cuma segini kemampuanmu....??"
Begitu tubuh Super Seiya mendekat, Super Hero menendang tubuh tersebut, karena tendangan yang begitu keras, tubuh itu terdorong ke tanah.
__ADS_1
"ughhkkk....."
Super Seiya terbatuk dan darah segar keluar membasahi mulutnya!!