pendekar kocak

pendekar kocak
konspirasi pendeta asing


__ADS_3

Kemanakah koai lojin? bisa secepat itu menghilang dari pandangan para pendeta india itu?


Ternyata koai lojin bersembunyi di samping gedung, di balik rindangnya pepohonan.


bisa saja dia menyeruduk masuk untuk menempur para kaum pemberontak di bawah itu, atau bisa saja dengan ginkang nya koai lojin melarikan diri, walau dia yakin tak akan terkejar. tapi koai lojin tidak mau menggebuk rumput mengejutkan ular.


Dia belum tahu seberapa besar kekuatan pemberontak itu. jika ketahuan dia menguping pembicaraan, maka sulit lah dia untuk menyelidiki.


Setelah merasa aman, koai lojin dengan cepat kembali ke penginapan. memasuki kamar nya yang jendelanya memang tidak di tutup rapat. setelah memgganti pakaian ringkas nya demgan jubah kesayangannya yang aneh itu dandanannya. kemudian beranjak merebahkan diri. tapi sulit untuk tidur karena pikirannya banyak berkecamuk soal rencana pemberontakan. apa yang harus dia lakukan?


" hemmm.. tubuh tua ini terpaksa tidak dapat hidup tenang" guman koai lojin dalam hati.


dia melirik ke muridnya goan cang yang sedang tertidur pulas.


" semoga kaum muda seperti murid cang ini dapat menjadi tumpuan harapan kami yang sudah uzur" guman nya kembali dalam hati.


koai lojin menaruh harapan besar pada muridnya ini. dia bertekad untuk mendidik betul betul ahlak dan ilmu kepandaiannya.


"sebaiknya aku ke butong dan shaolin untuk mendiskusikan hal ini" pikirnya


koai lojin merasa kedekatannya dengan butongpay, karena sewaktu kecil dulu paman nya adalah penjaga perpustakaan butongpay. jadi dia memang sering pergi ke butongpay, bahkan di akui sebagai murid luar dari butongpay.


sedangkan kuil shaolin tidak berada jauh dari butong karena masih satu propinsi. maka kesana lah maksud tujuan koai lojin.


karena waktu sebentar lagi menjelang pagi, koai lojin sudah tidak sempat tidur, maka dia memutuskan untuk siulan ( meditasi)


guna mengembalikan kebugaran tubuhnya.


tak terasa 2 jam berlalu koai lojin bermeditasi. terasa segar ketika selesai bermeditasi.


ketika membuka mata, sudah tersedia teh hangat dan bubur ikan untuk sarapan pagi.


rupa nya goan cang ketika bangun pagi, dia melihat gurunya sedang bermeditasi, segera bergegas membersihkan diri dan turun ke lantai 1 yang merupakan restauran kecil. dia memesan sarapan dan membawa nya sensiri ke kamar.


" met pagi suhu, tecu sudah memesan sarapan untuk suhu. harap suhu menyantap sarapan dulu" ujarnya


" terima kasih murid cang"


sambil menyantap, koai lojin memberitahukan bahwa perjalanan mereka ke thian san tertunda, dan memilih menyambangi kuil butongpay karena ada urusan mendesak yang harus disampaikan.


goan cang ikut saja karena buat dia menambah pengalaman pergi ke butong san. setelah koai lojin membersihkan diri, maka mereka pun beranjak pergi dengan mengambil arah sebaliknya menuju butongsan di propinsi yanzhou ( sekarang propinsi heibei) di utara sungai kuning.


Perjalanan ke butongsan memerlukan sebulan perjalanan.


jika sedang istirahat di tengah hutan yang sepi, koai lojin menyuruh goan cang melatih kembali jurus jurus yang ia dapatkan dari.tabib sakti. seperti totokan satu jari dan tembakan bintang ( jurus melempar amgi / senjata rahasia) yang andalannya berupa jarum jarum akupuntur.

__ADS_1


walau sudah tahu akan kemampuan goan cang, karena mendapatkan tenaga sakti secara ajaib. tetap saja hal itu membuat koai lojin takjub.


koai lojin terus menyuruh goan cang berlatih setiap ada kesempatan. tujuannya agar ilmu kepandaiannya itu benar benar mendarah daging, sebelum dia menurunkan hoat jurus dan ginkang andalanmya sendiri.


Tak terasa sudah berhari hari berjalan melewati hutan dan desa desa kecil. untuk memgisi perut, mereka berburu ayam hutan atau kelinci hutan. goan cang semakin mahir melempar semjata rahasia. seperti pada kali ini dia melihat kelinci gemuk.


"cocok untuk makan malam" pikirnya.


lalu pelan pelan tanpa menimbulkan suara dia mendekat, goan cang memutar agar tidak belakangi angin. ini salah satu syarat berburu. agar hewan buruan tidak mencium keberadaan kita.


kemudian dengan bermodalkan batu kecil yang dia temukan, dengan jarak 3 tombak dia melemparkan kerikil itu dengan kekuatan iwekang dan dengan cara melempar amgi ajaran suhu yoksian.


"sreeettt..taaapp!!, kena!"


dengan gembira dia membawa buruannya itu untuk diolah dengan cara di bakar.


koai lojin tersenyum melihat goan cang membawa binatang buruan nya.


sambil goancang membersihkan dan mengolah kelinci hutan itu, koai lojin berkata.


