pendekar kocak

pendekar kocak
penyerangan ke benteng kotaraja II


__ADS_3

mereka pun turun dengan selamat dan cepat bergegas di balik rimbunnya hutan yang berjarak ratusan meter dari benteng kota.


terlihat raut kesedihan di wajah anyuk dan ahuat.


walau tubuh mereka penuh luka dan bersimbah peluh dan darah, tetap terpancar dendam pada hati mereka atas gugurnya lau kin. komandan kim i kwi mereka.


Peperangan berlangsung lama, kotaraja yang tetap kokoh walau di gempur habis habisan. akhirnya mulai kekurangan bahan pangan, sedangkan bantuan tentara dari kerajaan Qin maupun Boan belum datang.


Rakyat di dalam kotaraja yang sudah kesulitan bahan pangan mulai lah memberontak terhadap kebijakan pangeran gao tiong tek ini, dibantu oleh para prajurit Qi yang masih setia pada raja terdahulunya. mereka mulai mengadakan perundingan secara tersembunyi.


dimotori oleh hartawan gwat yang masih kerabat jauh dari raja gao. dia mulai mengadakan kontak dengan para prajurit yang sudah dilucuti oleh tentara Qin.


" tuan gwat.. pasukan kami hanya berjumlah tiga puluh orang, karena mayoritas teman teman kami di dalam tahanan kerajaan" ujar jilay. komandan pasukan intelijen yang menyamar sebagai pemilik penginapan.


" aku rasa cukup dengan jumlah pasukan, tugas kita adalah membuat kekacauan di dalam kotaraja ini seraya mencoba untuk membuka gerbang agar pasukan jendral Liu dapat masuk dan menguasai kotaraja.


mulailah mereka merencanakan aksi aksi yang akan mereka lancarkan.


aksi mereka sebenarnya sangat beresiko tinggi. jika ketahuan, maka sudah pasti hukuman mati menanti.


Jilay mulai membagi bagi tugas yang harus di lakukan oleh anak buahnya.


yaitu melaksanakan pendekatan kepada kaypang cabang kotaraja, mempelajari tipikal pasukan penjaga gerbang kota, mengumpulkan para pejuang dari kalangan rakyar biasa di dalam kotaraja, juga mempelajari gudang ransum, gudang senjata dan gedung gedung para pejabat pengikut pangeran gao tiong tek.


Sementara itu di pihak Pangeran gao tiong tek sudah mendapatkan kabar yang dikirim melalui jalur rahasia. biasanya menggunakan burung pos. bahwa pasukan bantuan dari kerajaan Qin dalam beberapa hari lagi akan tiba. dan akan menggempur pasukan jendral liu dari arah utara.


Begitupun mata mata dari pasukan jendral liu, sudah mengetahui bala tentara kerajaan Qin akan sampai ke kotaraja dalam waktu tiga hari.


dengan waktu yang terbatas itu, maka dengan segenap kekuatan, jendral liu memerintahkan para perwiranya untuk mengerahkan pasukan menggempur pertahanan kotaraja.


sedangkan di dalam kotaraja sudah mulai kekacauan yang di timbulkan pasukan jilay.


terlihat dari jauh kepulan asap yang berasal dari gedung gedung para pejabat yang terbakar. tidak cuma satu tapi beberapa gedung yang berkobar.


terlihat kepanikan para penghuni gedung gedung itu, mereka dibantu oleh puluhan prajurit berusaha untuk memadamkan api.


belum selesai mereka memadamkan api, terdengar bunyi ledakan keras dari arah gudang senjata.


ternyata gudang senjata pun turut terbakar.


hiruk pikuk kepanikan terdengar sampai ke luar benteng kota.

__ADS_1


melihat asap yang membumbung tinggi dari dalam benteng, jendral liu pun bersemangat.


segera dia mengomandoi pasukan perintis untuk menyerang ke gerbang kotaraja menggunakan pelontar batu.


ratusan batu batu besar beterbangan ke arah benteng kota menghantam dinding dan gerbang kota yang sangat tebal terbuat dari besi itu.


"Jendral.. gerbang itu sangat tebal, hanya dengan peledak saja dapat di bobolnya" kata perwira perintis melaporkan keadaan.


Jendral liu terdiam. sebuah keputusan yang berat untuknya. karena dia tahu. menggunakan alat peledak berarti harus ada seseorang yang bersedia membawa dan meledakan peledak itu.


akhirnya setelah lama terdiam, jendral liu berkata,


"kumpulkan para prajurit yang bersedia mengorbankan diri nya untuk kerajaan" perintah jendral liu.


"baik jendral.." tukas perwira perintis itu


tidak lama terkumpul lah kurang lebih seratus orang termasuk perwira tersebut. semangat mereka terpancar di wajah nya walau keletihan peperangan terasa oleh semua orang.


"kalian para prajurit yang terhormat, aku jendral liu memberi hormat atas kesediaan kalian demi kemenangan peperangan ini" ucap jendral liu sambil mengangkat cawan arak.


para pasukan berani mati itu pun menjura memberi hormat.


"perwira utama!" seru jendral liu.


