
"terimalah ini bocah bangsatt...!!" Seiya dengan ilmu ilusinya tinggal sejengkal lagi mengenai tubuh Hero.
Tepat ketika tangan Seiya hendak mencapai tubuh Hero, keanehan terjadi. Tiba-tiba Hero tidak dapat tersentuh oleh Seiya.
"haahhhh....apa maksudnya ini?" Seiya terbelalak melihat perubahan yang terjadi pada Hero.
Belum sempat hilang rasa penasaran Seiya, Hero muncul dan kemudian menarik tubuh Seiya dengan mudahnya.
"aku disini...apa kau mencariku ?''
Duggghhh.....!!
Satu pukulan berhasil di arahkan ke perut Seiya oleh Hero. Seiya yang tidak sempat menghindari terpaksa menahan dengan tenaga dalamnya.
Tetap saja Seiya terdorong mundur beberapa meter oleh pukulan Hero.
"kau akan menerima akibatnya bocah...!!" Seiya begitu geram pada Hero karena bukannya bisa melukai malah dirinya sendiri yang terkena pukulan.
__ADS_1
"yaa...yaa, aku akan menerima akibatnya, tenang aku masih disini, dan tidak pernah berpikir untuk lari."
Hero membalas kata-kata Seiya dengan candaan. Hal itu sontak membuat Seiya makin geram pada kelakuan Hero.
"Lihatlah ini bocah...aku memang awalnya meremehkanmu tapi sekarang tidak lagi, kau pantas untuk mati."
"haii...jaga ucapanmu, jika kau mampu membunuhku, aku yakin itu sudah kamu lakukan, tapi..semua itu omong kosong, bahkan lihatlah kau malah terluka." Hero berusaha tetap tenang dan tidak terpancing emosi lawan.
Tubuh Seiya tiba-tiba memancarkan cahaya berkilauan, rambut Seiya pun berubah menjadi kuning dan tubuh Seiya menjadi lebih kekar. Satu-satunya yang tidak berubah hanya pandangan mata Seiya.
"Super Seiya....!! Kini kau tak akan lolos dari ku bocah kecil."
Dengan kekuatan penuh yang dimiliki sekarang bukan tidak mungkin akan sangat sulit untuk dikalahkan oleh petarung biasa. Super Seiya adalah perubahan bentuk kekuatan dari seseorang menjadi Beratus kali lipat.
Seiya kini memandang dalam-dalam kepada Hero. Ia benar-benar sudah muak dengan Hero.
"bocah...aku memberimu kesempatan untuk mundur sekarang juga dari arena, atau tidak akan mendapatkan kesempatan keduamu. Pikirkanlah baik-baik, waktumu hanya dua menit...hahaa." Seiya tertawa lantang sambil terus mengarahkan pandangan ke Hero.
__ADS_1
"jangan mimpi...hanya seorang pengecut yang memilih untuk mundur sebelum bertarung."
Hero kemudian mengatupkan kedua tangannya, tidak lama kedua tangan Hero mengeluarkan api dan ia mulai membuat pedang energi dari elemen api.
Seiya hanya bisa memperhatikan dari jauh apa yang dilakukan oleh Hero. Meskipun di kerajaan api banyak yang bisa melakukan seperti yang Hero lakukan sekarang, namun jika melihat usianya, tidak akan ada yang bisa melakukan hal tersebut.
"waktumu sudah habis bocah...bersiaplah!!"
Seiya melesat dengan kecepatan yang tinggi ke arah Hero. Namun Hero sudah siap dengan kemungkinan apapun. Ia menggunakan pedang api untuk menahan serangan yang dilakukan Seiya.
Pertarungan pun berlangsung begitu seru, baik Seiya maupun Hero sama-sama mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"sial ia tidak merasa kelelahan sama sekali dengan perubahan bentuknya menjadi super Seiya." Hero mengambil jarak mundur beberapa meter, nafasnya mulai tidak beraturan.
"pedang energi api ini terlalu banyak menyerap tenaga dalamku, aku harus memikirkan cara lain untuk menghadapinya."
Disisi lain seiya masih memandang Hero dengan penuh takjub. Ia berpikir bahwa Hero memang benar-benar hebat. Jika saja bukan Hero mungkin anak seumuran dia tidak akan ada yang bisa bertahan melawan super Seiya.
__ADS_1
"Baiklah...mungkin aku harus mencoba menggunakan jurus ini untuk mencari celah menyerangnya."
Hero bersiap untuk kembali bertarung, ia memandang sebentar ke arah Seiya sebelum mulai melakukan sesuatu.