
Kepala suku yang telah berubah menjadi monster itu segera menyerang hero. Beberapa kali Hero berhasil menghindari serangan tombak api dari Monster Kepala Suku. Hero juga sempat melayangkan serangan pada badan Monster Kepala Suku itu tapi semua seperti tak bearti.
"sepertinya aku harus menggunakan jurus tanpa bayangan...aku harus mengubah diriku menjadi banyak untuk menyerang monster itu."
Hero menjauh beberapa puluh meter dari monster kepala suku. Ia kemudian membelah dirinya menjadi delapan.
"Jurus tanpa bayangan....belahan mata angin!!"
Kini Hero telah berubah menjadi delapan orang, belahan tubuh Hero mengelilingi monster kepala suku. Hampir tidak bisa dibedakan mana yang asli dari tubuh Hero.
"bocah sialan....tak peduli mana dirimu yang asli, aku akan menghancurkanmu."
Monster itu pun maju menyerang Hero, namun demikian ketika tombak api itu menyentuh tubuh Hero, maka hanya bayangan saja sehingga tidak mengenai apa-apa.
"rasakan ini....dugghhhh!!"
Belahan tubuh Hero yang lain berhasil mendaratkan pukulan di tubuh monster kepala suku. Monster itu pun terjatuh beberapa meter menghantam tanah.
"kurang ajar kau bocah.....!!"
Kedelapan belahan Hero terbang di depan monster kepala suku, mereka memandang monster kepala suku dan mulai berkata bersama-sama.
__ADS_1
"menyerahlah....dan akan aku buat mudah kematianmu."
"jangan berharap kau bisa membunuhmu bocah sialan...!!"
Monster itu kemudian bangkit dan mulai menyerang belahan tubuh Hero. Kali ini belahan tubuh yang di serang tidak menghindar melainkan menahan serangan dari monster tersebut.
Lalu ketujuh belahan tubuh Hero membuat tali dari api. Mereka melempar tali tersebut ke tubuh monster kepala suku.
"Lepaskan aku.....lepaskan!"
Monster tersebut meronta-ronta dalam ikatan api. Bagaimanapun ia berusaha melepaskan diri dari ikatan api tersebut namun tidak bisa.
Satu dari tujuh belahan tubuh Hero, yakni Hero yang asli membuat bola api. Ia lalu mendekati monster yang masih terikat tali api dan ditarik oleh ketujuh belahan Hero yang lain.
Hero kemudian memasukan dengan paksa bola api yang dia buat ke dalam mulut monster kepala suku.
"selamat tinggal.....!!"
Monster kepala suku itu hanya pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa. Tak berapa lama bola api itu menimbulkan ledakan yang begitu hebat.
Duarrrr.........rrrrrrrrd!!!
__ADS_1
Tubuh monster kepala suku itu meledak dan hancur berkeping-keping. Setelah dipastikan bahwa monster itu telah musnah. Ketujuh bagian Hero kembali menyatu dalam tubuh asli Hero.
"Pertempuran yang melelahkan....."
Hero memandang sekitar arena pertempuran dirinya yang telah porak poranda. Ia tidak melihat lagi anggota suku pedalaman yang tadinya melihat ia akan dibakar.
"kemana mereka perginya...tapi sudahlah, semoga tidak ada lagi suku seperti mereka yang berbuat semena-mena terhadap anak kecil."
Setelah mengamati suasana sekitar, Hero segera berjalan ke arah kota, ia belum tau arah kemana untuk melanjutkan perjalanan. Ia sebenarnya ingin kembali ke perguruan teratai putih namun ia juga ingin mencari keberadaan world heavens yang lain.
Hal yang membuatnya kebingungan arah adalah karena dulu waktu ia datang ke Negara Api yakni terbang menggunakan Naga Api Roku. Sementara sekarang ia harus berjalan, sehingga ia tidak memiliki tanda apapun arah kembali.
"kadang aku merindukan saat-saat bersamamu Roku..."
Hari telah beranjak malam ketika Hero memutuskan untuk berhenti. Hampir seharian ia mencari jalan besar namun tidak menemukan petunjuk sama sekali.
"Hutan ini benar-benar luas....sepi, dan entah dimana aku bisa menemukan orang-orang."
Malam itu Hero membuat api unggun dan membakar ayam hutan untuk makan malamnya. Kini setelah ia menguasai elemen api ia tidak pernah khawatir kedinginan. Ia juga lebih mudah untuk membakar buruan yang di dapatnya.
Meski demikian, untuk anak seusianya, berkelana seorang diri sangat membuatnya kesepian.
__ADS_1