Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
42. Berpetualang di Kerajaan Api XII


__ADS_3

"hahahaha.....kau pikir serangan mu akan bisa melukai ku, jangan mimpi!!"


Wegan berkata-kata sambil memandang Julai yang terbawa emosi.


"hmm...baiklah, ini baru permulaan," Julai berbalik arah dan memandang Wegan yang berubah menjadi lima satu persatu.


Julai lalu kembali bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Ia menyerang membabi buta tidak hanya pada satu Wegan, namun berpencar-pencar.


Tetap saja serangan julai tidak ada yang berarti, Wegan dengan mudahnya bisa menghindari tiap serangan yang di arahkan padanya.


"baiklah...aku akan serius sekarang!!" Julai mulai menghentikan langkahnya.


Ia memejamkan mata dan terlihat membaca sesuatu.


"apapun itu...aku tak kan membiarkanmu melakukan sesuatu." Wegan kemudian bergerak cepat ke arah Julai yang masih mematung.


"Hiaatt.....!!!!"


Ketika pukulan kelima wegan mengenai tubuh Julai, terdengar suara keras. Seketika tubuh Wegan terlempar.

__ADS_1


"Ughhkk....apa maksudnya ini?"


Kelima bayangan wegan memasuki tubuh asli wegan yang terlempar tidak begitu jauh.


"menyerahlah...sebelum terlambat, aku tidak akan menghabisimu, karena itu melanggar peraturan, namun aku tidak segan untuk menghilangkan tenaga dalam milikmu jika kau masih nekat." Julai mengucapkan kata-kata penuh ancaman kepada Wegan.


"Baiklah.... buktikan saja ucapanmu itu kalau memang kau mampu."


Wegan mulai bangkit dari arena dan bersiap untuk kembali bertarung.


"Majulah...aku tidak tega menyerang mu dalam kondisi seperti itu." Julai tertawa mengucapkan kata-kata yang terdengar begitu sesak di dada Wegan.


Pertarungan kembali berlanjut, baik Julai maupu Wegan sama-sama mengeluarkan kekuatan penuhnya. Hampir tiga puluhan jurus sudah mereka keluarkan namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan jadi pemenangnya.


Di atas panggung penonton, Hero mengamati dengan baik pertandingan kali ini. Ia sadar siapapun yang menang ada kemungkinan akan berhadapan dengan dirinya di final jika dirinya juga memenangkan pertandingan nanti.


"ini menarik...baik Julai dan Wegan adalah bibit unggul dari kerajaan api, siapapun yang menang pasti akan terkenal nantinya."


Di sisi penonton lain, Zarko hanya berdecak kagum melihat pertandingan yang dia saksikan. Ia sungguh tidak mengira akan banyak pendekar tangguh dalam pertandingan kali ini. Padahal ia dari awal turnamen sudah berharap mendapatkan posisi juara jika saja tidak dikalahkan oleh Hero.

__ADS_1


Dan jika membayangkan dirinya dikalahkan oleh Hero dalam pertandingan sebelumnya, hatinya begitu sakit. Terlebih ia kehilangan khodam Naga Hitam miliknya yang telah menemaninya bertahun-tahun.


Selang beberapa saat, serangan yang dilancarkan oleh Wegan dapat memukul mundur Julai.


"Kau...tidak akan aku biarkan hidup dalam pertandingan kali ini, tidak akan." Wegan yang berada diposisi menguntungkan tidak menunggu lama.


"tamatlah riwayat mu....tapak beracun eiga!!!"


Wegan berubah menjadi lima tubuh dan semuanya mengarahkan serangan tapak ke arah Julai.


"apa..... bisa-bisanya kau menyerang saat aku tidak siap."


Julai hanya pasrah menghadapi kenyataan bahwa dirinya tidak hanya luka dalam, namun ajal sudah pasti menjemputnya. Julai mulai memejamkan mata.


"Duarrrr.....!!! Serangan tapak eiga milik Wegan di tahan oleh Hero.


"apa-apaan kau ini bocah.....??" Wegan begitu kaget pukulan tapak miliknya dihentikan oleh Hero.


Saat melihat Wegan tidak akan mengampuni lawannya Hero dengan gerakan yang begitu cepat langsung turun ke arena pertandingan. Telat sedikit saja maka nyawa Julai tidak akan selamat.

__ADS_1


"Maafkan aku....bukan aku ingin ikut campur, tapi tidak seharusnya kau membunuhnya, urungkan niatmu." Hero berkata pada Wegan tanpa rasa takut sedikitpun.


__ADS_2