pendekar kocak

pendekar kocak
markas kaypang


__ADS_3

Selama perjalanan menuju markas pusat kaypang di kota lokyang, tidak lupa kim liong sin kay dengan tekun terus melatih murid nya siau ba. selain melatih jurus jurus khas kaypang, sang guru juga mulai melatih dasar dasar iwekang kepada muridnya. memberi pelajaran sim hoat iweekang juga sim hoat langkah kaki patkwa poh. langkah kaki berdasarkan pergerakan patkwa.


" tangan kiri menangkis keluar, tangan kanan memukul tongkat kearah atas. kaki kanan maju setemgah langkah..harus selalu ingat bergerak dengan 8 langkah patkwa"


"jika kau sudah lancar memainkan hoat pah kauw pang ini, baru aku ajarkan pukulan tangan kosong han liong sip pat cang"


" jurus apa itu suhu?"


" itu hoat pusaka perguruan kaypang" dengan bangga kim liong sin kay menjelaskan.


"hoat han liong sip pat cang ini sudah turun temurun di kuasia oleh para tetua kaypang yang merupakan murid inti kaypang seperti gurumu dan kau ini siau ba"


"dengan jurus ini lah kaypang pernah mencapai puncak keemasan nya pada dahulu kala, di jaman ketua xiang hong yang berasal dari suku chitan, lalu ketua ang cit kong, ada pula pendekar besar kwee ceng suami dari ketua kaypang oey yong, dan masih banyak lagi pendekar pendekar perkasa dari kaypang yang malang melintang di bulim mengharumkan nama kaypang dengan jurus jurus pusaka kaypang" tutur kim liong sin kay. Dengan serius penuh perhatian sia ba mendengar. tampaknya cerita guru nya ini membakar semangat siau ba untuk tekun berlatih.


" aku akan berlatih tekun, agar aku tida mengecewakan suhu". tekad siau ba.


Siau ba tekun berlatih selama di perjalanan menuju lokyang. tidak lupa sang guru menurunkan sim hoat han liong sip pat cang kepada siau ba.


selama di perjalanan banyak mereka menemui para pengemis, rata rata mereka pengemis tingkat 1 sampai tingkat 3. dengan tandanya karung 1 sampai karung 3 yang selalu mereka bawa. pengemis pengemis ini selalu memberi hormat ketika kim liong sin kay dan muridnya lewat. karena mereka cukup mengenal para tetua tetua kaypang. di samping karung karung yang di bawa menandakan tingkatan, juga kim pay ( kim pay ini adalah semacam identitas berupa lempengan kecil sebesar genggaman tangan. bisa terbuat dari giok, emas, perak, perunggu, kayu dan sebagainya, kim pay kaypang terbuat dari bambu hijau)


kala itu sore hari, setelah seminggu di perjalanan maka sampai lah mereka di kota lokyang, siau ba terkagum kagum melihat keindahan kota ini. bangunan bangunannya yang megah mengeliling danau besar yang asri. juga banyak perahu perahu yang di sewakan untuk para pelancong yang ingin melihat keindahan pemandangan di sana.


kota lokyang termasuk kota besar, walau tidak sebesar hangchou yang menjadi ibukota kerajaan di selatan. selain kota kaifeng yang menjadi ibukota kerajaan di utara.


di kota lokyang yang terkenal kota pelajar di selatan ini, mempunyai sentra bisnis yang lumayan besar. banyak pedagang maupun saudagar, baik lokal maupun asing yang singgah di kota ini.


sebelum kim liong sin kay menuju markas utama, dia mengajak muridnya untuk singgah di danau dulu untuk sekedar melepas lelah.


terlihat sebuah kapal yang berlayar menuju ke tengah danau. kapal itu agak besar, berbeda dengan kapal kapal nelayan di sekitaran danau tersebut


terdengar suara yang kim ( dawai ) yang di petik dari dalam kapal itu, membawakan lagu lagu romantis, menambahkan indahnya suasana di danau.


kim liong sin kay duduk di tepi danau sambil merem melek merasakan angin yg berhembus sepoi sepoi ditambah lagi suara alunan dawai yang mendayu dayu .sedangkan siau ba... sang guru membuka mata sedikit dia melihat siau ba.. lah kok tidak ada siau ba? siau ba....siau ba.....??! celingak celinguk sang guru mencari siau ba.


ternyata siauba sedang asik mengorek ngorek tanah mencari cacing yang akan di gunakan menjadi umpan memancing di danau.


untuk sang guru alunan musik dan indahnya danau membuat dia senang, tapi untuk siau ba hal itu tak di indahkan nya, malah melihat banyaknya ikan ikan gemuk di danau itu yang membuat dia senang, mata nya berbinar binar sambil mbayangkan ikan bakar.. tak terasa air liur nya menetes. makin semangat saja dia mencari umpan. hahaha.. :p


setengah berlari siau ba mendekati gurunya.


