Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
47. Berpetualang di Kerajaan Api XVII


__ADS_3

Semalam berlalu begitu cepat, Hero terbangun sesaat sebelum matahari terbit. Hal yang pertama dilakukannnya adalah mandi dan kemudian bergegas untuk sarapan di lobi penginapannya.


Hari ini adalah pertandingan final, penentuan terakhir siapa yang akan menjadi pemenang. Lawannya sudah jelas yakni Wegan. Seseorang yang sangat misterius dengan kemampuan yang tinggi. Ia juga mampu menguasai jurus ilusi seperti yang dimiliki.


Ketika Hero hampir sampai di tempat pertandingan, ia berjumpa dengan Seiya.


"Hai...apa kau sudah baikan ?" Hero menyapa Seiya terlebih dahulu.


"jika bukan karena kau berbaik hati, aku mungkin tidak akan ada sekarang."


Kedua orang itu akhirnya tertawa bersama. Tidak lama muncul Julai dari belakang mereka.


"apa kabar Hero....?" Hero menoleh ke arah suara tersebut.


"Julai...rupanya kau ingin menonton pertandingan ini juga ?" Hero balas menjawab julai.


"sepertinya tidak ada orang yang akan melewatkan pertandingan kali ini...aku berharap kau keluar menjadi pemenang dalam turnamen nanti." Julai tersenyum sambil ikut melangkah masuk ke dalam gedung tempat dilaksanakannya pertandingan.

__ADS_1


Suasana gedung begitu rame kali ini, bukan karena ini pertandingan terakhir, namun juga dikarenakan bahwa yang bertanding kali ini merupakan jagoan hebat yang tidak bisa ditebak akhirnya.


Saat pertandingan pun akhirnya dimulai, wasit mulai memberikan aba-aba agar para peserta bersiap di posisinya.


"Mulai.....!! Wasit memberikan tanda pertandingan bisa dimulai. Namun diluar dugaan. Baik Hero maupun Wegan tidak ada yang bereaksi sama sekali.


"Hero...aku akui dirimu hebat, tapi apa cukup arena ini untuk kita bertanding ?" Wegan memulai berbicara kepada Hero.


"maksudmu....??" Hero menaikkan alis, dan mencoba menerka apa yang barusan dikatakan oleh Wegan.


"kita bertanding saja diluar, tidak di arena ini...? apa kau setuju...tentukan pilihanmu." Wegan memandang serius ke arah Hero.


"Mulai...kalian bisa langsung memulai pertandingan ini." Wasit melihat ke arah Wegan dan Hero yang masih belum bergerak dari tempatnya.


Hero masih berpikir untuk menjawab pertanyaan Wegan. Baginya bertanding dimana pun tidaklah menjadi masalah, hanya saja apa yang akan penonton lihat dalam pertandingan ini jika di alihkan mereka bertandingnya.


"Hero...aku berkata padamu dan aku menantangmu untuk melawanku ?" Wegan mulai tidak sabar menunggu jawaban Hero.

__ADS_1


"aku bisa saja meladenimu...tapi bagaimana dengan mereka yang hadir, bagaimanapun juga ini bukan hanya pertandingan kita. Namun banyak yang ingin menyaksikan. Apa kau akan membuat semua yang hadir disini kecewa ?"


"Kalau begitu...aku akan memutuskan mundur dari pertandingan ini, dan kau bisa mengambil hadiahnya. Aku akan mengundurkan diri jika kau tidak menerima permintaanku."


"apa.....???" Hero terbelalak mendengar jawaban dari Wegan.


"aku tidak bisa bertanding di arena yang aku tidak bisa mengeluarkan semua kemampuanku, buat apa...?? dan jika kau menginginkan hadiahnya, ambillah..aku akan dengan senang hati mundur."


Sementara itu penonton sudah mulai rame menunggu dan menerka apa yang mereka berdua katakan. Tak terkecuali dengan Raja Api Thor dan Zoro.


"apa yang mereka berdua diskusikan, kenapa belum juga bertanding ?" Raja Api Thor geram berdiri melihat dari atas.


Ia kemudian melompat dan dalam sekejap sudah berada di arena. Tepatnya di tengah-tengah antara Hero dan Wegan.


Semua yang melihat menjadi kaget, arena seketika menjadi begitu sepi dari suara apapun.


Raja Api Thor memandang kepada Wegan dan juga Hero. Pandangan Wegan dan Hero pun sama-sama tertuju kepada Raja Api Thor.

__ADS_1


Tidak berapa lama Raja Api Thor mengangkat dan membuka tangannya, hingga sesuatu pun terjadi.


__ADS_2