Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
21. Tiba di Negara Api


__ADS_3

"Berikan saja mereka tuanku...selama kita bisa masuk dengan aman ke negara api, lebih baik kita mengindari hal yang bisa memicu keributan." Naga Roku berbicara di pikiran Hero.


Beberapa saat kemudian Hero mengeluarkan sepuluh koin perak lagi dari dalam bajunya. Ia mengulurkannya pada penjaga yang tadi membuka pintu gerbang.


"Ini..terimalah, sekarang aku boleh masuk kan?"


Penjaga menerima koin yang diberikan Hero. Ia kemudian memandang Hero.


"Masuklah...dan jangan buat keributan."


Hero bergegas melangkah masuk menuju negara api. Ia melihat sekeliling yang banyak terdapat lambang negara api.


"Kota ini benar-benar besar..."


"Beginilah negara api...dari dulu memang keadaan negara api ini sudah maju, kau tak perlu heran tuanku," Naga Roku menjelaskan pada Hero.


Hero terus berjalan ke arah kota. Meskipun hari sudah malam tetap saja ada orang yang melintas.


"Sepertinya aku harus mencari penginapan..."


Tidak berapa lama Hero menemukan ada sebuah penginapan yang tidak terlalu besar.


"mungkin aku bisa menginap di sana," Hero berjalan masuk ke penginapan. Ia menuju resepsionis penginapan.


"maaf...apa disini ada kamar yang kosong?"


Wanita resepsionis penjaga penginapan melihat Hero.


"kau mau memesan kamar nak..dimana keluargamu yang lain?"

__ADS_1


"jika ada yang kosong...iya aku ingin memesan sebuah kamar, aku datang sendiri jadi tidak ada keluarga yang mengikuti." Hero mencoba menjelaskan kepada wanita penjaga penginapan.


"ohhh...disini masih ada beberapa kamar yang kosong, uang menginap semalam adalah dua puluh lima koin perak. Memang sedikit lebih mahal."


"baiklah...aku pesan satu kamar dan apa ada makanan ?"


"tentu saja tuan muda...banyak makanan, yang paling enak adalah ikan bakar patin, harga perporsi 10 perak. mohon untuk membayar semua di muka."


Hero mengeluarkan beberapa koin perak dari saku bajunya.


"apa ini cukup...?"


"tentu tuan muda...pesanan akan segera kami antar, ini kuncinya. kamar 103 ada di paling ujung lorong." Pelayan wanita itu memberikan Hero kunci kamar.


"trima kasih...."


Hero berjalan menyusuri lorong penginapan. Tidak berapa lama ia sampai di kamar 103. Tak menunggu waktu lama, begitu masuk Hero segera merebahkan diri di tempat tidur.


Karena kelelahan Hero dalam sebentar saja sudah hampir terlelap. Namun kemudian suara ketukan pintu menyadarkannya.


Tok...tokkk!!


Hero bangun dan segera membuka pintu. Nampak seorang pria yang merupakan pelayan penginapan mengantarkan makanan yang di pesan Hero.


"maaf tuan muda mengganggu...ini makanannya sudah siap."


"terima kasih...tolong taruh di meja saja." Pelayan itu bergegas menaruh pesanan Hero di meja.


"apa tuan muda membutuhkan sesuatu lagi...jika tidak saya permisi."

__ADS_1


Hero kemudian mengeluarkan satu koin perak dan diberikannya kepada pelayan.


"terima kasih, tapi untuk saat ini aku belum membutuhkan sesuatu.." Hero tersenyum kepada pelayan itu.


"baiklah...saya pamit."


Hero segera menutup pintu kamarnya dan kemudian menyantap hidangan yang baru saja di antar.


"aromanya begitu menggoda...ikan bakar ini sungguh lezat."


Segera Hero menyantap habis hidangan yang di sajikan. Akhir-akhir ini Hero jarang makan di rumah makan sehingga begitu mendapat hidangan yang lezat, langsung menghabiskannya.


Selesai makan, Hero bergegas mandi untuk membersihkan dirinya.


Rasa kantuk yang tadinya menyelimuti dirinya hilang begitu selesai mandi.


"apa sebaiknya aku memesan makanan lagi yah..?"


Hero keluar dari kamarnya dan menuju ke tempat resepsionis penginapan.


"apa aku bisa memesan makanan lagi..?"


"tentu saja tuan muda..silahkan anda memesan apa saja ?"


"aku pesan yang seperti tadi..tolong di antar ke kamar yah?"


Hero memberikan beberapa koin untuk membayar pesanannya. Pelayan itu menerimanya dan kemudian segera meminta pegawai dapur untuk membuat pesanan Hero.


"aku akan berjalan-jalan sebentar keluar sambil menunggu pesanan selesai," Hero berpamitan kepada pelayan penginapan.

__ADS_1


"Tunggu tuan muda...," pegawai itu menghentikan Hero.


__ADS_2