
yok sian terkejut setelah memperhatikan buah itu.
" sungguh Thian (Tuhan) maha pengasih, kau memakan pas 2 buah murid cang" ucap yok sian.
"mengapa begitu suhu?, apa bedanya memakan 2 buah dengan memakan satu atau tiga sekaligus?" tanya goan cang.
Yan cia pun turut mendemgarkan pembicaraan ini.
" ketahuilah muridku, dulu guruku tung hai yok ong ( raja obat pantai timur) pernah bercerita tentang keadaan buah dewa ini. ciri ciri nya persis seperti yang di katakannya, buah ini bernama jit thau sin liap (buah dewa matahari) berbuah 200 tahun sekali, setiap berbuah selalu tiga buah tidak lebih juga tidak kurang".
yok sian berhenti sebentar, sambil mengusap usap janggut lebat nya, kemudian dia melanjutkan:
" jika kau makan satu buah maka efeknya adalah sebelah tubuhmu akan mengalami lonjakan energy yang sangat kuat, sehingga sebelah tubuhmu akan di penuhi tenaga sakti yang sangat besar. tapi sebelah tubuhmu yang lain akan mati lumpuh. jalan satu2 nya harus memotong sebelah tangan atau kakimu itupun tidak boleh terlambat" tukas yok sian
goan cang terlongo memdemgar penjelasan suhu nya ini
"tecu memakan 2 buah suhu, lalu bagaimana? tanya nya
" ya sekali lagi ku katakan dengan ketidak tahuan mu, kau sungguh beruntung murid cang karena kau memakan 2 buah sekaligus"
" karena kau memakan 2 buah maka lonjakan energy pada tubuh kiri dan kanan mu seimbang, di dalam tubuhmu mereka saling beradu melibas melipat antara dua kekuatan itu yang mana akhirnya akan bersatu dan tidur tapi mengelilingi diluar tantian mu tanpa kau sadari, bagaikan naga liar yang mengitari matahari sewaktu waktu terbangun" kata yok sian.
sampai akhirnya pada saat ini kau belajar untuk berlatih iwekang, energy itu terpancing bangkit dan bergerak liar. untung lohu cepat bertindak dan kau cukup pintar untuk mengarahkan energy itu sehingga sekarang dapat kau jinakan dan menjadi tenaga sakti mu di pusat tantian"
" ini semua berkat bantuan suhu, tecu sangat berterima kasih suhu" ucap goan cang sambil menjura memberi penghormatan yang dalam.
" lalu bagaimana jika tecu memakan 3 buah suhu? sambung goan cang bertanya.
"hemmmm... jika kau makan semua sekaligus. maka. kematian lah yang akan kau dapatkan murid cang"
" hah?!".. goan cang terkejut
"kenapa begitu suhu?" tanya nya heran.
" karena dalam keadaan energy kiri kanan mu saling berbenturan dengan dashyatnya sampai kau pun tidak kuat menahannya jatuh pingsan. ketika itu kau makan lagi buah terakhir, yang sama sama menghasilkan energy besar. dapat kau bayangkan bagaiman ledakan energy yang saling berbenturan itu dari 3 energy yang sama kuatnya. tubuh mu akan hancur karena dorongan dari dalam, jangan lohu, dewa sesungguhnya pun tidak dapat menolong" kata yoksian.
goan cang terkaget kaget mendengar nya sampai ternganga. tak bisa membayangkan bila itu terjadi. ada perasaan bersyukur
" untung Thian masih melindungi" ucapnya dalam hati.
" jikalau begitu buah ketiga ini tak berguna untuk tecu, dan berbahaya jika termakan oleh orang lain karena dapat menimbulkan kelumpuhan sebelah tubuh dong suhu, lalu untuk apa buah tersisa satu ini suhu?" tanya goan cang.
" murid cang, walau berbahaya untuk mu ataupun orang lain, tapi jika di olah dengan benar maka tetap berguna, bahkan sangat bagus sekali efeknya" tukas sang dewa obat.
" seperti apa guna nya suhu? dan bagaimana mengolahnya?" tanya yan cia yang sama penasaran sepertu goan cang.
