Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
6. Naga Api Roku


__ADS_3

"siapa kau....?" Ular naga yang terbangun memandang ke Hero.


"aku sudah tertidur panjang dan tiba-tiba terbangun ada kau bocah kecil."


Hero masih mematung melihat seekor ular yang begitu besar bisa berbicara bahasa manusia memandanginya. Selama ini ia hanya tau ular naga dari yang di ceritakan kakek gurunya. Tidak disangka ia bisa melihat secara langsung.


"hai bocah....aku bertanya, siapa dirimu dan sedang apa disini?"


Ular naga tersebut mulai bergerak, melingkarkan tubuhnya dan kepalanya di dekatkan ke depan Hero.


"Maaf...aku tidak bermaksud membangunkanmu," Hero bersikap seperti menyembah dengan mempertemukan kedua telapak tangannya dan menunduk di hadapan naga tersebut.


"Ohh...lantas kenapa kau bisa masuk ke goa ini ?"


"aku tadi dikejar oleh sekumpulan vampir dari aliansi vampir hitam, aku tersesat dan terus berlari sampai akhirnya menemukan goa ini, kemudian aku tak sengaja berjalan di badanmu sampai kau terbangun. Aku benar-benar minta maaf."


Ulara naga tersebut mendengarkan dengan seksama cerita Hero. Sudah sejak lama naga tersebut tidak melihat dunia luar jadi dia begitu bersemangat mendengarkan cerita Hero.


"baiklah...aku melihat kau tidak berbohong, aku percaya semua yang kau jelaskan."


kemudian naga itu memperkenalkan dirinya kepada Hero.

__ADS_1


"aku adalah Naga Roku...aku merupakan naga api kendaraan seorang Avatar, namun Avatar tersebut meninggal, setelahnya tanpa pemilik aku menjadi begitu lemah sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk tinggal di goa ini hingga ada seseorang yang menemukanku. Entah berapa lama aku sudah berada di goa ini." sang naga menjelaskan pada Hero.


"ketika aku terbangun...aku melihatmu bocah, dan sekarang aku akan bertanya padamu."


"Maukah kau menjadi tuanku...?"


Hero masih belum bisa menjawab pertanyaan dari naga Roku. Namun tentu saja ia tak punya pilihan lain. Dengan adanya pasukan vampir yang menunggu di depan goa, akan sangat mustahil bisa keluar hidup-hidup.


"baiklah..aku menerima mu tapi tolong bantu aku menghadapi pasukan vampir di depan."


"Dengan senang hati...sekarang terimalah setetes darah murni ku, serap dengan tenaga dalam milikmu."


Ia lalu duduk dan memusatkan tenaga dalam miliknya untuk menyerap darah naga roku. Awalnya ia kepanasan namun kemudian sedikit demi sedikit ia bisa menyerap semua darah murni Naga Roku.


Hampir Enam jam sebelum ia benar-benar menyerap seluruh darah murni naga roku. Kini ia memiliki kemampuan yang luar biasa di anak seusianya.


"selamat bocah kecil, akhirnya kau bisa menyerap semua darah murni milikku, tadinya aku berpikir kau akan mati, tapi ternyata aku salah." Naga roku tertawa kepada Hero.


Tak begitu peduli dengan Naga Roku yang sejak tadi mengajaknya bicara. Hero sekarang merasa begitu bertenaga, dan ingin mencoba kekuatan barunya.


"Bagaimana kalau sekarang kita keluar, aku tidak sabar ingin mencoba kekuatan baru ini dan memberikan pelajaran pasukan vampir di luar." Hero berkata penuh semangat kepada Naga Roku.

__ADS_1


"tidak tuanku...lebih baik, kita menunggu esok hari, kalau kita menyerang sekarang maka akan banyak dari mereka yang bisa lari. Vampir memiliki kekuatan penuhnya pada malam hari."


"begitukah...baik, kita akan keluar saat fajar menjelang.


mungkin lebih baik aku istirahat disini.."


"beristirahatlah...aku yang akan menjaga disini tuanku." Naga Roku kemudian mengusulkan untuk menjaga Hero sementara Hero tidur di goa.


"terima kasih Naga Roku...terima kasih atas bantuannya. Aku yakin mereka juga tidak akan bertindak bodoh memasuki goa ini.


Hero terlelap dalam goa, sementara itu Naga Roku yang sudah lama tertidur berjaga penuh semalaman.


#_##


"apa-apaan ini...ada jejak vampir. mungkinkah Hero dikejar kawanan vampir?" ketua Ozan masih mengira-ngira apa yang terjadi pada Hero.


"semoga tidak terjadi apa-apa pada Hero, atau aku akan mengejar semua vampir yang ada." Ketua Ozan begitu geram melihat banyak jejak vampir.


Ia terus melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke tengah hutan. Baginya Hero adalah sesuatu yang sangat berharga. Namun tidak pernah terbersit untuk memanfaat kan Hero dalam hatinya. Ia hanya takut jika Hero sampai dimanfaatkan oleh vampir maupun manusia serigala.


"Hero....dimana kau nak?" ketua Ozan mulai meneriakkan nama Hero di dalam gelapnya hutan.

__ADS_1


__ADS_2