"segera bentuk formasi dan lakukan serangan" perintah jendral liu


"Baik laksanakan perintah!"


kemudian perwira utama itu mohon diri dan cepat mengatur barisan tempurnya.


tiga puluh prajurit dipilihnya untuk maju terus dengan menggunakan tameng di depan dan diatasnya menjadi satu barisan rapat yang di kelilingi oleh tameng tameng berjalan mendekati pintu gerbang kota. di dalam barisan prajurit itu membawa sebuah peledak berukuran buah semangka yang akan di sulut di ledakan pada pintu gerbang.


sedangkan di belakangnya terdapat barisan kedua terdiri dari tigapuluh prajurit. juga seperti barisan pertama, mereka membuat barisan tameng dan membawa satu buah alat peledak.


sedangkan barisan ketiga yang berjumlah empat puluh orang itu barisan pemanah dan membawa tangga guna disandarkan pada benteng jika alat peledak tidak berhasil.


sedangkan para prajurit berkuda dengan tombak tombak dan golok bergagang panjang yang berjumlah ratusan bersiap siaga jauh di belakangnya. menunggu gerbang berhasil di buka.


Dari atas benteng, tentara tentara Qin melihat barisan tersebut. segera mereka menghujam kan anak panah ke arah barisan itu.


serapat rapatnya barisan itu tetap juga tertembus anak panah yang masuk dari sela sela sehingga melukai beberapa prajurit dan mulai bertumbangan. sehingga barisan semakin maju semakin mengecil.

__ADS_1


basisan pemanah tidak tinggal diam.


mereka pun balas melesatkan anak panah nya guna menyibukan para pemanah yang berada diatas benteng.


ditambah lagi dengan lesatan panah panah besar dari jauh yang di lontarkan oleh busur busur besar dengan menggunakan lima prajurit di setiap busurnya.


ribuan panah bertebaran di udara mengancam kelemahan setiap prajurit.


barisan pertama sampai di depan gerbang tapi habis tak bersisa sehingga tidak sempat menyulut peledak karena lebih dulu gugur.


barisan kedua terus merangsek.


korban berjatuhan di kedua belah pihak. tapi lebih banyak korban pada prajurit jendral liu sebagai penyerang.


barisan kedua pun sama, mendapatkan hujan panah yang sengit dari atas benteng.


satu persatu prajurit berguguran.


ketika beberapa tombak lagi mereka mencapai pintu gerbang tiba tiba terdengar ramainya bunyi senjata beradu dari dalam benteng.


sejenak para prajurit menghentikan hujan panahnya pada pasukan perintis ini.


rupanya ada gempuran dari dalam benteng yang di komandoi oleh jilay yang membawa seluruh sisa pasukannya beserta para kaypang menggempur pertahanan gerbang benteng kota dari dalam.


melihat kepanikan sebentar yang terjadi pada para prajurit penguasa kotaraja itu antara terus menyerang ke luar atau menyerang pemberontakan di dalam kotaraja. dalam kebingungan itu, kesempatan baik untuk pasukan perintis. dengan cepat mereka sampai di gerbang kota. segera seorang prajurit menyulut peledak yang di bawa nya.dan melemparkan secepatnya ke gerbang kota.


"Duaaarr!!". terdengar ledakan keras sekali. para pasukan berani mati terlempar tercerai berai dengan tak bernyawa akibat kerasnya ledakan itu.


"kreeekkkk....braaaakk!!!!" suara keras terdengar sampai ratusan meter. termyata gerbang kota yang kuat kokoh itu hancur dan tumbang mengeluarkan bunyi yang keras sekali.


Melihat kejadian itu, tanpa menunggu lama jendral liu berteriak,


"Seraaaang!!"


maka panji panji di kibarkan dan sasangkala di tiup tanda penyerangan di mulai.


terlihat ratusan prajurit berkuda bersemangat sekali. dengan membalapkan kuda nya mereka melaju kencang menerobos masuk ke dalam kotaraja. disusul oleh para prajurit.infanteri yang berlarian dengan semangatnya merangsek maju menerobos gerbang kota yang sudah roboh.


perang berhadapan muka pun tak terelakan terjadi. ribuan prajurit bertempur mati matian. rakyat yang semula diam pun bersama sama mengangkat senjata bersatu padu dengan tentara Qi menundukan para tentara kerajaan Qin yang di pimpin oleh jendral cio.


mendengar bahwa tentara ayahanda nya berhasil masuk ke kotaraja, tinggal tunggu waktu saja akan menyerbu komplek istana. pangeran Gao tiong tek sangat panik sekali. maka dia berusaha melarikan diri dibantu oleh para pendekar dari kalangan hitam, beh bin lomo dan adik seperguruannya lau chu bin lomo beserta para anak buahnya dari perkumpulam lima racun ngo tok kau. mereka berusaha melarikan diri dengan cara menyamar menjadi pengemis kaypang.

__ADS_1


Tapi memang keberuntungan belum berpihak pada mereka,


Anyuk yang ikut menerobos ke komplek istana mengenali penyamaran lau chu bin lomo dan antek antek nya.


__ADS_2