
Terlambat!.. para anggota kaypang itu menyeruduk dengan bersenjatakan tongkat ke arah beh bin lomo.
terlihat senyum tipis di sudut bibir beh bin lomo.
ketika para kaypang yang berjumlah belasan itu mendekat hampir berjarak setengah tombak.
tiba tiba beh bin lomo bergerak melejit keatas. dia bersalto berjungkir balik seraya mengeluarkan jurus tapak racun bidadari.
jurus ke enam dari 7 jurus rangkaian bidadari mautnya.
" iblis menebar benih"
ketika di udara dia membuka kedua belah tapak tangannya dan menghujam energy iweekang yang beracun itu menuju kumpulan anggota kaypang yang menyerangnya.
tercium baru harum menyebar.
para anggota kaypang yang tidak mengerti betapa berbahaya nya hawa pukulan itu, terlambat menghindar.
belasan anggota kaypang itu tergeletak dengan tubuh menggeliat dan nampak kebiruan tapi muka nya tersenyum.
"sungguh Ilmu yang keji, sancay sancay" seru tetua butongpay. ui sek totiang yang ternyata telah berada di samping ang bin sinkay.
"Totiang..aku..hueeekk..." amg bin sin kay memuntahkan darah hitam berbau busuk. ternyata akibat benturan dengan beh bin lomo, tangan ang bin sin kay terkena racun. hanya dengan tenaga dalam nya saja dia dapat menahan laju racun itu agar tidak menyebar.
cepat ui sek totiang menotok beberapa jalan darah ang bin sinkay dan memberikan beberapa pil luka dalam.
"tolong jaga pangcu!" seru seorang tianglo tetua kaypang yang ikut dalam pertempuran itu kepada para anggota kaypang.
"Bertobat lah sicu, sudah banyak korban di tangan sicu" ujar ui sek totiang kepada beh bin lomo.
"hahaha.. keledai tua butongpay ini mencoba menggurui lohu" ujar beh bin lomo.
" lohu bertobat dengan ini!" seru beh bin lomo sambil mengeluarkan sepasang cakar besi nya yang berwarna warni itu.
"hmmmm.. baiklah jika sicu memaksa" tukas ui sek totiang.
" bu tong cit kiam!" seru ui sek totiang.
"Yaaa!! seru para saudara perguruan ui sek totiang.
mereka bertujuh segera membentuk formasi pedang.
sementara itu pangeran harminto yang.melihat pertempuran berjalan seimbang antara prajurit kerajaannya dengan rakyat kerajaan Qi. segera memerintahkan jendral nya untuk mengirim prajurit lapis kedua.
terdengar terompet berkumandang. tambur di tabuhkan.
terlihat para pasukan lapis kedua berbaris. jumlahnya mencapai tiga ribu prajurit. dengan komando tiupan terompet panjang, pasukan itu mulai bergerak ke ajang pertempuran.
rata rata para pasukan boan ini tinggi besar dan kuat. karena terbiasa hidup di gurun. keahlian individu para prajurit ini adalah ilmu gulat nya dan mereka terkenal sebagai ahli panah. jika sudah menangkap lawan. maka gerak lawan dapat terkunci dan dilumpuhkan.
jendral yap yang kala itu sibuk bertempur dari atas kudanya dengan golok panjang menyabet sana sini dengan gagahnya melawan para prajurit berkuda kerajaan boan. jendral Yap terkejut melihat serangan kedua dengan begitu banyaknya pasukan mencapai ribuan lagi.
"Munduuuurrr!!" teriaknya sambil bergerak mundur ke arah selatan.
"Munduurrr..."
"Munduuuurrr.."
teriak para prajurit nya bersahut sahutan memberi aba aba kepada para rekan nya.
memdengar aba aba itu, maka serentak mereka mundur tak terkecuali para pendekar yang menyudahi pertempuran.
__ADS_1
Mereka mundur jauh ke selatan.
sedangkan pangeran harminto memberi aba aba agar pasukannya tidak mengejar. karena ditakutkan hal itu berupa taktik pancingan.
tampak wajah penuh kesedihan di wajah wajah para pendekar dan prajurit karena mereka kalah berperang dan gagal mempertahankan garis pertahanan negara mereka. entah bagaimana dengan pasukan jendral liu di kotaraja.
