
"bersiaplah...mungkin kau tidak akan jatuh tepat di tempat kita masuk, tapi tetap masih di wilayah kerajaan api tuanku."
"jaga dirimu baik-baik Naga Roku."
Naga Roku kemudian mengaktifkan segel di beberapa tiang yang berukiran naga. Dengan beberapa gerakan api mulai terbentuk dan menyelimuti tubuh Hero yang berada di tengah-tengah tiang.
"selamat jalan tuanku....Hero, dalam hitungan ketiga pejamkan matamu."
"satu......dua.....ti....gaa.......!!"
Hero memejamkan matanya. Kemudian yang terjadi adalah api menyelimuti seluruh tubuhnya dan ia tidak tau berapa lama dalam lingkaran api.
drukkkkkkkk......!!!
Hero jatuh menabrak ranting - ranting pohon. Cahaya api masih melingkari membuat jalan ke dimensi world heavens.
Hero lalu mengarahkan tangannya ke jalan masuk tersebut. Ia membentuk segel seperti yang di ajarkan Naga Roku. Kini cahaya itu menghilang.
"ngomong-ngomong aku dimana..?"
Hero kemudian mencoba memanjat pohon tinggi untuk melihat sekitar. Namun ia tidak menemukan petunjuk apapun.
"baiklah aku akan terus mencari jalan besar..."
Ketika ia berjalan tiba-tiba kakinya masuk dalam perangkap. Ia terkurung di atas jaring yang di pasang pemburu.
"apa-apaan ini....tolong... tolong!!"
__ADS_1
Tidak berapa lama...datang sekumpulan suku pedalaman negara Api. Mereka memandang Hero yang masih terikat di jaring.
"Lepaskan anak itu..." Salah seorang yang berperawakan tinggi hitam berbicara kepada yang disebelahnya.
"baik ketua...."
Hero akhirnya dilepaskan dengan memotong jaring yang mengurung Hero.
"terima kasih...." Hero mengucapkan terima kasih tapi kemudian ia tetap dibawa oleh rombongan suku Negara Api tersebut.
Hero hanya pasrah dan tidak memberontak ketika para suku pedalaman negara api membawanya.
Setelah berjalan hampir dua jam mereka tiba di markas suku pedalaman tersebut. Hero dihadapkan pada ketua suku tersebut.
"hei kau bocah...siapa namamu ?"
"kau tau kenapa dibawa kemari...hahh ??"
"aku tak tau...dan aku pun tak peduli."
Hero memandang sekelilingnya. Banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya. Namun Hero sedikitpun tak nampak takut.
"kurang ajar....berani bicara begitu kamu ?"
Ketua suku yang mendengar jawaban Hero menjadi naik pitam.
"pasukan... siapkan api, kita akan bakar bocah kecil ini untuk persembahan dewa api ?" Ketua suku tersebut berkata lantang.
__ADS_1
"siapkan saja...jangan terlalu lama." Hero mengatakan sambil tersenyum ke arah kepala suku.
Tidak berapa lama, persiapan upacara pengorbanan Hero pun segera akan dilaksanakan. Hero di ikat dan di taruh di tengah-tengah kayu.
"semoga api tidak membakarku..lagian aku belum pernah mencoba bermain api setelah memiliki tulang api."
Ketua suku pun memerintahkan agar api segera dinyalakan.
Wushhh....wussshhhhh
Api segera saja membakar tumpukan kayu tersebut. Begitu mengenai Hero, dengan segera api itu perlahan tersedot ke dalam tubuh Hero.
"sensasi yang menyenangkan...."
Api tersebut tidak mampu membakar tubuh Hero. Malah menambah kekuatan Hero.
Api masih berkobar dan hero keluar melompat dari tumpukan kayu. Orang-orang yang melihat menjadi terkejut.
"kalian...membakar seorang anak tanpa sedikitpun merasa bersalah, kini giliran kalian yang akan aku bakar."
Hero memandang kepada seluruh masyarakat pedalaman yang diam mematung. Tidak ada yang berusaha berdialog dengan Hero.
"bersiaplah kalian untuk menjemput ajal kalian..... " Hero menarik api yang masih berkobar dan membuat cambuk dengannya.
Dengan sekali tarikan, ia mengibaskan api ke kerumunan orang-orang yang melihatnya.
Wushhh.....wushhhh.........
__ADS_1
Api segera berkobar membakar sebagian orang yang tidak sempat menghindar dari cambuk api Hero.