"murid cang,. suhu rasa sebaiknya kau mulai berlatih hoat yang akan aku turunkan. besok pagi kau mulai berlatih. sekarang kau beristirahat lah agar kau bangun dengan kondisi bugar"


" baik suhu"..


setelah makan malam, dengan api unggun tetepa memyala. mereka siulan (bermeditasi) sebentar. melihat dan menelisik kekuatan iwekang dalam tubuh. setelah 2 jam berselanh, goan cang beristirahat. sedangkan gurunya tetep bermeditasi.


koailojin mulai menurunkan sim hoat, pat sian kiam hoat nya. sim hoat bagaimana mengatur dan mempergunakan iweekangnya yang bernama li kong sin cinkeng. juga sim hoat ginkang nya yang melambungkan nama nya.


hong sin khan hun kang.


dengan sabar koai lojin mengajarkan semua kepandaiannya kepada goan cang. perlu beberapa kali mengulang gerakan jurus jurus pat sian kiam hoat, sampai goan cang dapat mengerti inti sari jurus tersebut, juga inti sari dari ginkang istimewa itu. dasar dasar gerakan dan intisari kepandaian sudah goan cang kuasai dalam waktu 1 minggu. sungguh mengherankan untuk koai lojin. memang juga masih kaku, tapi itu dengan sering berlatih paling lama 3 bulan, goan cang akan mahir.


ketika beristirahat, koai lojin pun memberitahukan posisi tempat pertapaan nya di thian san. karena letaknya sungguh sulit ditemukan. sehingga dia memberitahukan secara detil kepada goan cang, koai lojin berpikir panjang ke depan, jika suatu waktu mereka berpisah. atau terjadi sesuatu dengan dirinya. maka dia meminta muridnya agar pergi ke pertapaannya.


Tidak terasa beberapa hari lagi mereka akan sampai di butong san. kini mereka sudah memasuki propinsi anhui.


mereka singgah dulu di sebuah kota lu'an untuk beristirahat dan mengisi perut.


lu'an termasuk kota kecil tapi ramai.


mereka beristirahat di sebuah kedai kecil yang menghidangkan bakpao dan arak.


sambil memyantap bakpao, goan cang memperhatikan lalu lalang para pejalan kaki di jalan depan kedai.


tampak juga beberapa pengemis yang duduk di depan toko toko dan restauran besar.

__ADS_1


goan cang memperhatikan setiap pengemis di punggungnya selalu ada gembolan entah itu satu, dua, atau tiga karung tapi selalu ada. dan selalu membawa tongkat bambu.


"Suhu.. kenapa para pengemis itu selalu membawa tongkat? padahal mereka ada yang masih muda dan sehat tidak perlu tongkat untuk berjalan" tanya goan cang


"Hahaha.. Cang jie.. mereka bukan sembarang pengemis, mereka itu para anggota perkumpulan kaypang, dan tongkat adalah senjata andalan mereka, tongkat pemukul ****** nama jurus nya, lebih hebat lagi jika mereka bertempur dalam formasi" ujar koai lojin.


"oh pantas para pengemis itu duduk bergerombol"


"iya cang jie" koai lojin sambil tersenyum tapi memperhatikan juga para kaypang itu.


setelah selesai mereka mengganjal perut, kemudian mereka melanjutkan perjalanan. mereka melewati sebuah pasar yang saat itu ramai. terlihat para pedagang berteriak teriak menjajakan dagangannya. juga para pembeli yang sibuk menawar atau sedang melihat lihat, tidak ketinggalan para pengemis juga yangbsedang meminta minta.


Tiba tiba ada segerombolan pengemis dari arah belakang datang menyeruak berdesak desakan sehingga goan cang dan koai lojin terhimpit.


ketika berdesak desakan itu salah satu pengemis mengenali kalau dia adalah koai lojin, seorang sepuh yang sudah lama menghilang dari bulim.


"lo enghiong.. koai lojin lo enghiong, apa kabar, masih ingat boanpwe?" tanya pengemis


" aahh kalau tidak salah, sicu adalah sam pek houw sin kay?"


" benar.. lo enghiong, boanpwe pek sam houw".


" Aaah.. maafkan lohu yang tidak melihat gunung *** san menjulang". sambil menjura koai lojin berbasa basi.


" tidak apa.. tidak apa"


" boanpwe sekarang di tugaskan menjabat pangcu di kota lu'an; kalau tidak keberatan silahkan lo enghiong mampir ke tempat boanwpe"


"baik lah jika pangcu tidak keberatan" jqwab koai lojin.


setelah itu mereka menuju ke markas kaypang kota lu'an. tidak jauh dari pasar itu hanya 2 gang saja mereka berjalan lalu berbelok ke kanan masuk ke dalam perkampungan gang gang kecil. maka sampailah di markas kaypang.


sebuah bangunan rumah yang tidak luas, tapi halaman nya luas, dan keadaan rumah itu bersih terawat.


" silahkan di minum teh nya" sambut sam pek houw.


"terima kasih.." sambil memjura koai lojin menyerupur teh hangat


" ada angin apa lo enghiong singgah di kota lu'an? tanya sam pek houw.


"lohu bermaksud pulang ke thian san, hanya hendak mampir dahulu ke butongpay, menghadap ciangbujin, untuk menceritakan masalah bulim yang kelihatanya akan ada goncangan besar" jawab koai lojin.


sam pek terkejut mendengar nya,


" kalau boleh tahu, ada peristiwa apa lo enghiong, apakah sangat penting?" tanya sam pek houw, " kalau menyangkut khalayak banyqk bulim, boleh kah boanpwe mengetahui?" sambung sam pek houw dengan penuh tanya.

__ADS_1


" hmmmm..., begini awal cerita nya...


koai lojin menceritakan dari awal dia sarapan dan melihat pendeta asing, juga pertemuan di gedung keresidenan, dan lain lain yang memyangkut kerajaan, juga menceritakan perihal peta tentang wasiat dewa pedang.


__ADS_2