
Hero melangkah masuk menuju ke Kerajaan Api. Baru sekali ini ia melihat istana Kerajaan Api. Ia pernah melihat istana yang juga besar sebelumnya yakni di World Heaven. Namun suasananya sungguh sangat berbeda.
Puluhan prajurit bertopeng yang terlihat sama berdiri di sepanjang ruangan, menandakan bahwa begitu kuatnya pertahanan dari kerajaan api.
Raja Api Thor pun sampai di singgasananya, ia kemudian duduk. Hero hanya memandang dari bawah karena singgasana itu cukup tinggi bagi anak seusinya.
Zarko panglima dari kerajaan api memberi aba-aba untuk penghormatan kepada Raja Api.
"Beri hormat...pasukan, laksanakan!!!"
Serempak seluruh prajurit memberikan hormat kepada Raja Api Thor. Hanya Hero yang tetap berdiri pada tempatnya. Ia tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.
Selesai memberikan penghormatan, Raja Api Thor mulai membuka pembicaraan.
"Anak muda...seperti yang aku janjikan, aku akan memberikanmu hadiah sebagai pemenang dari turnamen. Namun sebelumnya, aku harus mendengar sumpah setiamu untuk kerajaan api."
"Baginda raja..apa yang harus hamba lakukan untuk membuat sumpah setia ?"
__ADS_1
"anak muda...kau akan di stempel di lengan kirimu, yang dengannya menandakan kau adalah bagian dari kerajaan api..? petugas akan membantu membuat stempel itu."
"apa...?" Hero begitu kaget mendengar dirinya akan di stempel, itu bearti kemanapun ia akan di akui sebagai bagian negara api, tapi itu juga akan membahayakannya jika bertemu dengan musuh dari kerajaan api.
"maaf Baginda Raja...tapi apa tidak ada cara lain untuk mengungkapkan sumpah setia?"
"anak muda...dari caramu berkata engkau sepertinya keberatan dengan syarat itu, padahal kau tau, diluar sana banyak yang berharap bisa menjadi bagian dari kerajaan ini."
Pengawal yang berada di sekitar Raja Api mulai bersiap untuk menangkap Hero. Mereka mengangkat tombaknya serentak.
" Bukan begitu, tapi hamba tidaklah siap dengan semuanya, mungkin akan butuh waktu untuk hamba memikirkannya."
"maaf...hamba belum bisa bergabung Baginda, hamba undur diri." Hero bergegas putar balik dan segera berjalan menuju keluar istana. Namun baru beberapa langkah ia berjalan.
"tunggu...kau tidak akan bisa pergi ataupun keluar dari sini hidup-hidup, menolak perintahku bearti membangkang dan engkau akan dijatuhi hukuman atas perbuatanmu itu."
Raja Api Thor berdiri dan segera mengayunkan tangannya ke arah Hero. Tubuh Hero kini dililit api. Tepatnya seperti yang dilakukan pada Wegan.
__ADS_1
"Baginda...apa-apaan ini, apa seperti ini caramu bertindak, sewenang-wenang."
Hero menatap tajam ke arah Raja Api Thor, lilitan api sama sekali tidak membuatnya menyerah.
"apa kau memerintahku bocah, ini istana dan kerajaanmu...disini kau tidak berhak memerintah apalagi membangkang."
Hhh... hhh...
"kau tidak memberiku pilihan Raja Api, jangan salahkan aku."
Hero kemudian menyerap lilitan api itu ke tubuhnya. Mata Hero mulai bercahaya. Membuat yang melihat kejadian itu menjadi waspada, tidak terkecuali pasukan kerajaan api.
"prajurit...tangkap dia!!" Zarko berseru kepada semua prajurit.
Dalam waktu bersamaan para prajurit itu bergerak mencoba menghentikan Hero. Namun Hero segera mengeluarkan cambuk dari elemen api, dia menghalau sebanyak mungkin prajurit yang mendekat.
Suasana istana menjadi begitu rame dengan pertempuran. Raja Api Thor hanya memandang pertempuran itu dari singgasana nya.
__ADS_1
"cepat...segera tangkap bocah itu, aku ingin dia diadili." Raja Api berkata lantang dari singgasananya.
Beberapa prajurit api mulai menyerang Hero menggunakan elemen api, tapi hal itu sia-sia, setiap api mengenai tubuh Hero, dengan segera api itu terserap masuk ke dalam tubuh Hero.