
para tosu yang melihat serangan yang mematikan itu. dengan tepat nya mereka melompat mengudara menghindar. tak hamya itu, selagi di udara mereka membuka serangan dengan jurus garuda mengibaskan ekor.
Pedang nya berputar seperti mata bor mengeluarkan sinar putih kemilau tertimpa sinar bulan, terdengar deru angin menyambar dari kedua pedang itu. tanda pemgerahan iweekang yang sempurna.
goancang yang melihat serangannya luput dan balik di serang, tindak lantas gugup.
dia menanti serangan itu tiba.
ketika jarak serangan sudah masuk jangkauan nya, maka secepat kilat goancang memainkan jurus pedang
"dewi memetik bunga liu"
pedangnya dia putar memblok kedua serangan itu. sedangkan tangan kiri nya memainkan jurus
"Gin sian cui ouw" dewa mengambil guci arak. mudah saja goan cang menangkap pergelangan seorang tosu yang saat itu masih diudara itu, berbarengan dengan menotok urat lemas pada pergelangan tangan.
"Uuuhh..!!" Teriaknya kaget.
sedangkan kaki kanan nya melancarkan tendangan yang sempat di blok oleh tosu kanan dengan menyambut tendangan dengan tangan kiri nya. lalu dengan meminjam tenaga luncuran itu dia melejit kesamping.
"Sungguh hebat kepandaian mu anak muda.."
ujar pemimpin bertopeng yang sudah berdiri disana.
kedua tosu yang melihat pemimpin mereka melerai, segera undur diri menjauh dan berdiri dekat sang pemilik kapal. mereka segera mengatur nafas untuk memulihkan tenaga.
tampak pemimpin bertopeng itu dengan gagah nya berdiri. nampak berwibawa.
Goan cang memberi hormat.
"Tuan, anda seorang pemimpin gerombolan perompak yang sudah meresahkan, harap maklum jika boanpwe memberi keadilan" ujar goan cang.
"Hahaha.. sungguh pendekar muda yang mengerti tatakrama.. bagus bagus.."
"melihat ilmu yang kau mainkan itu, apa hubungan mu dengan si kakek aneh koai lojin?" tanya pemimpin bertopeng.
goan cang terkejut mendengar pemimpin perompak ini dapat mengetahui gurunya.
"beliau adalah suhu ku" tukas goan cang.
"hahaha.. bagus bagus..sungguh pintar memilih murid" kata pemimpin bertopeng itu.
"Baiklah anak muda, mari bermain main sebentar dengan lohu" katanya.
tanpa menunggu jawaban, pemimpin itu memgeluarkan senjata berupa sebuah tongkat yang berwarna hitam dari balik jubah nya.
kemudian dengan tarikan nafas nya dia memulai serangan.
"Hah?! jurus tah kauw pang?!" seru siauba dalam hati yang melihat pemimpin itu memainkan jurus tongkat pemukul anjing milik kaypang.
jurus jurus yang di mainkan itu terlihat sungguh sempurna, dan mantap karena pengerahan iweekang yang sempurna.
daun daun kering yang berjatuhan di lantai teras bangunan tempat mereka bertukar jurus ini. terlihat bergerak seirama mengikuti ayunan tongkat itu.
jurus yang di mainkan tidak cepat tapi setiap gerakan mendatangkan suara angin yang menderu.
goan cang yang melihat suatu ilmu yang sempurna di mainkan itu. nampak berhati hati, dia tak langsung mengadu ilmu keras lawan keras. dengan ginkang nya menaiki awan. dia berusaha menghindar dan mempelajari celah kelemahan di setiap jurus jurus lawan ini. sesekali melancar kan balasan.
pemimpin bertopeng yang melihat kepintaran goan cang ini sungguh kagum.
maka segera dia meloncat mundur.
"hmmm.. anak muda, kau tidak membalas serangan lohu"
"baiklah, kali ini lohu bertangan kosong" ujar pemimpin bertopeng itu seraya menyimpan kembali tongkatnya.
"Silahkan lohiap" kata goancang yang sudah memyarungkan juga pedang nya.
"bersiap lah!"
__ADS_1
dengan tarikan nafasnya sang pemimpin itu mulai melancarkan jurus tangan kosong nya
"Naga menggerung memyesal!" seru nya.
tempak debu debu berputar mengelilingi pemimpin itu. tanda pengerahan tenaga sakti yang sempurna. angin memderu deru di setiap gerakan tangannya.
pengerahan tenaga gwakang yang hebat.
