
ke empat penjahat yang mengepung koai lojin pun merapatkan diri. dsri balik saku nya mereka semua mengeluarkan sebuah cincin kecil yang di sambungkan ke golok masing masing dan sabuk yang mereka lepaskan dari pinggangnya. maka jadi lah golok berantai.
Kini dengan memutar golok mereka bisa melancarkan serangan dari jauh di tambah lagi dengan pola berformasi. menambah daya serang lebih menggedor berkali lipat.
Sungguh hebat formasi ini, mereka bergerak terus, menyerang secara bergantian, memaksa lawan mereka untuk terus menghindar ataupun menangkis serangan sehingga lawan akan kehabisan tenaga. itu inti formasi serangan mereka ini.
Tapi kali ini lawan mereka adalah koai.lojin, kakek yang sudah kenyang pengalaman bertempur dalam dunia persilatan.
Memang di awal awal serangan koai lojin hanya menghindar dan menangkis dikarenakan formasi aneh ini yang dia belum pernah lihat. tapi tidak sampai merepotkan dia.
Koai lojin mempelajari pola serangan berantai ini dan mencari celah kelemahan nya. dengan ginkang nya gerak langkah hong sian, mudah saja untuk koai lojin menghindar.
"Wuuutt...wuuutt..wuuuutt.. hiayaaa!!!!" serangan golok yang di lepaskan dari arah samping serta serangan dari atas kepala secepat kilat menghujam koai lojin.
Dengan memiringkan tubuhnya dan melangkah setengah depa koai lojin menghindar.
"Ketemu!" Serunya dalam hati, ternyata titik kelemahan dari pola serangan itu kelihatan, walau hanya sepersekian detik tapi itu sudah cukup untuk memporak porandakan formasi ini.
koai lojin meloloskan guci wasiatnya.
dengan jurus mabuk dia melayani pertempurannya.
banyak banyak dia menenggak arak, dengan langkah kaki sempoyongan seakan mau rubuh dia memainkan jurus mabuknya. cui kui kun / tinju setan arak.
Langkah kaki yang oleng seakan tak beraturan seperti daun yang di hempas angin tubuh bergerak oleng ke kana ke kiri.
"Hiaaatt.. !!" teriak penjahat yang melempar golok berantai dari depan menuju dada, sedangkan dari kiri datang serangan membabat leher.
Dengan luwesnya koai lojin mengeluarkan jurus setan arak bergelantung. dia berkelit membalikkan badannya seperti pemabuk mau tidur. tangan kanan menyentuh tanah. tangan kiri melancarkan balasan. lolos lah serangan itu tapi penjahat pun tak menyangka dalan keadaan terserang seperti itu koai lojin dapat balik menyerang.
sontak dengan reflek bergeser ke kanan penjahat itu.
walah kejadian itu cepat, tapi sudah cukup untuk koai lojin melancarkan serangan.
Dengan cepat koai lojin melancarkan totokan ke arah pergelangan tangan musuh di depan nya, sedangkan serangan dari arah kiri, di sampoknya dengan menggunakan guci. dengan jurus setan arak haturkan sembah.
"Aaahhh, praang!!!". terdengar jerit kecil berbarengan dengan suara golok jatuh dari musuh di depannnya itu.
serangan koai lojin tidak sampai disitu, dia terus merangsek maju melancarkan pukulan pada rusuk musuhnya.
"Tap!!Tap!!.. Aaaaargh!!! " keluh musuh di depan yang terpental terkena pukulan itu
maka hancur lah formasi para musuh ini.
tak berhenti sampai disitu, koai lojin dengan ginkang nya mengemposkan semangat kembali menyerang musuhnya yang sudah terpencar.
__ADS_1
Dengan jurus setan arak menyebrang lautan, koai lojin yang menggunakan iweekang seperenam bagian melancarkan pukulan yang bergelombang laksana ombak yang bergulung gulung. terdengar suara yang menderu deru dari gerakan tangannya tanda iwekang yang mengalir sempurna.
ketiga penjahat bertopeng yang masih berdiri cepat menyatukan diri. mereka membentuk posisi segitiga laksana ujung mata pisau. memyatukan iwekang bertiga untuk menggepur koai lojin dengan melancarkan satu pukulan maut.
Koai lojin yang melihat hal ini, segera mengambil nafas dalam dalam, seraya menyalurkan iwekang dashyatnya yang bernama li kong sian sinkang (tenaga sakti dewa petir) sampai kepuncak nya di kedua tangannya, uap tipis keluar dari ubun ubun nya, hawa panas terasa berputar putar mengelilingi tubuh koai lojin, kepalan tangannya mengeluarkan kilatan kilatan karena medan energi hawa saktinya.
koai lojin segera melancarkan pukulan geledek yang maha dasyat itu.
"Hiaaaatt....!!!, Desss..!!!...Duaaaarr!!! Aaargghhh...!!"...
Terdengar suara benturan keras yang memekakan telinga, pohon pohon disekitarnya hitam hangus terbakar tumbang akibat ledakan pertemuan kedua tenaga sakti. Koai lojin terdorong mundur 2 langkah, darah menetes dari bibir nya. tampaj terluka dalam. cepat dia mengeluarkan 2 pil oenyembuh luka dalam dari botok di saku nya, lemudian duduk bersila mengatur nafas menghimpun kembali iweekang nya.