Ternyata pasukan jendral liu pun bernasib sama. tak kuasa menahan derasnya serbuan tentara kerajaan Qin yang berjumlah ratusan ribu itu. sehingga akhirnya harus merelakan kotaraja kaifeng jatuh kepada kerajaan Qin. dan pasukan jendral liu ini pun terdesak sampai mundur ke arah selatan.
inilah runtuhnya kerajaan Qi. sehingga luasnya kerajaan Qi ini terbagi dua. di utara telah di kuasai oleh kerajaan Qin dengan raja nya kaisar Ying.
sedangkan selatan dikuasai oleh Qi. dengan raja Gao ban yang mengundurkan diri. belajar dari kesalahannya dahulu, kini raja gao membuat kebijakan para pangeran yang berjumlah 7 orang itu di beri kekuasaan masing masing 1 keresidenan. jadi Qi utara terdapat 7 keresidenan. sedangkan tahtanya di gantikan oleh Gao wei. sedangkan kota lokyang berubah menjadi kotaraja kerajaan Qi selatan.
Kaisar Gao wei yang masih muda ini memerintah dengan bijaksana.
terkadang dia terkenang dan rindu akan kawan seperjalanannya ketika berkelana. yakni Goan cang.
entah kapan ada kesempatan bertemu kembali.
sedangkan pangeran Gao tiong tek yang telah berada di kerajaan boan. berniat untuk kembali ke kotaraja kaifeng yang telah di duduki oleh kerajaan Qin. tapi tak disangkanya. dimana mana beredar selebaran yang di sebar oleh kerajaan qin. yang tertulis bahwa gao tiong tek adalah buronan kerajaan dan kepalanya dihadiahi seribu tael emas.
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. begitulah nasib pangeran gao tiong tek.
ibarat seekor rubah licik yang di terkam harimau.
akhirmya pangkat kedudukan dan kemuliaan hilang karena keserakahannya.
Sejak saat itu tak terdengar lagi kabarnya. desas desus yang beredar, pangeran gao tiong tek mati bunuh diri.
kita tinggalkan dulu masalah kerajaan yang penuh intrik ini.
"Hiaaatt.. hiaaattt....eepp..Blaaarrr!!!" fiuhhh.. dengus suara siauba yang mengatur nafas setelah melancarkan pukulan tenaga dalamnya ke pintu gua yang tebal sekali.
"Dasaaar kakek kakek pemalaasss..sudah kenyang makan malah tidurrr" seru siauba kepada kakek kura kura yang sedang asik tertidur di tempat favoritnya yaitu pojokan gua yang hangatm terlihat potongan tulang tulang ikan di dekat nya.
melihat hal itu, siauba timbul keisengannya.
dia mencabut sebatang rumput panjang yang tumbuh di pinggir goa itu. kemudian pelan pelan dengan berjingkat kaki, dia mendekati kakek kura kura itu.
pelan pelan hidung kura kura itu dia kelikitik pakai rumput.
"huaaahuaaahuaaaciiiihhh!!" kura kura itu bersin sampai mengeluarkan ingusnya
"huaaaahahaa..." siauba tertawa terpingkal pingkal sampai terguling guling dia.
tubuhnya yang gemuk itu sampai dada dan perutnya bergoyang goyang ikut berirama ketika tertawa.
sang kakek kura kura tampak merengut. sambil melengos kan wajahnya ke arah dinding. dia tertidur kembali.
"haaalaaahh dasar kakek pemalas" seru nya.
tapi dia berbaring tiduran bersender pada tempurung kakek kura kura sambil membaca kitab silatnya.
persahabatan yang erat terjalin diantara.mereka.
walau hanya seekor kura kura tua yang telah berumur 300 tahun itu. tapi kura kura itu mempunyai naluri yang menyayangi siauba seperti cucu nya.
tak terasa siauba kini telah berumur 15 tahun. tubuhnya semakin tinggi, rambutnya juga semakin panjang tapi di ikat. dengan bentuk wajah yang bulat bersinar cerah dengan sorot mata yang bening. wajah yang memancarkan aura lembut. siapa saja yang melihatnya pasti senang bersahabat dengannya.
di dalam goa ini, dia bertelanjang dada, karena pakaian jubah nya sudah tidak muat lagi. tapi tidak begitu saja dia buang. dengan pakaian bekasnya itu dia membuat celana dengan cara di belit belit untuk menutupi aurat tubuhnya.