"suhuu.. umpan cacingnya sudah banyak. tecu akan memancing dulu ya. nanti kita makan ikan bakar suhu"


suhu nya manggut manggut senang sambil membayangkan enaknya ikan bakar.


sia ba kemudian berjalan meninggalkan gurunya untuk mancing di atas perahu yang banyak terparkir di tepi danau.


Setelah beberapa langkah berjalan meninggalkan gurunya, tapi kemudian tiba tiba dia berbalik arah berjalan memdelati gurunya.


" loh ada apa siau ba?"


tanya gurunya heran

__ADS_1


"suhuuu.... memancing itu bagaimana caranya?" tanya siau ba dengan muka polos.


"Jiaaaaahhh....!!!!" gubraaakk.... !!!! gurunya terlentang pingsan.. :p


"memancing itu mbutuhkan kail, mata kail dan umpan. juga mbutuhkan kesabaran"


" ucap gurunya.


"tecu tidak punya itu semua suhu"


"hmmm.. kita bisa pakai bambu utk kail, untuk mata kail bisa pakai peniti yang ada dipakai untuk gembolan karungku, hanya tinggal cara mancing nya saja yang harus bersabar menunggu ikan memakan umpan." jawab suhunya.


"kalau begitu biar suhu saja yang memancing, biar tecu menunggu hasil" kata siau ba sambil cengar cengir khas kuda jingkrak.


"haiyaaaa... dasarrrr murid kurang ajar"..PleeeTaaakk!!!!!


"adaaauuw!!!. muncul benjol pangkat dua di kepala siauba karena di jitak gurunya..


Tak terasa hari telah sore , setelah puas mengaso, makan ikan bakar di tepian danau itu mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke markas bengkau yang jaraknya hanya sekitar 2 li dari danau tersebut.


ketika mereka bersiap, tiba tiba muncul sekelabat bayangan orang yang berlari dengan kecepatan tinggi tiba di tepi danau di sebelah kanan dari kedua guru dan murid kaypang ini. jaraknya lumayan jauh sekitar 10 tombak dari mereka. tapi kim liong sin kay dapat melihat jelas siapa yang datang itu.


"be bin lomo?, sedang apa dia kemari?" pikir kim liong sin kay heran.


ada perasaan curiga kim liong sin kay ini karena dia tau. be bin lomo (datuk iblis muka kuda) adalah datuk persilatan kalangan hek to ( hitam) yang jarang terlihat di bulim. kabarnya dia sudah mengundurkan diri dari bulim. tapi tiba tiba dia bisa berada di tempat itu. pasti bakalan ada sesuatu peristiwa penting, pikirnya.


be bin lomo loncat ke sampan yang berada di tepian danau, kemudian dia berlayar menuju ke tengah danau. dia berlayar menggunakan iweekang, tanpa memggunakan dayung. tapi perahu itu melaju dengan cepat. tidak lama setelah dekat dengan perahu besar tersebut yang kini sudah terang benderang pelita. karena sudah sore hari. dia meloncat memasuki perahu.


'siau ba, kau segera pergi ke markas utama, bawa dan tunjukan kimpay suhu mu ini, tanyakan jalan ke markas utama kepada rekan rekan sesama pengemis di dalam kota. beritahukan kepada pangcu utama tentang kejadian disini, katakan suhu mu menyelidiki tokoh hekto be bin lomo yang muncul di kota ini. aku akan menyelidiki ke perahu besar itu"


" baik suhu" siau ba mengangguk, kemudian dia segera berlari ke arah kota.


