pendekar kocak

pendekar kocak
sapu bersih dalam semalam.


__ADS_3

"Sudah jangan terlalu kau pikirkan, umur mu masih seumur jagung, masih sangat panjang jalan hidupmu, pesanku hanya satu, jadilah orang yang berguna untuk hidup orang lain" ujar koai lojin.


"sekarang makan lah lalu istirahat, besok lohu akan mulai mengajarkan sim hoat pukulan tangan kosong padamu" sambung nya.


"baik suhu, tapi sebelum tecu tidur, ijin kan tecu membaca buku"


"hahaha... baik baik, kau ambilah sendiri, pilih yang mana kau suka" ujar koailojin sambil mengambil paha rusa yang sudah matang itu. "Terima kasih suhu" ucap goan cang dengan gembira.


setelah selesai makan dan membersihkan nya. dengan api unggun tetap dibiarkan menyala agar hangat dalam ruangan itu, goan cang naik ke pembaringan dipan kayu nya. sambil membaca buku yang dia pilih dan melihat judulnya yang menarik. dengan di temani sebuah lentera minyak, dia asik membaca kumpulan syair syair kuno karya pujangga Tufu. sampai dia tertidur.


Keesokan hari nya koai lojin mulai melatih goan cang.


koai lojin akan memberi pelajaran beberapa ilmu silat, seperti thai kek kun, tinju mabuk setan arak. untuk menghapal dua kepandaian itu memang tidak lama. tapi mempraktekan nya yang membutuhkan waktu lumayan lama.


"Gerakan tangan mu salah, seharusnya dengan langkah patkwa, tangan kanan mu menarik bukan mendorong.." ujar koai lojin yang sangat perhatian ketika mengajar muridnya itu.


Di tempat lain,. putra mahkota yang menuju lokyang, terpaksa kembali dikarenakan gejolak pemberontakan mulai terjadi. serangan dari suku suku nomaden sungguh melemahkan keadaan negara Qi.


Raja Qi bermaksud mengutus duta besar, terpaksa meminta bantuan kepada negara tetangga nya kerajaan Qin, yang saat itu termasuk paling kuat tentara kerajaannya. mendengar hal ini, pangeran gao tiong tek mengajukan diri untuk menjadi duta besar menjembatani antara kerajaan Qi dan kerajaan Ying, guna meminta bala bantuan. dimana ada agenda tersendiri bagi pangeran gao tiong tek. raja Ying dari kerajaan Qin menyanggupi akan mengirim bala tentara nya guna menjaga kotaraja dan menumpas gerombolan pemberontakan, juga bersedia membantu pangeran gao tiong tek untuk naik tahta, dengan syarat kerajaan Qi harus tunduk pada kerajaan Qin.


para menteri dan jendral yang setia kepada raja Qi memprotes kebijakan raja nya itu. karena sama saja mengundang harimau masuk kedalam rumah.


Tapi apa daya; keputusan raja telah bulat. siapapun tak dapat membangkang, karena hukuman mati menanti bagi yang melanggar titah raja.


Gao wei sebagai putra mahkota pun hanya bisa menerima keputusan itu tanpa berani memprotes.


para rakyat termasuk para pendekar pun tak ayal mengurut dada.


Maka kembali lah Gao tiong tek diikuti oleh seratus ribu pasukan kerajaan Qin yang di kepalai oleh empat panglima kerajaan Qin.


Dia langsung menugaskan tiga panglima untuk menjaga perbatasan dan menumpas gerombolan pemberontak dari suku suku luar. terjadilah perang besar besaran. pangeran Gao tiong tek pun bersama satu panglima kerajaan Qin yang bernama jendral Cio. membawa masuk 20 ribu prajurit kerajaan Qin ke kotaraja dengan alasan melindungi keluarga kaisar.


Pasukan penjaga kota tidak dapat berbuat banyak karena pangeran Gao tiong tek membawa Lengki tanda perintah raja.

__ADS_1


maka masuklah bala tentara asing itu dan langsung menjaga benteng pertahanan kota dan menguasai instalasi vital lain nya. kotaraja benar benar di jaga kota. siapapun tak dapat masuk atau keluar dari benteng kota tak terkecuali rakyat biasa atau para pendekar. bahkan pasukan kerajaan Qi yang bertugas di luar kotaraja tak di perbolehkan masuk. dengan alasan menunggu situasi sampai benar benar aman.


