Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
20. Kembali Melanjutkan


__ADS_3

Tak terasa sudah hampir setengah bulan Hero berada di pulau Lembah Hijau Zamrud. Ia menemui Oscar berniat untuk berpamitan, ia tak ingin merepotkan warga lainnya sehingga ingin pergi diam-diam.


"Nak..sekali lagi, aku mewakili seluruh penduduk pulau ini mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah engkau berikan. Kapanpun kau membutuhkan, seluruh penduduk disini akan selalu ada untuk membantu."


Hero memeluk Oscar, bagaimanapun..Oscar adalah seorang yang sangat baik.


"aku akan mengingat semua pesanmu...


Sejenak kemudian Hero duduk memusatkan pikirannya. Kemudian Naga Roku keluar dari tubuh Hero.


"aurghhhh.....akhirnya aku keluar lagi."


"Naga Roku....kita akan melanjutkan perjalanan sekarang, apa kau siap ?"


"tidak buruk melanjutkan sekarang...hamba siap tuanku."


"selamat tinggal Oscar..."


"hati-hati nak.... selamat jalan."


Hero melompat naik ke punggung Naga Roku. Dalam sekejap Naga Roku terbang meninggalkan pulau Lembah Hijau Zamrud.


Kali ini Hero dan Naga Roku tidak banyak berhenti, mereka terbang hampir siang malam. Melewati banyak negeri dan samudra.


"Apa kau melihat itu tuanku....," Naga Roku menunjukan sebuah gunung yang mengeluarkan asap begitu tebal.


Hero menyipitkan matanya, pandangannya memang tidak setajam Naga Roku.


"Gunung itu yang kau maksud....apa kita sudah hampir sampai ?"

__ADS_1


"Benar tuanku...kita hampir sampai di batas wilayah kekuasaan negara Api. Lihatlah tuanku..masih banyak naga yang beterbangan di atas langit sekitar negara Api. Akan lebih baik kita berhenti dulu di luar perbatasan."


"Jika memang begitu lebih baik...kita turun tidak mengapa."


Naga Roku kemudian mulai bergerak turun sebelum sampai di batas negara Api.


"Apa tempat itu masih jauh Naga Roku...?"


"Tidak...tempat untuk engkau bisa melatih dirimu sudah tidak terlalu jauh. Hanya saja jika kita terbang di langit Negara Api pasti akan banyak mengundang perhatian orang-orang."


"Terus bagaimana...apa kita akan berjalan kaki ?"


"Akan lebih baik jika kita berjalan kaki tuanku..lagipula kita bisa lebih memahami situasi yang ada nantinya. Aku akan kembali masuk dalam tubuh tuanku."


Hero kemudian bersila memusatkan pikirannya, tidak berapa lama muncul cahaya terang di sekitar tubuh Hero. Naga Roku tidak perlu menunggu lama hingga akhirnya cahaya tersebut menyerap tubuh naga Roku ke dalam tubuh Hero.


"Ahh..aku mulai terbiasa dengan masuknya dirimu Naga Roku..." Hero tertawa kecil merasakan kekuatannya yang bertambah jika Naga Roki memasuki dirinya.


Ketika hari beranjak gelap...Hero hampir memasuki perbatasan negara api. Ia berjalan mendekati gerbang negara api. Disana ada dua orang penjaga yang sedang berjaga-jaga.


"Hei lihat...ada anak kecil berjalan mendekati kita," salah seorang penjaga gerbang berkata kepada yang lainnya.


"mungkin dia seorang yang tersesat..."


"apa pedulinya kita dengan nya..biarkan saja."


Hero semakin mendekat ke pintu gerbang. Ia melihat kedua penjaga itu tidak berbahaya meskipun membawa tombak.


"Permisi...apa aku boleh masuk ke kota ?" Hero bersikap penuh hormat kepada dua penjaga.

__ADS_1


Salah seorang penjaga maju menghampiri Hero.


"Heiii bocah kecil...darimana kau, kalau ingin masuk kota maka engkau harus membayar sepuluh koin perak. Aku yakin engkau tak punya uang kan ?" Penjaga itu tersenyum penuh ejek memandang Hero.


"Apa itu peraturan kerajaan api...?" Hero masih bersikap lembut kepada penjaga.


"Jangan banyak omong kau bocah kecil..jika tak punya uang, minggir la..sana cepat."


Hero ingat ia dibawakan bekal yang cukup sewaktu meninggalkan perguruan di dalam ring save.


"Tunggu sebentar..." tidak berapa lama ia mengeluarkan sepuluh koin perak dari balik bajunya.


"ini kan yang kau minta...silahkan." Hero menyodorkan uang tersebut kepada penjaga.


"baiklah...kau boleh masuk," Penjaga yang berdiri di depan Hero memberikan kode kepada temannya yang berjaga di pintu untuk membuka gerbang.


Penjaga yang di depan pintu membuka pintu gerbang. Tapi sebelum Hero melangkah masuk..penjaga itu menghentikan langkahnya.


"Bocah kecil..kau harus membayar sepuluh koin perak lagi."


"apa maksudmu...aku sudah memberikan sepuluh koin kepada penjaga yang di depan, apa itu belum cukup?." Hero mulai tidak sabar dengan perlakuan kedua penjaga.


"kau memberikannya hanya pada dia..apa kau mengatakan untuk membaginya dengan ku tadi..haahh?" Penjaga itu mengejek Hero.


Hero kemudian memandang kepada penjaga yang tadi diberikan koin. Namun penjaga tersebut pura-pura tidak memperhatikan Hero.


"ayoo cepat....berikan sepuluh koin perak padaku, aku yakin kau tak semiskin penampilanmu."


Hero memandang penuh kesal kepada dua penjaga yang ternyata telah berkompromi untuk menjebak dirinya. Ingin rasanya ia memberi pelajaran kepada keduanya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba terdengar suara.


__ADS_2