
Tampak berlarian para anggota kaypang diiringi oleh siau ba ke tepi danau itu.
setelah sampai di tepian danau tampak situasi nya sepi. tidak nampak perahu besar tadi, dan tidak tampak gurunya siau ba, Kim liong sin kay itu.
Para anggota kaypang segera menyusuri sepanjang pesisir timur danau itu. juga ada yang bergerak berlayar ketengah danau dengan memggunakan perahu perahu nelayan tapi tidak di temukan sosok kim liong sin kay.
Akhirnya pencarian di hentikan setelah pagi hari. mereka kembali ke markas mereka di pusat kota lokyang.
Siau ba sambil tertunduk sedih membayangkan nasib suhu nya itu akhirnya mau di bujuk juga untuk kembali dulu ke markas pusat di pimpin oleh pangcu utama mereka. Ang bin sin kay.
"Sute.. titik hiat le ini harus di barengi dengan tenaga totokan yang pas, kalau salah sedikit akibatnya bisa fatal pada tubuh si penderita. jika totokannya pas, dapat menyembuhkan dengan cepat". ucap Yan cia dengan memperaktekan totokan totokan satu jari nya dengan media boneka kayu kepada adik seperguruannya Goan ciang.
Goan ciang memperhatikan dengan seksama pelajaran yang di berikan oleh suhengnya. sedangkan sang guru, si dewa tabib yok sian mengawasi latihan mereka berdua sambil duduk dan manggut manggut mendengar yan cia melatih sute nya.
goan ciang berlatih dengan tekun mempelajari ilmu pengobatan,, di samping itu dia di berikan dasar dasar ilmu silat totokan satu jari, mirip it yang chi keluarga Toan. tapi ini jurus it chi chan yang berasal dari shaolin yang terus di sempurnakan dan di pakai dalam ilmu pengobatan yok sian.
karena yok sian ternyata di masa muda nya dulu adalah murid preman dari kuil shaolin sie. karena nya jika ada murid2 shaolin yang datang berobat pada nya, tanpa banyak bertanya pasti dia bantu mengobati. karena terhitung dia masih murid luar biara shaolin.
Goan ciang pun di ajari cara menghimpun pernapasan guna membangkitkan iwekang. yok sian mengajarkan sim hoat iweekang it chi chan ini yang di dengar dengan seksama oleh goan cang.
" dengan posisi bermeditasi dengan mudra kedua tangan diletakan di tengah tepat di posisi tantian, tarikan nafas mu di barengin dengan tenaga murni mu yang perlahan lahan terasa hangat dan lembut itu di simpan di tantian dulu, kemudian dengan hembusan nafas mu. sebarkan secara perlahan ke titik titik hiat to yang berjumlah 108 jalan darah utama. setelah 108 titik hoat to itu kau tembusi, kemudian perlahan lahan coba membuka simpul simpul batang batang kecil jalan darah yang semuanya berjumlah 3600 batang.
jika itu semua kau tembusi maka iwekang mu akan mencapai kesempurnaan yang boleh dibilang hanya ada beberapa orang yang bisa di hitung dengan jari ku saja di seluruh daratan tengah ini" ucap yok sian panjang lebar.
"nah kau mulai lah berlatih sim hoat yang aku ajarkan tadi cang jie"
"Baik suhe, tecu akan mulai berlatih"
kemudian yok sian pun mulai mengawasi goan ciang yang mulai bermeditasi melatih iwekang nya.
Awalnya goan cang kesulitan untuk menyelaraskan pernapasan dan menghimpun tenaga murni nya di tantian. tapi lama kelamaan dia mulai terbiasa.
setelah sekitaran setengah jam dia bermeditasi, tiba tiba ada getaran tenaga hangat yang halus berkeliaran di pusat tantian nya berbeda dengan iwekang yang dia pelajari ini. awalnya terasa nyaman. tapi lama kelamaan terasa semakin kuat pergerakan liar nya hawa itu dan mulai terasa panas membakar sebentar dingin bagai tercebur dalam kolam es. bahkan tubuh goan cang pun terlihat mengeluarkan keringat yang besar besar deras. kulit tubuhnya berubah rubah sebentar merah bagai bara membara sebentar hijau kedinginan bagai giok salju.
__ADS_1
aaahh..aaahh.." terdengar erangan goan cang. "Cepat kau bimbing hawa panasmu salurkan menuju kedua tangan mu, kemudian kembali lalu salurkan turun menuju kaki mu lalu kembali lakukan sebanyak 3 kali mengeliling tubuh mu, kemudian terakhir naik ke ubun ubun mu lalu kembali tekan dan kunci di tantian mu " seru guru nya yang kaget dan dengan sibuk menotok tubuh goan cang banyak sekali titik titik yang dia totok.
tampak tubuh goan ciang bergetar getar, dari ubun ubun nya keluar uap tipis berwarna putih keperakan yang semakin lama semakin berkumpul pekat di atas kepalanya.
tiba tiba uap tersebut dengan cepat masuk kembali ke dalam tubuh goan ciang.