Jendral The yang bertugas menjaga istana dan keamanan kaisar mencoba memberitahukan raja Gao akan gelagat tidak baik ini. tapi tidak di gubris oleh raja sendiri karena hasutan selir Hae won, selir terkasih raja. yang merupakan ibunda pangeran gao tiong tek.


siang hari Pangeran gao tiong tek pergi menghadap raja, guna melaporkan keadaan kerajaan Qi beserta ibukota telah aman terkendali. padahal ini hanyalah siasatnya untuk mempelajari keadaan istana, siapa yang bertugas waktu itu dan berapa banyak kekuatan prajurit yang menjaga istana.


Raja Qi yang awalnya merasa curiga karena mendapat laporan akan kehadiran banyak tentara Qin di luar istana di dalam kotaraja, akhirnya kecurigaannya itu sirna karena memganggap Gao tiong tek selaku salah satu putranya itu tak mungkin berkhianat di tambah lagi bujuk rayu selir Hae won yang meyakinkan.


Dengan merasa gembira, raja mengadakan pesta karena para pemberontak berhasil di pukul mundur.


raja mengundang para menteri menteri nya untuk ke istana mengadakan jamuan. tak terkecuali putra mahkota.


Putra mahkota walau merasa curga tapi tak mampu berbuat banyak. hanya dia memang meningkatkan kewaspadaannya. dengan menitahkan pengawal pribadi nya, jendral Lau kin untuk selalu waspada.


sebelum Pangeran gao tiong tek menuju istana pada siang hari itu, dia mengadakan rapat darurat dengan para menteri menteri yang berpihak padanya. akhirnya mereka sepakat menjalankan siasat meracuni dengan bubuk pelemas yang di campur pada makanan untuk para prajurit prajurit penjaga istana. sedangkan makanan untuk keluarga kerajaan tidak mungkin di bubuhkan racun karena selalu di uji sebelum di suguhkan.


Akhirnya malam perjamuan pun tiba. Raja dan para pengikutnya telah berkumpul di istana kerajaan. berpuluh puluh makanan di sajikan. tak terkecuali untuk para prajurit yang berjaga. di hadiri juga oleh putra mahkota, permaisuri liu, para pangeran lain nya, tak terkecuali pangeran Gao tiong tek, serta utusan kerajaan Qin. Jendral cio goanswe.mereka benar benar berpesta pora. arak tak henti henti nya di suguhkan. seperti ban berjalan yang tak berhenti. habis isi ulang, habis isi ulang.


Disaat mereka sudah mabuk, mereka tak menyadari ada sekelompok bayangan berpakaian gelap dan memakai topeng mendekati istana. gelapnya malam dan racun pelemas yang sudah bekerja pada prajurit membuat penjagaan mereka mengendor.


prajurit kim i kwi yang bertugas di dalam istana, mereka mempunyai disiplin tinggi. tidak makan dan minum selama bertugas. dan mempunyai ilmu kewaspadaan tinggi.


mereka lah yang pertama mengetahui ada penyusup memasuki dalam istana.


"Awaaasss... penyusup!!!" teriak salah satu prajurit kim i kwi.


segera bunyi kentongan tanda bahaya di kumandangkan.


tapi terlambat, ratusan penyusup telah memasuki istana. terjadi perang kecil antara pasukan kim i kwi.


pasukan kim i kwi segera membentuk barisan panah. sedangkan sebagian pergi ke dalam aula istana untuk membawa raja pergi memyelamatkan diri.


tapi apa daya, jumlah penyusup itu ratusan. sekuat nya pasukan kim i kwi bertahan panah berseliweran menghalau gerakan penyusup. tapi tidak dapat menahan seluruh penyusup yang jumlahmya ratusan orang.

__ADS_1


sebagian mulai memasuki istana dan membunuhi para abdi kerajaan tak terkecuali para menteri.