Sambil membaca kitab silatnya, dia bertanya pada sang kakek kura kura,
__ADS_1
"kakek.. aku sudah tamat membaca dan mempelajari kitab peninggalan suhu dewa pedang ini, tapi ada hal yang kurang sehingga jurus pamungkas ini belum aku dapatkan. kira kira apa ya kek?" tanya siauba tanpa mengalihkan matanya dari isi kitab pedang itu.
kakek kura kura itu mengangkat kepala nya seakan akan mengerti pertanyaan siauba. tapi kemudian merebahkan kepala nya lagi.
siauba terus memperhatikan kitab dewa pedang itu sampai akhirnya tertidur. wajahnya yang menghadap langit langit gua itu tampak pulas tertidur.
tak terasa sudah berjam jam siauba tertidur.
ketika terbangun,
"Ihh kakek kura kuraaaa.. tubuh mu bau amis sekali. sudah berapa lama kau tidak mandi?" kata siauba sambil mengipas ngipas ke arah tempurung kakek kura kura itu.
kakek kura kura itu hanya membuka matamya sebentar kemudian melengos sambil tertidur lagi.
jika sang kakek kura kura itu bisa bicara, pasti akan bilang "bawel banget sih nih anak!" :D
"lihaatt.. tempurung mu penuh dengan lumut sampai tebalnya seperti permadani di istana raja"
" Ayooo kemari.. aku gosokkan tempurung mu" ujar xiao ba sambil bangun dan berjalan ke pintu goa yang langsung menuju air danau itu.
siauba mengambil batu karang yang penuh berongga sehingga tidak keras. (mungkin kalau jaman sekarang itu yang di sebut batu apung)
kakek kura kura seolah mengerti apa yang di perintahkan oleh xiaoba. maka dia bangun dan berjalan perlahan lahan. kepala nya yang botak dan mukanya yang penuh keriput. menonjol tersulur keluar tempurung melihat xiaoba telah memegang sebongkah batu berongga di tangannya kiri, dan periuk tanah liat di tangan kanan.
"naaahh sekarang kakek lamban mandiiii" ujar siauba. sambil menggosok kan tempurung keras yang sangat lebar itu. sambil sesekali di siram air.
senang sekali siauba ini memandikan kakek kura kura.
sambil bermyanyi dia menggosokan punggung tempurung kura kura.
satu gosok dua gayung,
ini batok atau payung.
kakek lambat namanya konglam,
abis makan eh tidur di kolam.
ceria sekali siauba ini menggosok sang kakek kura kura.
setelah bersih, cepat siauba mengambil kain baju nya. lalu mengeringkan tempurung kakek kura kura itu dengan cara di seka demgan kain baju.
sekarang terlihat bentuk aslinya dari tempurung sang kakek kura kura itu. hitam mengkilap.
titik titik yang dulu berada di punggung kakek kura kura itu sekarang telah nampak lagi.
siauba yang ketika itu sedang menyeka, aambil memperhatikan titik titik itu.
tidak lama dia tercenung tanpa dia sadari, gerakan menyeka tempurung itu terhenti.
lama sekali siaba tercenung sambil memperhatikan titik titik itu.
ini kan simbol pergerakan 7 rasi bintang. kemudian dia seka lagi menggunakan kain..
"Aaahhh... !!" serunya setengah berteriak.
kemudian dia seka lagi.
kembali siauba tetperangah.
"aaahhh rupanya begini cara bergeraknya formasi rasi bintang itu..
__ADS_1
"Aku tahu rahasia jurus.pamungkas dewa pedang itu!" seru siauba dengan mata berbinar sambil melempar kain lap nya itu kesembarang tempat.