Sepeninggal siau ba, kemudian kim liong sin kay bergerak perlahan memakai perahu kecil nelayan yang banyak berlabuh di tepi danau.


dia bergerak tanpa menimbulkan suara percikan air memakai iweekang nya.


kim liong sin kay mengitari perahu besar itu. mencari celah dimana ia tidak akan terlihat ketika melompat ke atas perahu tersebut


tampak bagian depan perahu tersebut sebagian ditutup tirai dan dijaga oleh wanita wanita cantik. tapi di lihat dari penampilannya mereka adalah kaum pendekar bulim/ kangouw. karena terselip gagang gagang pedang di balik jubahnya, tapi dilihat dari dandanan nya mereka bukan bangsa han. tapi seperti dari negara boan (mongol)


kim liong sin kay bergerak ke belakang kapal. disana tidak terjaga dan gelap. maka dia meloncat dari perahu nelayan itu. dengan ginkang yang tinggi dia melompat dengan gerakan walet pulang sarang. tanpa terdengar suara dia mendarat di buritan belakang perahu itu. perlahan lahan dia menguping pembicaraan di dalam perahu.


" pangeran.. seperti yang lohu ceritakan bahwa pembesar pembesar kerajaan song telah banyak yang setuju mendukung pergerakan pangeran. sedangkan para pendekar pendekar bulim perhatian mereka sedang tertuju pada pencarian peta wasiat dewa pedang sesuai dengan taktik pangeran yang lohu jalan kan bersama adik seperguruan lohu".


"bagus bagus... kelak jika pemerintahan boan berhasil menggulingkan kerajaan song ini, jasa mu sangat besar, pasti pemerintahan boan khan yang agung pakan mengangkatmu menjadi pejabat istana" tutur pangeran ini. dia adalah seorang pangeran harminto dari mongol.


kim liong sin kay terkejut mendengar pembicaraan mereka. tanpa sadar tarikan nafas nya sedikit cepat walau untuk orang biasa tarikan nafas itu tak terdengar, tapi sudah cukup jelas untuk para pendekar pendekar kangouw yang berkemampuan tinggi. p


"hemmm... sriinggg.... sringgg..." terdemgar cepat nya amgi ( senjata rahasia) meluncur deras dari dalam perahu menembus dinding papan menuju kim liong sin kay berada.


kim liong sin kay berkelit dengan melejit keatas menggunakan ginkang nya, belum sampai dia turun mendarat sampai berdiri benar, sekelabat bayangan bergerak memyerangnya,

__ADS_1


"hiaaatttt...." ma bin lomo melancarkan pukulan tiat ciang( cakar besi) yang terkenal disertai tenaga iweekang sepertiga bagian. niscaya bagi orang biaya saja di jamin jiwa nya akan melayang, andaikan batu saja hancur terkena pukulan itu.


Kim liong terkejut, ketika itu kaki nya belum menyentuh tanah, dia masih dalam keadaan loncat di udara. tapi bukan kim liong jika begitu saja terkena pukulan, dengan indahnya dia menangkis dengan melancarkan tendangan naga sakti menggoyang ekor sin liong pai bi, jurus ke 10 dari han liong sip pat cang.


"haittt..deeess....deeesss....!!"


terdengar benturan keras beradunya kedua pukulan dan tendangan itu.


be bin lomo terlihat bergoyang sebentar tubuhnya akibat benturan, sedangkan kim liong sin kay terpental dan kembali ber poksay indah satu kali, dia mendarat jarak 2 tombak dari be bin lomo.


ketika dia mendarat ternyata sudah di kelilingi oleh para pendekar yang berada di dalam perahu itu, sehingga sulitlah kim liong kabur.


" hahaha.. aku kira kura kura darimana yang berani bermain gila di depan lohu, ternyata hanya seekor lalat busuk dari kaypang" jengek be bin lomo.


ketika datuk sesat itu mempunyai muka yang kurus panjang sehingga waktu tertawa, yang memperlihatkan deretan giginya yang besar besar mirip sekali dengan kuda nyengir. sehingga pas lah dengan julukannya be bin lomo.


Kaki kim liong tergetar akibat benturan tadi. menandakan iwekang dia masih kalah setingkat dengan be bin lomo.


" hahaha.. ternyata ada pertemuan apa di atas perahu ini, tidak tahu nya ada persengkokolan busuk kuda gila dengan pembesar negri boan" kim liong sin kay tertawa nyaring.


Marah lah be bin lomo di ejek kuda liar.


dengan kemarahan yang meluap dia menyerang kim liong.


