
"Naga Roku...apa sebaiknya kita turun dulu, hari sudah hampir gelap, lagian kita juga perlu istirahat kan ?"
Hero telah menempuh jarak yang cukup jauh dari perguruan Teratai Putih namun lembah Gunung Api tempat Naga Roku berasal masih amatlah jauh. Belum separuh perjalanan dilewati, sehingga ketika hari beranjak malam. Hero memilih untuk turun dan istirahat sebentar.
"Baiklah tuanku...kita akan turun." Naga Riku bergegas terbang merendah sambil melihat tempat yang sekiranya bisa dijadikan buat istirahat.
"Hei lihat Naga Roku...sepertinya, ada sebuah pulau disana, kita turun dan berhenti dulu saja disana." Hero menunjuk sebuah daratan yang terlihat begitu rimbun dengan pepohonan.
Tidak berapa lama, mereka akhirnya turun. Begitu sampai di tanah, Hero segera turun dari punggung naga Roku.
"Tuanku...silahkan beristirahatlah sebentar, hamba akan berkeliling melihat situasi sekitar pulau ini."
"iya Roku..cepatlah kembali."
"tentu tuanku...hamba akan bergegas kembali." Naga Rokuu segera terbang ke langit mengitari pulau yang barusan mereka mendarat.
Tiba-tiba seseorang yang terlihat seperti orang kerdil datang menghampiri Hero. Bahkan Hero tidak sempat mengetahui darimana datangnya orang tersebut.
__ADS_1
Seseorang yang mendekati Hero ternyata adalah pria. Ia bertubuh kecil, memakai mantel coklat dan menutupi kepalanya dengan topi. Sekilas ia lebih mirip penyihir.
"Siapa kau...maaf kalo aku mengganggu, namun percayalah, aku hanyalah seorang pengembara yang kelelahan dan butuh tempat buat istirahat." Hero menjelaskan dirinya pada pria kerdil misterius di hadapannya.
Pria kerdil itu masih memandangi Hero, kemudian ia berkata.
"Bagaimana kau bisa sampai kemari bocah kecil...? Seharusnya tidak ada manusia yang bisa menjangkau tempat ini ?" Pria kerdil itu menatap Hero penuh selidik.
"Maafkan aku...perkenalkan, namaku Hero, aku datang dari negri yang jauh bersama hewan piaraan milikku, namun kini ia sedang pergi berkeliling pulau ini...bisa saya tau nama tuan ?"
"Hewan piaraan apa yang kau maksud ? aku tidak melihat apapun disini." Pria kerdil itu merasa heran.
"Aku datang kemari bersama seekor naga..kini ia sedang berkeliling pulau ini."
"Naga...apakah kau seorang dewa? Bukankah naga telah lama punah seiring menghilangnya Avatar."
"hmm...bagaimana aku menjelaskannya padamu, tapi aku benar-benar bersama seekor naga datang kemari. Boleh aku tau...pulau apakah ini dan siapa tuan sebenarnya..?"
__ADS_1
"perkenalkan..aku Oscar, salah satu penduduk pulau ini. Pulau ini dinamakan Lembah Hijau Zamrud. Tidak banyak yang menghuni pulau ini. Penduduk luar pun tidak ada yang masuk kemari. Oleh karenanya aku sangat heran..kau yang hanya seorang bocah kecil bisa sampai kemari."
"Kenapa bisa begitu...apakah ada yang aneh dengan pulau ini..?" Kali ini Hero yang merasa kebingungan dengan situasi pulau yang baru di datanginya.
"baiklah nanti akan aku jelaskan, tapi lebih baik...kita buat api dulu, untuk menghangatkan tubuh kita, cahaya bulan tak akan seterang api."
Oscar kemudian membaca mantera dan tiba-tiba beberapa ranting mulai berkumpul. Setelah dirasa cukup..Oscar mulai mengarahkan telunjuk tangannya ke arah kumpulan ranting.
"wushhh.....!!!!""
Api kemudian muncul sedikit demi sedikit dan mulai membakar ranting-ranting tersebut. Hero hanya diam menyaksikan kejadian itu. Ia berpikir, pria misterius bernama Oscar bukanlah orang sembarangan. Terbukti ia bisa membakar ranting tersebut hanya dengan mengacungkan telunjuknya.
Tidak banyak orang bisa melakukan seperti apa yang barusan Oscar lakukan. Setidaknya ia memiliki ilmu di atas kebanyakan orang.
Setelah api unggun terbentuk, Oscar kemudian duduk disamping Hero, pandangannya melihat ke atas langit yang terdapat rembulan. Sejenak ia menatap Hero, kemudian ia mulai bercerita.
"Pulau ini....orang menyebutnya Lembah Hijau Zamrud!!"
__ADS_1