
Keesokan harinya Hero telah bersiap untuk pergi menuju lembah negara api, tempat dimana Naga Api Roku berasal. Semua orang berkumpul di depan pintu perguruan teratai putih bersiap melepas kepergian Hero.
"Semuanya..terima kasih, semoga kita bisa berjumpa lagi di lain kesempatan," Hero mengucapkan salam perpisahan kepada seluruh anggota Perguruan Teratai Putih.
Ia kemudian melompat ke punggung Naga Api Roku. Hero melambaikan tangan kepada seluruh anggota perguruan.
"Selamat tinggal semua...."
"Selamat jalan Hero..kembalilah kapanpun kau inginkan," ketua Fiona berkata pada Hero.
"ayoo...Naga Roku, kita berangkat ."
"baiklah tuanku... berpegang erat, kita akan terbang."
Huppz.....Naga Roku terbang melesat ke langit. Hero masih melambaikan tangan ke arah para anggota perguruan. Tidak terasa air matanya mengalir lagi membasahi pipinya. Dadanya begitu sesak meninggalkan perguruan yang amat dicintainya.
Ia menyeka air matanya ketika Naga Roku semakin menjauh terbang meninggalkan perguruan.
"Perpisahan memang kadang menyakitkan tuanku..itulah hukum alam, ada pertemuan selalu ada perpisahan. Ada kenangan yang akan terus membekas di hati kita." Naga Roku mencoba menghibur Hero agar tidak terlalu bersedih.
__ADS_1
"iya..engkau benar Naga Roku."
#_##
"ketua...lihat, ada naga terbang!!" salah seorang anggota Aliansi Serigala Hitam memandang langit dan melihat seekor naga terbang menjauh ke arah timur.
Olga, pemimpin Aliansi Serigala Hitam segera mengarahkan pandangannya ke langit begitu anggotanya berteriak melihat seekor naga yang terbang.
"Naga itu pergi...tapi apakah ia juga membawa bocah immortal itu pergi bersamanya?" Olga memandang naga yang terus pergi menjauh ke arah timur.
"pasukan bersiap...kita akan ke perguruan teratai putih mencari penjelasan, kita harus tau tentang naga itu," Olga memberikan arahan pada pasukan serigalanya untuk bersiap berangkat menuju perguruan teratai putih.
Ketika akhirnya mereka sampai di depan pintu perguruan, langkah mereka di hentikan oleh penjaga gerbang.
"berhenti kalian...!!" salah seorang penjaga gerbang mencoba menghentikan pasukan serigala.
"siapa kalian, darimana dan apa yang kalian inginkan...?"
Olga yang merupakan serigala paling besar kemudian berubah wujudnya menjadi manusia. Penjaga yang melihatnya menjadi waspada.
__ADS_1
"kalian sekumpulan werewolf....apa mau kalian?"
"kami datang kemari untuk seorang bocah...lebih baik kalian katakan dimana bocah itu atau aku dan pasukanku akan mencarinya sendiri di dalam," Olga memberikan penjelasan kepada para penjaga.
"bocah siapa yang kau maksud ?" tidak ada bocah disini..." salah satu penjaga mencoba menjawab pertanyaan Olga.
"kalian tidak usah menyembunyikannya, aku mendengar bahwa di perguruan kalian ada seorang anak immortal...cepat katakan, atau kesabaran ku habis." Olga mulai bersiap untuk memberikan penyerangan kepada para penjaga gerbang.
"ketua Olga..biar aku yang menghabisi manusia-manusia bodoh ini, gerrrkkk...." salah seorang werewolf maju mendekati Olga.
"tunggu....tunggu sebentar, cepat kau beritahu ketua Fiona tentang keadaan ini, aku akan menahan pasukan serigala ini lebih lama," salah seorang penjaga menyarankan agar temannya segera menemui ketua Fiona.
"baiklah....jaga dirimu," segera saja salah satu penjaga berlari kedalam perguruan.
"sekarang kau tinggal sendiri...dan kini kesabaranku mulai habis. Habisi dia...." Olga memberikan perintah kepada werewolf yang mendekatinya tadi.
"dengan senang hati tuan Olga...bersiaplah kau prajurit bodoh."
Segera saja werewolf tersebut melompat menghampiri penjaga gerbang dan mencoba menerkam tubuh penjaga. Namun penjaga gerbang juga telah siap dengan serangan mendadak. Ia mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"kurang ajar...jangan lari kau." Werewolf yang menyerang penjaga begitu geram melihat mangsanya berhasil menghindari serangannya.