Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
41. Berpetualang di Kerajaan Api XI


__ADS_3

Hero hanya berada di penginapan dan memutuskan sama sekali tidak keluar untuk melihat pertandingan sampai hari menjadi malam.


Beberapa mata-mata Zoro juga tidak berhasil mengumpulkan informasi lebih.


Malamnya Hero berusaha mengumpulkan tenaga dalamnya kembali. Ia berlatih sesering mungkin mengingat turnamen ini banyak memunculkan pendekar-pendekar yang begitu hebat.


#_##


Arena sudah dipenuhi pengunjung, hari ini adalah hari ketiga digelar turnamen. Hari ini digelar babak penyisihan dari empat orang yang dianggap mewakili puluhan pendekar hebat lainnya.


Empat orang tersebut adalah Julai, Seiya, Hero, dan juga Wegan.


"Hadirin sekalian, tibalah kita untuk sampai di babak perempat final, kali ini ada empat peserta yang akan bertanding bergantian. Yang pertama adalah Julai melawan Wegan sedang untuk pertandingan kedua antara Hero melawan Seiya." Wasit memberikan arahan untuk pertandingan.


"Baiklah, mari kita sambut pertandingan yang menegangkan ini, dari sebelah kiri Julai. Beri suport yang meriah untuk Julai."


Sorak sorai penonton dan tepuk tangan membuat arena begitu bising.


"Dan dari sebelah kanan kita sambut Wegan, sang ahli ilusi."


Tepuk tangan untuk wegan juga tidak kalah meriah dari dukungan yang diberikan kepada Julai.


Wasit kemudian memberikan arahan agar pertandingan dapat segera dimulai.

__ADS_1


"Siap sedia.....go !!!!"


Julai hanya memandang ke arah Wegan, ia tau betul Wegan bukanlah lawan yang enteng. Julai mulai membuka percakapan.


"aku harap kau memberiku pertandingan yang menarik kali ini...."


"tentu saja, aku tak akan sia-siakan kesempatan ini." Wegan menatap tajam pada Julai.


#_##


"maaf...apa anda mengenal anak muda yang barusan meninggalkan penginapan itu ?" salah satu mata-mata Zoro bertanya pada pegawai penginapan.


"ohh...tuan muda itu bernama Hero, aku tidak begitu tau asal usulnya, tapi sudah beberapa hari dia menginap disini, memangnya ada apa ?" pegawai itu memandang mata-mata Zoro.


"sama-sama tuan..."


Mata-mata itu pun bergegas keluar dari penginapan menuju arena tempat pertandingan. Ia langsung menuju ke arah Zarko dan Zoro berada.


Ketika sudah duduk disamping Zoro, mata-mata itu memulai pembicaraan.


"maaf tuan, aku tidak berhasil mengetahui darimana Hero berasal, sepertinya dia memang bukan asli penduduk kerajaan api."


"bisa jadi...untuk anak seusianya, sangat tidak mungkin kita tidak tau siapa dia dengan kemampuan yang ditunjukan, paling tidak jika dia berasal dari kerajaan api, kita tau siapa gurunya."

__ADS_1


"ayah...bagaimana jika pertandingan ini dimenangkan oleh orang yang bukan dari kerajaan api ?" Zarko menyela pembicaraan mata-mata itu dan ayahnya.


"hadiah tetep akan diberikan anakku, ini adalah turnamen terbuka, siapapun bisa mengikutinya tanpa perduli darimana dia berasal."


"Hanya itu yang bisa saya berikan tuanku, tidak ada informasi lain."


"aku mengerti...terima kasih dan tetep awasi Hero sampai pertandingan ini berakhir."


"baik...akan saya laksanakan."


Setelah berkata demikian, mata-mata itu pun pamit dari Zoro dan Zarko.


#_##


"majulah...aku siap menghadang seranagnmu itu." Wegan mengatur posisinya dalam keadaaan bertahan tanpa menyerang lebih dulu.


Tanpa menunggu lama, Julai bergerak maju menyerang Wegan.


Saat Julai sudah dekat, Wegan mengeluarkan jurusnya.


"Ilusi semu...jurus bayangan!!!", Wegan kemudian berubah menjadi lima orang. Serangan yang dilancarkan Julai pun menjadi sia-sia.


"kurang ajar....selalu mengandalkan jurus yang sama tiap bertarung." Julai memandang kesal ke arah Wegan karena serangannya tidak ada yang berhasil mengenai ke tubuh Wegan.

__ADS_1


__ADS_2