Melihat hal itu, segera dua orang pengawal raja yakni jendral the dan wakilnya yang selalu berada disisi raja mencoba untuk membuka jalan darah menyelamatkan sang raja gao dan permaisuri. terjadi perang kecil yang tak seimbang di dalam aula antara jendral the dan penyusup bertopeng. jual beli jurus terjadi. beberapa penyusup pun mendapatkan perlawanan dari pasukan kim i kwi didalam aula. tapi satu persatu tumbang. keadaan benar benar sangat kacau, korban berjatuhan di kedua belah pihak, para menteri yang berusaha melarikan diri tetap tidak dapat meloloskan diri. satu persatu terbunuh


Lau kin yang saat itu menjaga putra mahkota, sibuk memberikan perlawanan guna membuka jalan menyelamatkan gao wei sang putra mahkota.


Raja yang di jaga oleh dua jendral kemudian bertambah 2 prajurit lagi menjadi 4 pengawal berusaha membuka jalan darah menuju ke tempat persembunyian. melihat ini belasan pasukan bertopeng itu merangsek maju untuk membunuh kaisar.


pertarungan yang tidak seimbang itu lambat laun membuat empat pengawal raja itu kewalahan walau mereka bertempur bak singa terluka. sudah beberapa luka bacokan yang mereka terima, tapi tetap mereka bertempur gagah berani.


gao tiong tek pun bertempur dengan para pasukan bertopeng itu tidak jauh dari sang raja dan putra mahkota. mereka bertempur sambil mundur ke arah belakang.


Suatu ketika Gao tiong tek melihat kesempatan untuk membunuh sang raja, kesempatan itu tidak dia sia sia kan.


Dia ayunkan pedangnya untuk membunuh sang raja.


"Hiaaatt... Cresss!!!... Aaaahhh!!!!" teriakan keras terdengar.


semua terkesima..tak terkecuali Gao tiong tek yang mengayunkan pedangnya. pertarungan seketika berhenti sebentar karena semua tertegun tanpa di komandoi.


Terlihat lantai penuh dengan simbahan darah dan sebuah potongan tangan. ternyata itu adalah tangan Gao wei. sang putra mahkota. yang melihat gelagat tidak baik dari kakak tirinya, begitu dia melihat sang kakak mengayunkan pedangnya, secepat kilat dia meloncat melindungi ayahanda nya, berada di tengah tengah antara raja dan pangeran Gao tiong tek. sehingga bukan sang raja yang menjadi korban, melainkan putra mahkota yang mengorbankan tangannya. Gao wei tergelatak pingsan.


melihat semua tertegun. tidak di sia siakan oleh jendral the, cepat dia mengangkat sang raja dan bawa kabur ke belakang menuju pintu rahasia.


"Kejaaarrr..". teriak pangeran gao tiong tek.


beramai ramai mereka mengejar, meninggalkan para penghuni istana yang masih hidup atau terluka, juga meninggalkan putra mahkota yang tergeletak pingsan. karena tujuan utama mereka adalah menawan atau membunuh sang raja.


Lau kin yang melihat kesempatan itu, dengan cepat menotok jalan darah di pangkal lengan gao wei dan secepat kilat menggaet tubuh gao wei kemudian melarikan diri melalui jalan sebaliknya dari para pasukan bertopeng yang mengejar sang raja, memasuki lorong lorong rahasia yang hanya pasukan pengawal abdi dalam istana. akhirnya lau kin berhasil meloloskan diri membawa sang putra mahkota.


dia mengambil jalan rahasia di bawah istana terus dia berlari keluar masuk lorong yang berkelok kelok. akhirnya sampai pada satu tangga yang atasnya berupa pintu geser.


Dia menaruh putra mahkota dengan hati hati. kemudian lau kin naik tangga dan membuka pintu geser secara perlahan guna melihat situasi di balik pintu tersebut.

__ADS_1


melihat keadaan lengang, lau kin meloncat keluar dari pintu itu. rupanya pintu itu menghubungkan jalur pelarian istana menuju sebuah ruangan di luar istana. tepat nya sebuah gudang beras di sebuah penginapan yang bernama seribu pintu.


penginapan ini adalah sebuah kamuflase yang hanya di ketahui oleh para pengawal raja dan putra mahkota. penjaga dan pelayan penginapan adalah para pengawal kerajaan yang sehari hari nya menyamar menjadi karyawan penginapan itu.


__ADS_2