
"bagaimana mungkin....anak itu bisa hidup dalam kobaran api ?"
Kepala suku yang melihat Hero melakukan itu hampir tidak dapat mempercayainya.
"tidak usah kaget seperti aku....hari ini tidak akan ada lagi suku seperti kalian di negara api."
Hero kemudian mulai membakar semua rumah-rumah yang ada. Beberapa orang dari suku pedalaman mencoba menghentikan yang dilakukan Hero. Namun usaha mereka sia-sia.
Hiattt.......
Kepala suku yang melihat Hero melakukan semuanya mencoba menghalangi Hero. Ia mulai menyerang dengan segenap kemampuannya.
"majulah.....aku siap!!"
Dengan sigap Hero menghadang setiap serangan yang di arahkan padanya. Sudah beberapa puluh jurus mereka bertukar serangan.
"kau hebat juga bocah kecil...tapi jangan senang dulu."
Kepala suku tersebut tiba-tiba mengeluarkan senjata berupa tombak api dari tangannya. Hero bisa merasakan tombak tersebut adalah sebuah pusaka langit.
Ciaaa.......ttttttt!!!!
Kepala suku tersebut melempar tombak yang dipenuhi api ke arah Hero. Kecepatan tombak itu sungguh luar biasa. Hero berusaha menahan tombak itu, namun ia tidak kuasa. Ia terus terdorong mundur oleh kekuatan tombak api itu.
__ADS_1
"senjata apa ini...kekuatannya begitu besar sampai aku sulit menahannya."
Hupp...... diaghhh.....kkkk!!!
Dalam sekejap kepala suku itu sudah ada di hadapan Hero dan memegang tongkat apinya. Ia melayangkan tendangannya ke tubuh Hero. Tak sempat menghindar, Hero pun terjatuh menabrak tanah.
"ughkkk....ughkk!! Rasanya tulang-tulang milikku patah."
Darah segar mengalir di mulut Hero, darah yang berwarna biru. Namun dalam hitungan nafas, tubuh Hero mulai menyembuhkan luka dalamnya sendiri.
Karena memiliki tulang api, maka regenerasi tulang Hero yang patah pun tidak membutuhkan waktu lama.
"apa...kau bisa bertahan dari serangan ku, cukup unik. Tapi aku tak kan membiarkan mu lolos bocah kecil."
Mata kepala suku itu memandang Hero dengan penuh rasa ingin menghabisi.
Kepala suku itu kembali melemparkan tombak api miliknya ke arah Hero.
"apa...apa-apaan ini!!"
Kali ini Hero melompat menggunakan tenaga dalamnya. Sedikit saja terlambat menghindar maka nyawa Hero bisa dipastikan tidak selamat.
"Darrr.........!!!!
__ADS_1
Tanah tempat Hero terjatuh sebelumnya meledak terkena tombak api milik kepala suku.
"aku tak akan main-main lagi denganmu sekarang." Hero memandang penuh amarah ke arah kepala suku.
Hero kemudian mengatupkan kedua tangannya. Ia mulai membentuk api dari kedua tangannya. Ia membuat sebuah pedang api.
Hero kemudian terbang menuju ke arah kepala suku. Pertarungan pun kembali terjadi, mereka sama-sama menggunakan senjata dari api.
Setelah bertempur hampir lima puluhan jurus, kepala suku itu mulai terdesak mundur. Ia mengambil jarak dari Hero
Disisi lain Hero tidak menurunkan kewaspadaannya. Setelah keluar dari World Heavens, baru pertama kali ini dirinya menghadapi lawan yang menyulitkan.
"Kali ini aku akan mengeluarkan semua kemampuanku, bersiaplah bocah kecil."
Kepala suku itu mendadak tubuhnya terbakar oleh api. Matanya pun berubah menjadi merah. Kepalanya mengeluarkan tanduk.
"makhluk macam apa itu....? aku harus berhati-hati menghadapinya."
Hero terperanjat melihat perubahan dari kepala suku tersebut. Ia berpikir hanya bangsa siluman yang bisa melakukan hal seperti itu.
Dengan kecepatan tinggi monster dari kepala suku yang berubah wujud itu mendekati Hero. Namun Hero sudah sangat siap.
Pertarungan kembali dimulai, Hero masih menggunakan pedang api miliknya. Pusaka tombak dan pedang api milik Hero bertemu. Suara benturan yang dihasilkan keduanya menimbulkan suara keras.
__ADS_1
"aku akan menghabisimu bocah kecil...hahahaaa!!" Kepala suku tersebut tertawa lantang.
"boleh saja....tapi ku harap jangan hanya omong besar, buktikan saja kalau kau memang sanggup menghabisiku."