"Aaaahhh.....!!!!"..
Terdengar goan ciang berteriak. kemudian dia terkulai pingsan. untuk tubuhnya sempat di tangkap oleh sang guru yok sian.
kemudian goan ciang di baringkan di pembaringan. dengan tubuh bermandi peluh, terlihat letih sekali yoksian. tanda bahwa ia menggunakan iwekang yang cukup besar sewaktu menotok murid kedua nya ini goan cang.
kemudian yok sian bermeditasi mengatur napas dan menghimpun kembali iwekang guna memgembalikan tenaga nya yang cukup terkuras menyelamatkan goan cang.
cukup lama yok sian bermeditasi sekitar 2 jam. Yan cia yang mengetahui sejak awal. dia sama sekali tidak berani mengganggu proses tersebut dan menjaga diluar pintu kamar. karena yan cia tahu bahwa itu saat saatnya berbahaya sekali jiwa dan keselamatan suhu dan sute nya bila ada gangguan tiba tiba dari luar. setelah dia melihat masa kritis sudah terlewati dengan baik, maka yan cia pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk suhu nya.
dia menunggu dengan sabar meditasi suhu nya ini.
setelah sang guru mendusin dari meditasi nya, yan cia menghaturkan teh hangat.
"suhu, apa yang terjadi dengan cang sute?" tanya yan cia.
"hemmm..." sambil menghela nafas panjang sang guru berjalan keluar ruangan diikuti oleh yan cia.
"nampaknya murid cang ini memakan sebuah mustika yang menyebabkan timbulnya tenaga sakti yang sangat kuat sekali ketika dia melatih energi iwekang" ucap yok sian.
" tapi bagusnya tenaga sakti itu tidak berbenturan dengan iwekang yang sedang dipelajari murid cang, di karenakan iwekang murid cang ini masih kosong dan lemah jadi mudah tenaga sakti ini masuk dan mengisi kekosongan"
" jika suhu mu ini lihat, energi yang dihasilkan sama seperti berlatih iwekang 25 tahun. karunia buat murid cang ini. jika dia berlatih iwekang dari perguruan kita ini selama setahun saja, maka iwekang dia akan meningkat melonjak bagai berlatih iwekang selama 40 tahun"
"hah???.." yan cia melongo sampai mulutnya terbuka menganga lupa di tutup ketika mendengar perkataan sang guru. ( untung saat itu tidak ada lalat lewat ya :D )
"hebat sekali.. sungguh beruntung sekali cang sute" pikir ya cia dengan hati senang.
__ADS_1
Memang jika seorang saudara atau sahabat yang baik itu akan senang dan ikut berbahagia ketika kita mendapatkan suatu karunia. dan akan turut bersedih jika saudara atau teman dekatnya tertimpa kemalangan. itulah murninya persahabatan.
"nanti jika murid cang sudah siuman, aku akan menanyakannya, sebenarnya kenapa dia bisa begitu, sekarang kau pergilah ke gudang obat, tolong godok rumput bintang sebanyak 10 cin di campur madu hutan 2 sendok, setelah murid cang siuman beri dia minum itu dan berikan juga 2 pil teratai untuk mengembalikan stamina tubuhnya.
"baik suhu". ucap yan cia sambil menghormat.
Lama juga goan cang, setelah hampir 8 jam dia terbangun. yang pertama dia rasakan adalah tubuhnya terasa ringan sekali dan pandangan mata nya lebih jernih, bahkan pendengarannya jauh lebih tajam.
" kau sudah siuman sute? sukur lah" tanya yan cia.
ternyata yan cia selalu menemani di samping sute nya itu sampai goan cang siuman.
"mari minum ramuan ini, serta pil teratai ini tadi aku buat masih panas. sekarang sudah mulai dingin" sambil menyodorkan godokan pada mangkok keramik kepada sute nya ini.
"terima kasih cia suheng" ucap goan cang.
sambil meminum godokan dan menelan pil teratai itu. rasanya manis dan sedikit pedas di mulut. tapi mendatangkan rasa nyaman di perut.
"kau sudah siuman murid cang?" kata yok sian yang datang masuk ke dalam ruangan.
" sudah suhu"
seketika goan cang bangkit dari pembaringan dan berlutut.
"terima kasih suhu telah menolong siawte" goan cang menjura.
"sudahlah murid cang, mari duduk. ada yang lohu mau tanyakan"
"silahkan suhu".
" sebenarnya apa yang membuat kau seperti itu? lohu taksir kau memakan sebuah mustika yang dapat membangkitkan tenaga iwekang tersendiri dengan cara yang luar biasa itu"
goan cang teringat akan kejadian di tebing itu. dia pun pernah merasakan hal yang sama sampai dia pingsan dua hari dua malam. dia meraba saku nya dan mengeluarkan buah keemasan itu dan menunjukan nya kepada suhunya.
__ADS_1
"agaknya karena buah ini suhu, semua ada 3 buah tapi tecu telah memakan nya 2 buah"