
"Majulah...aku tak takut dengan mu."
"Bersiaplah untuk mati....kali ini aku tak akan main-main denganmu manusia bodoh."
Werewolf yang menyerang penjaga segera melakukan gerakan melompat secepat mungkin untuk menerkam penjaga.
"grgrrgr.....mau lari kemana kau?"
Penjaga tersebut bukanlah pendekar hebat sehingga ia lebih banyak menghindar daripada menyerang. Ia sungguh berharap bantuan akan segera datang.
#_##
"ketua Fiona...ketua...." penjaga pintu gerbang perguruan memanggil ketua Fiona di perguruannya, nafasnya tersengal-sengal.
"ada apa...apa ada berita penting penjaga?"
"diluar ketua...ada pasukan manusia serigala, di depan pintu gerbang, mereka mencari seorang bocah. Kemungkinan Hero yang mereka cari."
Penjaga gerbang menjelaskan situasi apa yang terjadi di depan gerbang perguruan.
"baiklah...ayoo kita lihat kesana." ketua Fiona bergegas menuju pintu gerbang. Ketika ia sampai di sana, ia begitu terkejut melihat salah satu penjaga gerbang sedang kesulitan menghindari serangan werewolf.
__ADS_1
Tepat ketika penjaga gerbang akan di terkam oleh werewolf, ketua Fiona segera mengeluarkan sinar energi dari tangannya dan langsung menghantam tubuh werewolf.
"daakkkkk.....auwww," werewolf yang tadinya ingin menerkam penjaga terpental kena sinar energi ketua Fiona.
"apa-apaan ini...." ketua Fiona segera maju menolong penjaga gerbang.
"aku mencari seorang bocah..."Olga menjawab. Melihat ketua Fiona bisa melukai werewolf dengan jarinya, Olga menjadi waspada.
"bocah apa yang kau maksud..? disini tidak ada bocah," ketua Fiona menjawab ketus walaupun sebenernya ia tau bahwa kawanan werewolf ini mencari Hero.
"jangan bohong kalian...atau aku akan menghancurkan perguruan ini," Olga angkat bicara.
"Apa kau berpikir kami bangsa manusia akan takut terhadap kalian bangsa werewolf ? sama sekali tidak. Namun jika yang kalian cari adalah seorang anak...dia telah pergi dibawa oleh seekor naga."
"apa katamu....dibawa naga?"
Walaupun sempat berpikir demikian, namun Olga masih hampir tidak mempercayai apa yang ia dengar. Ia berpikir untuk apa seekor naga membawa seorang bocah.
"apa ada manfaatnya bocah immortal untuk seekor naga," Olga berkata-kata sendiri dalam hatinya.
"iya... kau terlambat, bocah itu telah pergi dibawa seekor naga, dan sayangnya aku tak tau kemana naga itu hendak membawanya. Jika kalian masih bersikeras untuk masuk ke perguruan ini, maka aku tidak akan berbels kasihan kepada kalian semua."
__ADS_1
Olga menyadari, meskipun pasukannya cukup kuat untuk bisa menghabisi perguruan tersebut namun dapat dipastikan korban yang jatuh juga tidak akan sedikit.
"Baiklah...aku percaya semua kata-katamu. Namun jika aku mendapati anak itu ada disini lain kali, aku pastikan tidak akan mundur walaupun melawan seribu manusia sepertimu."
Ketua Fiona yang mendengar ucapan Olga sebenarnya sedikit merinding. Namun sebagai seorang ketua ia berusaha untuk tetap tenang dalam situasi apapun.
"semuanya...ayo kita berbalik, tidak ada gunanya menyerang mereka." Olga memerintahkan semua pasukan werewolf untuk segera kembali.
Setelah semua werewolf tidak lagi terlihat, ketua Fiona segera bisa bernafas lega.
"apa kau baik-baik saja..." ketua Fiona menanyakan keadaan penjaga gerbang yang tadi di serang werewolf.
"seperti yang ketua lihat,,untung ketua datang tepat waktu jika tidak maka mungkin pasukan werewolf itu sudah mengacau di perguruan. Terima kasih ketua..."
"syukurlah kalau begitu...tingkatkan keamanan di sekitar perguruan, kita tidak tau bahaya apa yang akan mengancam kita berikutnya."
"baik ketua...!!"
Selepas berkata demikian ketua Fiona bergegas masuk kembali ke kediamannya.
"Hero...sampai dimana kamu sekarang nak, semoga engkau baik-baik saja."
__ADS_1