
Hero segera disambut Oscar dan penduduk lainnya begitu sampai di pantai. Karena postur tubuh mereka yang kecil. Hero hampir terlihat paling besar di antara mereka.
"Akhirnya kau berhasil membasmi monster itu nak," Oscar memulai pembicaraan.
"itu karena dukungan kalian semua juga..terima kasih." Hero membungkukkan badan kepada Oscar dan semua penduduk.
"setelah ini pasti roh jahat itu akan mendatangi pulau ini, lebih baik kalian bersiap untuk semua kemungkinan."
Oscar juga para penduduk lainnya menyadari bahwa apa yang di katakan oleh Hero adalah benar, dengan tewasnya Kraken penjaga pulau ini maka roh jahat itu sudah dapat dipastikan akan datang dan mengamuk.
"dalam beberapa hari ke depan aku akan menjaga pantai, mencegah kemungkinan roh jahat itu akan kembali kesini."
"iya kami mengerti...jika kau membutuhkan sesuatu kami selalu siap membantu."
Oscar dan penduduk lainnya akhirnya berpamitan dan meninggalkan Hero seorang diri di pantai.
Malam pertama, kedua, tiga, hingga malam ke enam Hero berjaga di pantai tidak ada sesuatu yang mencurigakan.
Ketika malam ke tujuh barulah Roh jahat itu muncul. Kemunculannya di tandai dengan menjadi semakin gelapnya pulau itu. Padahal malam itu adalah malam bulan purnama.
__ADS_1
Wuusssshh.....wusshhhhh.
Hero merasakan ada sesuatu yang datang dari arah samudra. Sosok itu kemudian semakin mendekat dan akhirnya terlihatlah oleh Hero.
Sebuah sosok yang berpakaian serba hitam dengan penutup kepala. Mata sosok tersebut berwarna merah. Di kepalanya terdapat dua buah tanduk. Gigi makhluk itu juga begitu runcing mirip vampire.
"sudah ku duga....akhirnya kau muncul juga." Hero berkata lantang pada roh jahat tersebut.
Roh itu hanya memandangi Hero tanpa berkata sepatah pun. Kemudian roh itu mengangkat tangannya. Yang terjadi kemudian adalah ketika tangan itu di arahkan kepada Hero maka Hero terpental jauh ke belakang.
"Ughkk.....sihir macam apa itu?"
"Ughkk...ughkkk...."
Kalo bukan karena ada Naga Roku yang kini bersemayam di tubuh Hero, mungkin tulang-tulangnya sudah patah karena jatuh terlempar beberapa kali.
Hero kemudian muntah darah..darah segar mengalir dari mulutnya, darah yang berwarna biru. Tidak seperti kebanyakan manusia, Hero adalah seorang anak immortal, itulah sebabnya ia memiliki darah yang berwarna biru.
Hero mencoba bangkit dan melakukan perlawanan. Ia menyerang roh jahat itu dengan bola api miliknya. Namun tak disangka serangan itu tak mempan pada roh jahat tersebut.
__ADS_1
"Apa....serangan bola api ternyata tak bisa melukainya."
Hero mencoba menggunakan jurus lain yang dimiliki, namun hasilnya tetap sama. Roh itu tak terpengaruh oleh serangan-serangan yang diberikan Hero.
Sebaliknya serangan dari roh jahat itu beberapa kali berhasil mendarat di tubuh Hero.
Saat Hero kebingungan menghadapi roh jahat tersebut, tiba-tiba ada yang bicara di kepalanya.
"Tuanku...akan sangat sulit membasminya, dia tak bisa terluka jika hanya mengandalkan serangan seperti biasanya."
"Lantas apa kau memiliki solusi untuk masalah ini ?"
Darrr....ughkk.
Roh jahat itu kembali menyerang Hero dan membuatnya muntah darah untuk sekian kalinya.
"Aku akan membantumu tuanku, namun kau harus percaya sepenuhnya pada ku. Biarkan aku mengambil alih kendali atas tubuhmu..dengan begitu mungkin kita akan bisa membasminya."
Hero masih memikirkan situasi yang sedang dihadapi, namun ia tidak punya banyak pilihan di saat seperti ini. Musuh yang dihadapinya kali ini terlalu kuat.
__ADS_1