" haiiittt... mampus kau pengemis busuk!!!, lohu antar ke gerbang giam lo ong (raja neraka)"


dengan pukulan tiat ciang nya menggunakan iweekang sampai seperenam bagian be bin lomo memyerang, terasa hamparan angin yang menderu deru memyertai pukulan itu dan hawa yang sangat panas. tampak jari jari ma bin lomo memerah bagai bara api. menandakan kesempurnaan iwekang nya. ditambah lagi bau amis yang memuakkan. selain pukulan itu berhawa panas rupanya mengandung racun yang mematikan.


pukulan cakar besi ini terdiri dari 9 jurus inti, yang mana setiap jurusnya dapat memecah menjadi 8 ruas jurus perubahan.


jangan kan manusia, batu saja hancur luluh lantak.


Jurus pertama telah dilancarkan be bin lomo dengan pukulan tiat ciang, eng jiaw pek tho ( elang menangkap kelinci, dia bergerak luar biasa.


tangan kanan nya dengan jari jari membentuk cakar menyosor mengarah pada pelipis, tangan kiri menyilang di dada bergerak dengan kecepatan luar biasa. kim liong sin kay menghindar dan melancarkan jurus hong ciam yi liok, burung hong selulup di dalam tanah. jurus ke 6 dari 18 jurus telapak naga menggunakan iweekang sampai seperenam bagian dia menepis pukulan be bin lomo, "Plaaakk...duaaarrr"... dengan memiringkan kepala nya tangan kiri menepis pukulan tangan kanan bergerak menyodok ke atas mengarah pada leher be bin lomo. jika be bin lomo terus melanjutkan serangan itu niscaya lehernya bakalan hancur terkena sodokan kim liong sin kay, di tengah jalan pukulan itu, dia merubah arah serangan menjadi tangan kiri memblokir sodokan dan tangan kanan bergerak menyimpang mengarah pinggang kim liong sin kay," blaakkk... sssssttt..." terdengar angin bercuitan tanda pengerahan iwekang tingkat tinggi di kerahkan, maka serangan kim liong pun tidak di lanjutkan tapi dia bergerak ke kanan setengah langkah dengan langkah patkwa.


jual beli jurus ini terasa panjang, padahal itu hanya seperempat detik saja. saking cepatnya mereka bergerak, yang keliatan hanya bayangan bayangan berkelebat sambil terdengar ledakan ledakan energi benturan. "duaarrr..duarrrrr..braakkkkk.."


Tercium bau amis dari serangan be bin lomo. untung kim liong sudah melindungi tubuhnya dengan hawa khiekang. dengan mengempos kan semangatnya, kim liong bergerak cepat dengan ginkang nya kemudian dia mundur 2 langkah. dengan tarikan nafas nya kim liong menghimpun tenaga gwakang ( tenaga keras) sampai seperdelapan bagian, kemudian dengan kecepatan luar biasa dia bergerak maju melancarkan jurus pertama han liong sip pat cang " naga menggerung memyesal!"


Pukulan yang bersifat keras itu di lancarkan diiringin dengan suara angin yang riuh ribut debu debu berhamburan dan terasa di sekitar nya seperti badai besar.. sedangkan be bin lomo melihat kim liong mulai mengeluarkan jurus simpanan nya itu, maka dia pun mengempos kan semangat, dengan tarikan nafasnya dia mengeluarkan jurus tiat ciang bagian ke 7 dari 9 jurus pamungkasnya. khui hong lay hoe (membuka angin mendatangkan api) tangan nya merah membara sekaligus tercium bau amis yang menyengat.


" hiaaattt....!!!!.. Dessss!!!..Blaaaammm...!!


"Aarrrrghhhh.....!!!!"


Terdengar benturan yang sangat keras akibatnya be bin lomo terdorong mundur 2 langkah dengan mulut menetes kan darah tanda terluka dalam. secepatnya dia duduk bersila memgatur nafas meredakan dalam tubuhmya yang bergejolak denga menelan 2 pil penyembuh luka dalam yang selalu dia bawa nya.


Sedangkan kim liong sin kay dengan teriakan yang menyayat hati itu terpental jauh jatuh ke dalam danau.


segera para pendekar wanita itu lari ke pinggir buritan perahu mencari sosok tubuh kim liong. tapi tidak ditemukan sosok tubuh kim liong, ditambah lagi hari yang mulai menggelap malam, membuat pandangan mereka terbatas.

__ADS_1


__ADS_2