Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
36. Berpetualang di Kerajaan Api V


__ADS_3

Wasit kemudian menangkap Cha Hui dan mulai membius dengan tenaga dalamnya. Ia melepaskan jarum yang menancap di kedua mata Cha Hui.


Wasit kemudian menurunkan Cha Hui dari arena. Beberapa orang membantu menggendong Cha Hui. Kemudian wasit itu mendekati Julai.


"seharusnya kau tidak perlu membuatnya begitu...bagaimana jika itu terjadi padamu ?"


"maafkan saya...saya khilaf."


"engkau memang menang tapi seumur hidup semua orang akan mengingatmu dan kejadian ini, jangan ulangi...apa kau mengerti?"


"baik...aku tak akan mengulanginya lagi."


Wasit kemudian mengumumkan Julai sebagai pemenang pertandingan.


"Selanjutnya kita panggilkan peserta berikutnya...dari sebelah kanan ada Wu Zan."


Seorang pria bertubuh sedang memasuki arena, di belakang punggungnya terselip sebuah pedang.


"Dan penantangnya kali ini adalah Seiya.."


Terlihat seorang laki-laki yang begitu tampan berjalan memasuki arena. Ia hanya tersenyum dingin kepada seluruh penonton.


"pertandingan dimulai...." Wasit memberikan arahan kepada kedua orang tersebut untuk dapat memulai pertandingan.


"aku tak akan banyak bicara...jika kau menyerah sekarang, maka belum terlambat." Ucap Seiya sambil memandang dingin ke arah Wu Zan.


"baiklah...buktikan saja kalo itu bukan omong kosong."

__ADS_1


"apa kau benar mau mencoba diriku...aku hanya akan memberikan waktu padamu tidak kurang dari sepuluh menit."


Raut muka Wu Zan berubah mendengar perkataan Seiya. Ia bisa melihat lawannya mengatakan itu dengan serius.


"Aku akan mencoba mu dulu....bersiaplah."


Wu Zan kemudian mengambil pedang di punggungnya dan berlari ke arah Seiya.


"omong kosong...majulah agar aku bisa melumpuhkan mu."


"Hiatttt.......serangan pedang angin."


Tiba-tiba datang angin kencang mengikuti arah pedang yang di gunakan Wu Zan.


Saat pedang itu menyentuh tubuh Seiya tiba-tiba tubuh itu menghilang.


"aku disini jika kau mencariku...."


Seiya dengan sangat tiba-tiba sudah berdiri di samping Wu Zan. Ia kemudian mengarahkan pukulannya ke arah perut Wu Zan.


"Rasakan ini..."


Duughhhh.....!!! Sebuah pukulan yang dilakukan oleh Seiya nyatanya mampu membuat Wu Zan terlempar beberapa meter. Tidak sampai disitu, belum sempat Wu Zan berdiri, ia sudah mendapat serangan kedua dari Seiya.


"Kau sudah aku peringatkan tapi malah membantah...terima akibatnya."


Seiya mengangkat Wu Zan dan melemparkannya keluar arena. Wu Zan kemudian dinyatakan kalah oleh wasit.

__ADS_1


"Pemenangnya Seiya..."


Seiya hanya tersenyum tipis kepada semua yang melihat. Ia kemudian turun dari arena bertanding.


Hero yang sejak tadi menonton hanya bisa bergumam.


"sungguh tidak bisa dibayangkan, banyak sekali pendekar hebat dari kerajaan Api."


Pertandingan berikutnya pun dimulai. Beberapa pertandingan terlihat biasa saja dan tidak ada yang istimewa.


Kini tidak terasa, giliran Hero bertanding pun tiba. Hero bersiap untuk maju ke arena pertandingan. Namun ia tetap menunggu arahan dari wasit.


"Baiklah...kita saksikan pertandingan selanjutnya. Para hadirin...datang dari sebelah kanan ada seorang anak yang baru berusia delapan tahun. Kita sambut....Hero!!"


Hero melangkah masuk ke arena. Baru sekali ini ia memasuki arena jadi agak sedikit kaku melihat banyaknya penonton.


"kita sambut lawan dari Hero...perhatikan dari sebelah kiri, mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk Zarko."


Seorang pemuda berusia sekitar tujuh belas tahun terlihat berjalan ke arah arena. ia berperawakan sedang dan memakai baju berwarna hitam.


"kita semua tahu...Zarko adalah putra dari panglima kita Zoro."


Wasit menjelaskan kepada seluruh penonton. Sorak Sorai terdengar ke segenap penjuru. Meneriakkan nama Zarko.


"Baiklah hadirin sekalian...pertandingan dimulai." Wasit memberikan aba-aba tanda pertandingan bisa segera dimulai.


"Aku harus hati-hati...sepertinya ini tidak akan mudah." Hero membatin dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2