"Hah?! delapan belas tapak naga!" teriak siauba tanpa sadar. segera dia meloncat dari atap bangunan itu mendekat ke arah pertempuran. bersamaan dengan itu,
goan cang yang melihat dashyat nya serangan keras penuh kekuatan itu,
segera memain kan jurus thai kek kun. jurus dasar tangan kosong dari inti gerakan gurunya ini yang salah satu murid luar butong pay itu.
tampak gerakan tangan goancang yang perlahan tapi di selimuti uap tipis berwarna putih. goancang menyalurkan iweekang sempurna nya pada telapak tangan nya.
"Hiaaatt..!!..weeeess!!..blaaaarr!!"
terdengar bunyi memekakan telinga saat serangan 18 telapak naga itu di lancarkan dan berhasil di belokan oleh goancang kearah tembok bangunan. tampak hancur berantakan terkena tenaga sakti serangan keras tenaga gwakang itu.
goancang dengan thai kek kun nya bisa saja melontarkan balik seramgan itu bahkan dapat lebih dashyat hasilnya karena disertai iweekang nya. tapi goan cang tak sampai hati melakukannya.
kedua tosu serta si pemilik kapal sampai melongo melihat hasil serangan yang dashyat itu. bergidik mereka membayangkan jika mereka yang terkema serangan itu entah bagaimana hasilnya.
pemimpin bertopeng yang melihat serangan pertama itu gagal, segera melancarkan serangan kedua nya.
"berhentiiii!!" lerai siauba yang telah berada di tengah tengah antara goan cang dan pemimpin bertopeng itu.
"Maaf tuan, siapakah engkau?" tanya siauba kepada pemimpin bertopeng itu.
'Siauba.. apa yang kau lakukan?" teriak goan cang.
"Siauba??" guman pemimpin bertopeng itu.
"Apakah kau yang bernama siauba?" tanya pemimpin bertopeng itu.
"Benar tuan, aku yang bernama siauba" ujar siauba.
"beliau adalah suhu ku" dengan nada tertahan, siauba berkata, ada perasaan sedih dalam hati nya.
"Hahaha... Thian maha pengasih...Hahaha..".
tampak pepohonan bergoyang karena getaran tertawa pemimpin itu yang berkekuatan iweekang.
"Siaubaaaa..!!!" seru pemimpin itu seraya membuka topeng nya.
"Hah?!..Su...Suhuuuuuu....!!" siauba berteriaaakk tergagap karena saking kagetnya.
Siauba berlariiii menubruk suhu nya. memeluk erat suhu nya itu.
tak terasa butiran air mata yang mengalir, ada perasaan haru, senang, dan derita selama ini bercampur menjadi satu.
"uuuusss.. kenapa kau jadi anak cengeng begini?" ujar suhu nya yang mengelus elus rambut siauba.
melihat kejadian itu, goan cang menurunkan tensi tempurnya.
"locianpwe" kata goancang seraya memberi hormat.
"Anak muda.. ilmu mu sungguh hebat. gurumu adalah sahabat lohu" kata kim liong sin kay.
"Suhu.. selama ini kemana?, aku setiap hari selalu mencari mu di danau, lalu kenapa sekarang kau menjadi bajak sungai suhu?" kata siauba.
"Hahahaa.. dasar kau bocah bulet.. mari semua masuk kedalam, aku akan menjelaskan semua nya" kata kim liong sin kay.
mereka pun bergegas masuk ke dalam ruangan gedung besar itu. terdapat beberapa rak senjata di kiri kanan setelah pintu masuk.
bagian dalam nya terlihat luas dengan beberapa meja berjajar rapih.
kim liong sin kay menghampiri sebuah meja besar dengan beberapa kursi. seraya mempersilahkan semua yg hadir itu duduk.
__ADS_1
"anak muda, siapakah namamu?" tanya kim liong sin kay
"Siaute goan cang, locianpwe" ujar goancang.
nama yang bagus berarti penuh keberanian.
perkenalkan kedua tosu ini,
mereka adalah tosu tosu murid dari kunlunpay, yang bernama
sia hung totiang dan gouw bun totiang
"salam untuk ke dua totiang" kata goan cang dan siauba.
"hahaha. anak baik anak baik" seru gouw bun totiang.
dan perkenalkan pemilik kapal ini,
jendral cia tay ping.
"hah??" goan cang berseru kaget.
"salam ping goansgwe" ujar mereka
"hahaha.. bagus bagus" seru aweng pemilik kapal yang ternyata samaran dari seorang jendral.
tak lama masuk dua orang pembantu dari balik pintu dalam, membawakan beberapa kendi arak dan cangkir.