" begini, menurut lohu jika buah ini di rendam dalam kendi mustika milik suhu murid cang si tua koai lojin selama 2 purnama cukup untuk menjinakan racun energy buah ini, efeknya selain araknya pun berkhasiat untuk menyembuhkan luka dalam akibat pukulan hawa sakti dengan cepat. lalu buah yg sudah di rendam itu jika di campur dengan racikan lohu maka sangat mujarab untuk di jadikan pil penawar racun yang segimana kuatnya" kata yok sian panjang lebar.
" baiklah jika begitu, buah ini tecu serahkan pada suhu untuk di olah" tutur goan cang
tapi yok sian menolak
" sebaiknya murid cang dan suhengmu yan cia saja yang mengolah setelah itu kau simpan untuk bekal mu nanti jika sudah turun ke dunia bulim beberapa tahun lagi, nanti lohu ajarkan cara mengolahnya"
" jika begitu, baik lah suhu, tecu akan menuruti perkataan suhu"
__ADS_1
" suheng, tecu mohon bimbingannya" sambil berlutut goan cang memohon.
"bangun lah murid cang" kata yok sian
" baik suhu dan suheng terima kasih"
yan cia pun terlihat gembira dan dia membantu sute nya itu berdiri.
" sekarang tenaga sakti mu bertambah bukan dasar lagi sute" ucap yan cia
" tecu belum tahu seberapa besar iwekang diriku sendiri ini cia suheng" tutur goan cang.
" kalau begitu mari kita mulai berlatih di luar cangte"
goan cang pun mengangguk tanda setuju.
mereka pun segera bergegas ke pekarangan rumah. sedangkan yok sian duduk di kursi goyangnya yang di taruh di teras rumah sambil mengawasi mereka berlatih.
" coba kau gunakan jurus pertama dari totokanmu menggunakan iwekang, arahkan ke pohon siong itu"
" baik suheng"..
jarak antara pohon siong dengan tempat berdirinya goan cang sekitar 1 tombak.
kemudian goan cang merapal jurus it chi chan nya dengan menarik nafas dia mencoba menyalurkan kekuatan iwekang kepada jari telunjuknya. kemudian dia arah kan kepada pohon siong itu.
jurus pertama " hai liong cui eng!!.. hiaatttt!!!...". srrrrtttt....blaaaaarrr!!!!!... kraaaakkk!!!.".
terdengar ledakan keras ketika totokan itu di.lontarkan.
setelah debu berangsur angsur hilang terlihat pemandangan yang membuat goan cang meleletkan lidahnya seakan tak percaya apa yang dia lihat.
yan cia pun terbengong bengong.
pohon siong yang tinggi besar berdiri kokoh itu sekarang tinggal sebatas dada mereka saja dengan lobang besar tapi atas pohon itu telah luluh lantak menjadi aerpihan serpihan bertebaran dimana mana.
yok sian sampai berdiri kaget melihatnya.
" sungguh tenaga sakti yang dashyat" guman nya.
kemudian dia menghampiri murid muridnya yang masih berdiri termangu mangu.
"murid cang" panggilnya
goan cang tersadar dan menoleh
" ya suhu?"
" kau belajar lah menjinakan dan menakar tenaga sakti mu ini. ikuti arahan suheng mu, lohu yakin tidak lama kau akan mulai terbiasa dengan kemampuan barumu ini".
belajar lah dengan tekun semua ilmu yang sudah kau miliki" tukas nya
"baik suhu, tecu akan giat berlatih"
mulai saat itu goan cang bersama suhengnya semakin giat berlatih, masih ada beberapa bulan lagi sebelum suhu nya koai lojin datang menjemput goancang. dan beberapa bulan itu sudah cukup untuk goan cang menguasai semua ilmu yang yoksian warisi.
