Pemburu Vampir Dan Werewolf

Pemburu Vampir Dan Werewolf
22. Suasana Negara Api


__ADS_3

"Lebih baik tuan muda tidak keluar malam-malam begini, karena jika berjumpa dengan prajurit istana yang berpatroli, bisa terjadi masalah."


"kenapa bisa begitu ?" Raut wajah Hero menunjukkan keheranan.


"penduduk paling malam disini keluar jam sepuluh...setelah itu maka siapapun yang berada di luar akan di tangkap dan di interogasi oleh petugas kerajaan. Beberapa waktu lalu terjadi pembunuhan terhadap petugas kerajaan yang berkeliling dan sampai sekarang pelakunya belum tertangkap."


"jadi...mereka berpatroli untuk mencari pelaku tersebut ?"


"benar tuan muda...saya harap bisa mengerti. Setiap orang asing yang mencurigakan akan di tangkap oleh petugas."


"baiklah...aku akan menunggu di kamar saja."


"iya...silahkan ditunggu, dalam beberapa saat pesanan akan kami antarkan."


Hero berjalan kembali menuju kamarnya. Ia masih berpikir, kenapa petugas bisa di bunuh.


"jika keadaannya tidak mendesak tidak mungkin orang itu akan membunuh petugas tersebut, pasti ada yang melatarbelakangi semua ini.." Ia berkata sendiri dalam hatinya.


Ia juga teringat ketika pertama masuk ke Negara Api, petugas penjaga gerbang juga berusaha memerasnya, mungkin hal yang terjadi pada petugas lain yang terbunuh itu tak jauh beda.


Tidak berapa lama Hero di kamarnya, pelayan yang mengantarkan pesanan makan Hero datang.

__ADS_1


Tokk...tookkk!!!


Hero segera membukakan pintu. Dilihatnya pelayan yang sebelumnya mengantar makanan.


"ini tuan pesanan sudah siap..!!"


"terima kasih, tolong bisa taruh di tempat biasa." Pelayan itu segera menaruh makanan ke meja yang tersedia di kamar Hero.


"kalo tidak ada yang diperlukan, saya permisi.."


"tunggu sebentar...!!" Hero mengeluarkan lima keping uang perak kepada pelayan.


Pelayan yang menerima uang dari Hero terkejut.


"ambillah, namun aku ingin bertanya sesuatu padamu, dapatkah kau memberikan informasi padaku terkait peristiwa pembunuhan prajurit di kerajaan ini ?"


"ahh...semua orang disini tau tuan muda, saya hanya mendengar bahwa prajurit yang meninggal terkena senjata beracun. Namun selebihnya saya tidak tau."


"baiklah...terima kasih atas informasinya, kurasa cukup."


Pelayan itu segera pergi meninggalkan kamar Hero.

__ADS_1


"Di perguruan aku tidak banyak mempelajari ilmu racun maupun alchemy , orang yang membunuh prajurit pastilah seseorang yang paham tentang racun ataupun alchemy."


Hero mencoba menganalisis kejadian yang menimpa prajurit kerajaan. Ia tidak begitu berselera lagi menyantap hidangan ikan bakar yang sudah tersedia di meja. Sesaat ia mengibaskan tangannya dan hidangan tersebut sudah berpindah ke dalam Ring Save.


Hero kemudian merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya. Ia tertidur dalam keadaan masih memikirkan apa yang terjadi di Negara Api.


Pagi-pagi saat Hero bangun, suasana diluar masih gerimis, langit begitu pekat menandakan sebentar lagi akan turun hujan yang begitu deras. Angin pun terasa semakin dingin berhembus di luar penginapan. Hero yang membuka jendela kamarnya kemudian menutup lagi karena dinginnya angin.


"Apa aku harus tinggal disini lagi..melanjutka perjalanan saat situasi seperti ini bukanlah hal yang baik."


Ia merenung sejenak, kemudian ia mengeluarkan ikan bakar semalam yang disimpannya di Ring Save. Hero memulai sarapan paginya.


Benar saja saat Hero selesai menyantap hidangan, Hujan turun dengan lebatnya, udara sekitar pun menjadi semakin dingin.


Hero kemudian duduk di tempat tidurnya, ia memeriksa ring save dan berusaha mencari salah satu kitab untuk di pelajarinya.


Teman-teman di perguruan serta gurunya ketua Fiona memberikan beberapa kitab yang bisa Hero pelajari sendiri.


Hero menemukan satu kitab, lalu mengeluarkannya dari Ring Save. Ilmu kitab Dewa Api.


Hero membuka halaman demi halaman, disitu dijelaskan bahwa siapapun yang menguasai Ilmu Kitab Dewa Api, ia akan bisa mengendalikan elemen api dan merubahnya menjadi kekuatan yang begitu besar.

__ADS_1


"Besok aku harus bergegas menuju tempat yang ditunjukan oleh Naga Roku."


__ADS_2