
Pagi-pagi sekali Hero telah bangun. Ia sengaja ingin melanjutkan perjalanan agar segera sampai di kota besar.
"aku tidak bisa terlalu lama di dalam hutan atau mungkin akan lebih membutuhkan waktu lama aku bisa kembali..."
Langkahnya terhenti karena di depannya terhampar sungai yang cukup lebar. Ia memandang sekeliling berharap ada nelayan ataupun seseorang yang melintas.
"lebih baik aku memancing ikan sebentar sambil menunggu apa ada yang melintasi sungai ini."
Hero melemparkan kailnya dan memilih untuk bersandar di sebatang pohon yang agak menjorok ke sungai.
Lima belas menit berlalu , tidak terlihat ada tanda-tanda seorang pun melintas. Tidak berapa lama kail Hero disambar ikan.
Huuopp....!!
Saat Hero menarik pancingnya, tampak seekor ikan berukuran telapak tangan orang dewasa menggantung di kail Hero.
"ikan yang besar....lumayan buat sarapan pagi."
Hero lalu memutuskan untuk membakar ikan yang baru di dapatkannya. Ia membuat api dan mulai membakar ikan tersebut.
"enak nya ikan ini...."
__ADS_1
Belum lama Hero menikmati ikan bakarnya ada sebuah perahu melintas. Perahu yang tidak berpenumpang.
"haiii.......perahu..." Hero berteriak memanggil perahu tersebut. Tidak butuh waktu lama, perahu itu pun segera menepi menuju ke tempat Hero.
Hero bisa melihat bahwa pengemudi perahu itu adalah seorang bapak yang usianya belum begitu tua. Hero mulai menyapa bapak tukang perahu itu ketika perahu sudah berhenti.
"maaf...apa anda bisa menyeberangkan saya pak ?"
"tentu saja tuan muda...kebetulan saya memang sedang mencari penumpang, apa tuan muda sendirian ?"
"iya benar...aku memang seorang diri pak, bisakah anda mengantarkan saya ke kota ?"
"baiklah...mari tuan muda ?"
Di perahu Hero tidak banyak berbincang dengan tukang perahu. Ia lebih banyak mengamati situasi sekitar. Sesekali terlihat beberapa perahu melintas juga di sungai. Menandakan bahwa memang sungai ini merupakan jalur perdagangan dan transportasi.
Hampir setengah hari mereka menyusuri sungai, akhirnya setelah lebih dari enam jam perahu tersebut pun sampai di pelabuhan kerajaan api.
Hero bisa melihat banyak lambang kerajaan api di sekitar pelabuhan. Ia juga melihat banyak petugas berjaga-jaga di sekitar pelabuhan.
"kita sudah sampai tuan muda..."
__ADS_1
Pak tua pemilik perahu menjelaskan kepada Hero.
"ahh....besar sekali dermaga ini, aku tak menyangka. Terima kasih pak telah mengantarkan ku...berapa biaya ongkos perahu ini ?"
"tiga puluh koin perak tuan muda."
Hero kemudian memasukan tangannya ke dalam bajunya, ia mengambil sekantung koin perak dari ring save.
"ini pak...sekali lagi terima kasih telah mengantarkan ku."
"sama-sama tuan muda."
Hero kemudian melompat turun dari perahu dan berbaur dengan para nelayan juga pedagang.
Ia mulai berjalan menyusuri tempat yang terlihat seperti pasar tersebut.
"kota yang indah... kerajaan api begitu maju membangun kota ini."
Hero terus berjalan mengikuti jalan besar menuju ke arah kota. Ia ingin menyimpan semua kenangan dari kerajaan api sebelum memutuskan untuk kembali ke perguruan teratai putih.
Selama ini ia tidak banyak pengalaman meskipun ilmu yang dimilikinya sudah cukup tinggi. Disaat sendirian seperti sekarang ini, Hero kadang teringat dengan sahabatnya Naga Roku.
__ADS_1
"Naga Roku...aku merindukanmu sahabat, sedang apa dirimu sekarang?"