Sedangkan ketiga penjahat itu terpental beberapa tombak bagai layangan putus jatuh diam tak bergerak, entah tewas atau pingsan. keenam rekan nya yang melihat rekannya itu terpental, secepatnya mereka menyambar rekan nya. seraya melemparkan bom asap. goan cang dan yang lain nya melihat penjahat melemparkan bom asap, segera meloncat menjauh. karena ditakutkan asap yang mengandung racun.
ketika asap telah memudar, tidak tampak satupun para penjahat itu baik yang terluka maupun para kawanannya.
Goancang segera menghampiri suhu nya yang telah selesai bermeditasi mengatur nafas nya.
"Suhu?!" tanya goancang agak kuatir.
sang suhu hanya menganggukan kepala nya perlahan mengisyaratkan dia baik baik saja.
legalah Goan cang, dia pun memapah suhu nya bangkit berdiri.
"Locianpwe, tecu Laukin mengaturkan terimakasih atas bantuannya". kata lau kin sambil menjura.
"Ah tidak apa, kita sesama kaum bulim harus saling menolong" ujar koai lojin.
"perkenalkan, tecu bernama lau kin, ini adik tecu bernama nio nio dan ponakan tecu bernama A sang". kata lau kin.
"Salam locianpwe" ujar bibi nio nio berbarengan dengan gao wei. yang di perkenalkan nama samaran nya yaitu Asang. menjura memberi hormat
"Ah.. tidak berani, sudah lah sudahlah" ujar koai lojin sambil mengisyaratkan tangannya tanda tidak perlu sungkan.
Sedangkan goan cang menghampiri Asang / Gao wei.
mereka berkenalan dan karena mungkin sebaya, jadi mereka cepat akrab.
"kalian hendak kemana?" tanya Goan cang kepada Asang
" kami hendak membawa dagangan kami ke kota lokyang" jawab Asang.
" kalau cang ti (adik cang) hendak kemana?".
tanya Asang.
__ADS_1
"kami hendak ke thian san"
"ow, kita se arah" kata asang.
" oh ya? bagaimana kalau kita jalan bersama sang ko?" tanya goan cang.
" dengan senang hati cang ti" kata asang dengan gembira.
" baik lah, aku tanya suhu dulu sebentar"
kemudian goan cang memohon ijin agar diperbolehkan jalan bersama. koai lojin pun mengijinkan.
Maka mereka menempuh perjalanan bersama.
Kali ini bibi nio nio yang beristirahat di dalam kereta karena luka nya yang belum memungkinkan mengendarai kereta. maka kereta kuda sekarang di kendalikan oleh asang, dan goan cang duduk di sebelah nya mereka terlihat asik sekali mengobrol dan bersenda gurau.
sedangkan koai lojin memilih berjalan kaki ditemani oleh lau kin yang berjalan kaki pula sambil menuntun kuda nya.
"Locianpwe, menurut pengalaman locoanpwe, siapakah mereka kelompok bertopeng itu?" kata Lau kin membuka pembicaraan.
"hemmm.. kalau di lihat dari ilmu silat yang mereka gunakan sepertinya mereka bukan pesilat daratan tengah ini, seperti luar tembok atau mungkin berasal dari sebrang lautan. karena formasi serang mereka, baru pernah lohu lihat hari ini". ucap koai lojin sambil termenung mengingat ingat pertempuran tadi.
" ya benar seperti dugaan tecu, kelihatannya mereka bukan bangsa han" ujar lau kin.
" kalau dari gebrakan tadi, iweekangnya lurus seperti aliran putih, tidak sesat ataupun mengandung racun" sambung lau kin.
koai lojin mengangguk.
mereka dipusing kan oleh teka teki asal usul penjahat bertopeng itu.
Sebenarnya siapakah mereka?
Ternyata mereka adalah para pasukan pengawal pangeran Harminto dari negeri Boan. mereka mendapat tugas untuk menghadang putra mahkota. dan menangkap hidup sang putra mahkota untuk di jadikan sandera.
Perjalanan menyamar sang putra mahkota memang telah bocor, di karenakan pangeran gao tiong tek banyak menaruh mata mata di istana.
pangeran Gao tiong tek ini lah yang menghubungi pangeran harminto melalui kaki tangan nya agar mencegat rombongan putra mahkota.
Kenapa koai lojin bisa berada tepat ditempat di sana dan menolong rombongan lau kin?
kita mundur kehari kemarin,
Saat rombongan Lau kin tiba di restoran, ternyata koai lojin beserta goan cang sedang makan, posisi duduknya berada di pinggir di teras lantai dua itu. dan dia memperhatikan rombongan orang asing yang berempat itu selalu memperhatikan ke meja lau kin. dugaan koai lojin, bahwa rombongan orang asing ini akan mencelakai lau kin cs. maka koai lojin menguntit nya terus, ternyata dugaan nya benar. ke empat orang itu menghubungi rekan rekannya dengan isyarat dan hanya di mengerti oleh rekan rekan nya.
maka di susun lah rencana penyergapan di bukit yang tadi itu. dan di gagalkan oleh koai lojin yang selalu menguntit para penjahat tanpa diketahui.
__ADS_1
Tentu saja.lau kin senang berjalan bersama koai lojin, walau sifatnya aneh, dandanannya aneh, tapi bantuannya sungguh sangat di butuhkan'
Apa lagi jika penjahat penjahat itu kembali berupaya menyerang nya.