
"ayah...aku masih tidak bisa terima kalah oleh bocah itu ?" Zarko meluapkan kekesalannya pada Zoro ayahnya yang sekaligus panglima kerajaan api.
"ayah mengerti nak, namun begitulah pertempuran..mau tidak mau kita harus mengakui keunggulan lawan." Zoro sebenarnya juga tidak habis pikir bagaimana Hero bisa melakukan hal seperti yang ditunjukkan dalam pertandingan melawan putranya.
Menyerap khodam lawan adalah hal yang sangat tidak mungkin dilakukan kecuali oleh orang yang benar-benar memiliki ilmu yang begitu tinggi.
"ayah...aku ingin ayah berbuat sesuatu kepada bocah itu yah ?"
"maksudmu apa zarko ?" Zoro menunjukkan raut wajah yang begitu terkejut. Ia tidak menduga putranya akan memiliki pemikiran seperti itu.
"ayah harus selidiki darimana dia berasal dan dia harus membayar mahal untuk khodam milikku yang telah di serapnya."
Zarko begitu terpukul kehilangan khodam miliknya. Naga hitam bukan hanya menjadi andalannya dalam bertarung, namun keberadaan Khodam baginya sangat menambah kekuatan.
Zoro terus berpikir bagaimana menenangkan putranya. Sebagai ayah ia tau betul memang kehilangan khodam bukanlah hal yang bisa diterima begitu saja. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Bisa saja saat ia mencoba menyelidiki malah katauan dan membuat reputasinya hancur.
"baiklah nak...ayah akan membuat mata-mata untuk mengawasi bocah itu." Zoro berusaha menenangkan zarko.
"terima kasih yah atas bantuannya."
Zarko kemudian pamit kepada ayahnya. Ia meninggalkan Zoro sendiri dalam ruangannya.
__ADS_1
"pengawal...aku ingin salah satu dari kalian menyelidiki tentang bocah yang melawan putra ku tadi dalam pertandingan." Zoro berkata pada pengawal pribadinya.
"baiklah akan saya laksanakan..."
"bergegaslah, aku menunggu kabar baik dari kalian."
Malam itu beberapa orang bawahan dari panglima Zoro mengikuti dimana Hero menginap, mereka menyamar sebagai tamu di penginapan untuk memata-matai Hero.
Nyatanya tidak banyak informasi yang mereka dapatkan, karena Hero selepas masuk di kamarnya tidak terlihat keluar untuk memesan makanan atau sekedar mencari angin segar.
Didalam kamarnya hero hanya memusatkan tenaga dalamnya dan tidak menyadari sedang di ikuti oleh pasukan dari kerajaan api.
Ke esokkan harinya mata-mata dari kerajaan api suruhan Zoro tidak banyak memberikan informasi apapun.
Pagi ini Pertandingan segera di gelar, baik Zarko maupun Zoro sudah terlihat duduk dibangku penonton. Mereka mengawasi sekitarnya berharap bisa melihat Hero, namun mereka tidak menemukannya.
"ayah... dimana bocah itu, aku tidak melihatnya ?"
"mungkin sebentar lagi nak...kabar yang ayah dapatkan, ia memang tidak keluar dari penginapan semalam tadi."
"huhhh... kesal aku ayah, ingin rasanya aku membantai dia."
"zarko...jaga ucapanmu, bukankah kau tau betapa tinggi ilmunya..kemarin saja kau tidak sanggup." Zoro memandang dengan tatapan yang membuat jantung Zarko bergetar hebat.
__ADS_1
"ayah....maafkan aku, hanya saja aku masih begitu emosi mendapatkan kekalahan dari bocah yang bahkan baru berusia delapan tahun."
Zarko kemudian diam dan mulai berpikir sendiri. Ia tidak lagi bertanya kepada ayahnya perihal Hero.
"Hadirin sekalian...terima kasih atas kehadirannya, baiklah sebentar lagi kita akan saksikan kelanjutan pertandingan turnamen ini."
Suara tepuk tangan kembali bergelora di sekitar arena.
"Di bagian sebelah kiri kita sambut Li Chung, seorang pemuda berusia lima belas tahun dengan keahlian pedang besar."
Terlihat dari arah sebelah kiri arena masuk seorang pemuda bertubuh kurus dengan membawa sebilah pedang besar di pundaknya.
"dan kita sambut penantangnya dari sebelah kanan, Wegan. Seorang pemuda yang berusia lima belas tahun juga. Ia adalah ahli ilusi."
Dari sisi sebelah kanan keluar seorang pemuda bertubuh sedang memakai baju berwarna hitam serta ikat kepala yang hitam juga.
**Mohon maaf karena kemaren ada kesibukan yang tidak bisa saya tunda sehingga saya tidak up chapter.
Semoga ke depan saya bisa tetep update chapter dari perjalanan Hero. Selalu dukung saya yah, like kalian sangat bearti buat saya.
Jangan lupa buat pembaca setia Hero untuk menjaga kesehatan dalam situasi yang seperti sekarang.
Mudah-mudahan kita bisa melewati ini dan tetep selalu di berikan kesehatan. aamiin**
__ADS_1