__ADS_1
Siau ba setiap sore setelah selesai berlatih dengan supek nya ang bin sin kay pangcu utama kaypang, selalu pergi ke danau dengan harapan dapat menemukan suhu nya kim liong sin kay yang telah berbulan bulan hilang itu.
ang bin sinkay merasa terharu melihat sifat siau ba ini, karena itu dia memutuskan untuk meneruskan usaha sute nya mendidik anak ini dengan sungguh sungguh. dia menurunkan semua ilmu silat yang dia kuasai terutama ilmu silat perguruan kaypang nya.
kini siau ba telah mahir memggunakan tongkat nya juga pukulan tangan kosongnya.
walau iwekang maupun gwakangnya masih rendah tapi untuk anak sebaya dia sudah boleh di bilang cukup tinggi. kalau hanya merubuhkan 1 atau 2 orang dewasa saja, siau ba dapat dengan mudah merubuhkan nya.
sering dia duduk melamun di pinggir danau, saking seringnya jadi para nelayan di sana sudah cukup mengenal siau ba yang terkenal periang dan rajin membantu. walau dia dikenal sebagai pengemis oleh orang orang di sekitarnya, tapi siau ba tak pernah mengemis. saat itu sore hari, seperti biasa siau ba duduk di bawah pohon di tepi danau. tak jauh dari sana ada segerombolan anak anak sebaya nya sedang berkerumun. terlihat dandannannya seperti dari keluarga bangsawan kota. siau ba memperhatikan, ternyata mereka sedang mengelilingi mengganggu, menjahili seorang anak wanita teman temannya. melihat itu siau ba merasa kasihan. lalu dia bangkit dan pergi menghampiri.
" deenn... kasihan deeenn.. sudah seminggu saya tidak makan enak".. kata siau ba sambil berpura pura mengemis
"iiiihhh.... darimana datangnya tiba tiba ada pengemis bau disini...?!" jerit salah satu anak itu sambil menjauh dari siau ba.
teman temannya menoleh kaget ke arah siauba
" hushhh... sana pergi dasar pengemis bauuu..." kata seorang temannya lagi
siau ba dengan mimik melihat anak itu yang mengatai nya bau, dia mencium cium dirinya sendiri..
"bauu ya.. bau yaa..? aku kan sudah sebulan tidak mandi" kata siau ba sambil menggoyangkan tubuhnya memperaktekan sepertu sedang mandi.
anak anak itu berteriaj jijik, sedangkan anak kecil yang di jahili oleh teman temannya itu malah tertawa kecil melihat siauba yang montok itu menggoyang goyangkan tubuhnya. persis gentong air yang oleng pikir anak itu.
"hahaha.." dia tertawa kecil
"Hoeekkk....sana kau pergi pengemis bau!!" seorang anak berteriak sambil menendang ke arah bokong siau ba dari samping.
siau ba sadar akan hal itu, tapi dia berpura pura sambil melompat maju setengah langkah bak kuda melompat maju ia menghampiri anak bocah lain nya sambil meminta minta " kasian den.. minta sedekahnya untuk ongkos berendam air hangat den." tukas siau ba.
bocah perempuan itu tertawa geli mendengar ocehan siauba.
tapi dengan lompatan maju itu, tendangan samping anak laki itu mengenai angin.
penasaran akan itu, kemudia dia mengulangi menendang siau ba dari belakang.
"ada nyamuk di pantatku, sunggul gatal"
dengan gerakan mengaruk garuk bokongnya siau ba menepis tendangan itu. karena tepisan siau ba diisi dengan sedikit tenaga iwekang, akibatnya kaki anak itu terasa kesemutan dan dia jatuh terlentang.
"aduuuhhh"... rintih anak itu
"laaaahh kenapa kau tiduran di sini?, ini kan tempat aku" kata siauba sambil garuk garuk kepala.
" jangan jangan kau mau ikutan jadi pengemis seperti aku ya?"
"cuiiihhh... siapa sudiii" jengek anak itu sambil dibantu berdiri oleh teman teman nya
" serang gembel ini" ucap anak yang barusan terjatuh.
"eh eh apa ini" teriak siau ba panik. tapi dia menyalurkan iwekang pada tangannya. gerakan siau ba seperti monyet melindungi kepala dari hujan. setiap pukulan dan tendangan anak anak ini tidak ada yang mampu mendarat di tubuh siau ba. tapi sebaliknya mereka semua meringis kesakitan setiap tangan mereka beradu.
"plaakk...plaakkk..desss...!!!"
aduuhh apa ini jangan keroyok jangan keroyok, aku belum mandi nih" teriak siau ba sambil sibuk menangkis sambil berjingkat jingkat mirip sekali.dengan monyet ditinggal kawin. hahaha :p
__ADS_1