Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
46. Berpetualang di Kerajaan Api XVI


__ADS_3

"Lumayan...kau lebih bertenaga dari yang sebelumnya bocah." Super Seiya berusaha bangun dari jatuhnya, ia memegang dadanya yang terasa sedikit sakit akibat pukulan keras dari Super Hero.


"ini menarik...aku menyukainya."


Sementara itu di atas panggung penonton, zarko mulai bingung, ia tidak bisa menerka apa yang akan terjadi berikutnya.


Dari sekian banyak pertarungan, maka pertarungan Hero kali ini menjadi salah satu pertarungan yang paling seru.


"mari kita lanjutkan pertarungan kita..." Super Seiya kini telah bangkit dan mulai bersiap kembali melakukan serangan balasan.


Tanpa menunggu waktu lama, super Seiya segera melompat ke arah super Hero. Adu pukul pun terjadi, baik super Seiya maupun super Hero sama-sama melakukan serangan balasan.


"baik..mari kita sudahi pertempuran ini, mau sampai kapan kita bertempur bocah kecil?"


"baiklah..jika itu mau mu."


Keduanya pun sama-sama mundur mengambil jarak. Para penonton yang menyaksikan menanti-nanti apa yang akan dilakukan keduanya.


Super Seiya pun bersiap menggunakan kekuatannya untuk menyerang Hero. Dilain pihak Super Hero pun bersiap untuk menerima serangan.


"rasakan ini....kekuatan power stromm.....!!!"


Super seiya mengarahkan tenaga nya ke arah Hero, sebuah sinar yang cukup terang mengarah ke arah super Hero.


"aku tak akan gentar menghadapinya...."

__ADS_1


Begitu kekuatan itu hendak mencapai tubuh Hero, hanya dengan kibasan sebelah tangan, super Hero mengalihkan arah serangan itu ke langit.


Dan kini dengan kecepatan tinggi, ia berlari ke arah super Seiya.


"giliranku sekarang...."


Super Hero tersenyum dan memukul super Seiya yang masih belum siap keluar arena.


Bruukk....kkkk


Dengan sekali pukul, tubuh super Seiya terpental jauh keluar arena. Wasit yang melihat kejadian itu langsung memberikan komentar.


"Saudara-saudara..pemenang pertandingan kali ini adalah Hero. Beri tepuk tangan untuk jagoan kita..."


Suara tepuk tangan segera saja memenuhi arena di iringi riuh para penonton.


Raja api Thor yang melihat kejadian tersebut dari atas istana pun berdecak kagum.


"Tidak kusangka...ada anak sehebat itu di kerajaan ku. Dia bisa menjadi pemimpin yang hebat nantinya. Akan sangat disayangkan jika ia tidak menjadi bagian dari kerajaan api."


Sementara itu Zarko berujar pada ayahnya.


"pertandingannya menarik ya yah...anak itu benar-benar luar biasa, kini aku bisa memahami kekalahan yang aku terima beberapa waktu lalu."


Zoro hanya menjawab singkat pada putranya.

__ADS_1


"baguslah..jika kau memahaminya. ayo kita kembali...hari ini pertandingan ini selesai."


#_##


Super Hero kemudian berubah kembali menjadi Hero. Ia berjalan ke arah super Seiya yang kini telah menjadi Seiya kembali.


"apa kau tidak apa-apa..?" Hero mencoba menolong Seiya untuk bangkit.


"ahh...." seiya kaget melihat kedatangan Hero untuk membantunya. Namun sesaat kemudian ia menyambut uluran tangan Hero.


"terima kasih...."


"tidak usah sungkan...ini hanya pertandingan, maafkan aku."


Seiya hanya mengangguk, mereka berdua kemudian sama-sama meninggalkan arena pertandingan.


Di tengah jalan Seiya dan Hero berpisah, mereka kembali ke penginapan masing-masing.


Sesampainya di penginapan, Hero segera bergegas ke kamar dan mulai berendam air hangat. Pertandingan hari ini yang dilaluinya sungguh sangat menguras energi dan stamina miliknya.


"badanku terasa begitu pegal akibat pertandingan tadi..."


Hero kemudian memejamkan matanya dan mulai menikmati sensasi air hangat. Meskipun ia tidak terluka karena darahnya menyembuhkan dengan cepat namun tetap saja ia adalah manusia biasa yang dapat merasakan lelah.


Selesai mandi ia bergegas ke tempat tidur tanpa makan malam lebih dulu. Tidak berapa lama ia sudah pulas dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2