"mari mari silahkan.." kata kim liong sin kay.
"baikah, suhu mu ini akan bercerita dari awal kejadian" kata kim liong sin kay.
setelah kim liong sin kay terlempar belasan meter akibat benturan iweekang dengan beh bin lomo itu. dia tercebur ke danau yang luas dan dalam itu. kim liong sin kay yang terluka dalam tak mampu untuk menggerakan badannya berenang. maka dia mandah saja untuk terseret arus danau itu. hanya dia berupaya agar badan nya tetap mengambang. gelap nya malam yang membantu nya sehingga pandangan para penjahat itu yang mencari dia terbatas. kebetulan beberapa ratus meter dari tempat itu ada sebuah perahu kecil, sebuah perahu nelayan yang saat itu sedang berlayar di danau itu. memang nasib belum memperbolehkan kim liong sin kay untuk memghadap Ilahi.
saat itu ternyata perahu itu sedang disewa oleh seorang sepuh. raja obat dari timur.
seorang sepuh yang telah mengasingkan diri nya. puluhan tahun tidak pernah lagi mencampuri dunia persilatan. sehingga di kabarkan telah tiada.
guru dari yok sian si tabib dewa.
postur tubuhnya si kakek raja obat ini kecil sehingga seperti anak umur 12 - 13 tahun. tampak muka nya memancarkan aura bersinar walau rambut sudah memutih tidak ada kerutan pada wajahnya padahal umurnya sudah ratusan tahun.
kim liong di tolong oleh nya dan di bawa ke pantai timur.
perlu berbulan bulan dirinya untuk sembuh. dan perlu beberapa tahun dirinya untuk mengembalikan kepandaiannya. selama itu lah kim liong membantu inkong nya bekerja mencari tanaman tanaman obat. selama di pengasingannya dia mendengar bahwa kota kaifeng telah jatuh ketangan kerajaan Qin. dan raja Qi mundur ke selatan. walau darah mendidih, semangatnya untuk membela tanah air nya tinggi, tapi tubuhnya belum mampu untuk mendukungnya. sehingga dia memgurungkan niatnya untuk turut membela bangsa nya.
ketika saatnya tiba, dia sudah sembuh total, maka di perbolehkan untuk berkelan kembali oleh raja obat sakti itu. maka dia berkelana melalui jalur timur itu keselatan.
disanalah dia bertemu dengan ratusan para prajurit Qi yang terluka dan mencoba mundur yang di pimpin oleh jendral cia tay ping ini. sedangkan jalur mundur itu sudah di tutup oleh pergerakan tentara Qin.
melihat kondisi ini, maka kim liong sin kay mengusulkan untuk membuang semua atribut pengenal para tentara dan berganti seragam dengan memakai baju para nelayan maupun para petani.
untuk menghilangkan jejak, atribut atribut itu mereka bakar bersama jenasah para prajurit lain nya.
lalu mereka melarikan diri memasuki hutan belantara, menyebrangi sungai dengan bantuan rakit. sampai di tempat ini sekarang.mereka bertahan di tempat ini. kim liong sin kay yang sibuk merawat luka luka para prajurit itu berharap akan ada serangan dari kerajaan Qi. ternyata serangan itu tak kunjung tiba.
sedangkan untuk bergerak memgumpulkan kekuatan diperlukan informasi akurat serta persenjataan.
maka oleh jendral cia, di bentuk lah suatu gugus tugas terdepan yang tugas nya mempelajari serta memghubungi rekan rekan sesama prajurit Qi, serta mencari peralatan perang secara rahasia. yakni memyamar sebagai pemilik kapal beserta kelasi nya.
sedangkan muatan saudagar itu hanya lah kamuflase. karena isinya adalah bahan pangan serta persenjataan.
untuk menghindari mata mata. maka dibuat lah sandiwara perompakan oleh gerombolan buaya sakti.
semua penumpang di geledah diperiksa guna memastikan tidak ada nya mata mata dalam setiap pelayaran yang membawa perbekalan.
sedangkan para tawanan, akan di lepaskan kembali berikut barang bawaannya dan tetap di amtar menuju tujuannya.
Siauba dan goan cang yang mendengar penuturan kim liong sin kay ini sungguh terharu. menimbulkan semangat pada diri mereka, betapa mereka pun hendak membela tanah air nya membela keadilan.
__ADS_1
mereka pun mengobrol sampai pagi. apalagi siauba yang telah bertemu dengan guru nya, tampak riang sekali dia.