
setelah menempuh perjalanan selama 2 hari tanpa hal yang mencurigakan, mereka akhirmya sampai di kanglam pada malam hari.
kanglam atau kota selatan sungai. termasuk kota yang besar, tak sulit untuk mereka mendapatkan penginapan. goan cang memesan 2 kamar yang berdampingan. di lantai 2. dengan jendela memghadap ke taman.
setelah membersihkan diri, goan cang merebahkan diri untuk beristirahat.
tapi tak juga dapat memejamkan mata nya.
maka dia bangkit dan keluar kamar nya dan menuju ke taman. melalui lorong dan pintu samping di lantai dasar penginapan.
goancang melihat seseorang seperti sedang bersembunyi dalam kegelapan di balik pintu samping dan perhatiannya seakan tak berkedip memperhatikan taman.
setelah di dekati, ternyata goancang.
"ba te, ada apa?" tanya goancang yang berbisik memakai ilmu penyampaian suara. yang hanya bisa di dengar oleh orang yang ditujunya.
tanpa menoleh, siauba memberi isyarat agar melihat ke arah yang dia tunjuk.
goan cang pun memperhatikan, ternyata ada beberapa bayangan yang bergerak dengan ringan nya loncat dan berlarian di atas atap penginapan itu.
kemudian dengan menggunakan tali, turun di depan jendela goancang. kemudian melobangi jendela dan meniupkan sesuatu yang sepertinya asap bius.
melihat ini, goancang sudah akan bergerak. tapi di tahan oleh siauba.
bayangan itu tampak masuk ke dalam kamar goan cang, tak lama mereka keluar lagi dengan menoleh ke kiri kanan. lalu melesat dengan ginkangnya menuju arah utara, arah ke luar kota.
goancang dan siauba bergegas membuntuti mereka.
mereka terus berlari memasuki sebuah hutan kecil.
siauba memperlambat lari nya. dengan hati2 mereka memasuki hutan. tak lama mereka berjalan tampak ada nyala api unggun dari kejauhan.
dengan tanpa suara goancang dan siauba mendekat.
ternyata ada beberapa orang dengan berpakaian dan bertopeng serba hitam sedang berkumpul di depan api unggun. dan ada sebuah kereta kuda yang dalam nya tidak dapat terlihat karena di selimuti oleh tirai.
agaknya beberapa orang yang bertopeng ini lah yang menyatroni kamar goan cang.
siauba dan goancang bersembunyi untuk melihat situasi dan mencuri dengar.
"tuan, mereka tidak ada di penginapan" kata seseorang yang bertopeng itu sambil menjura menghadap kereta.
"hmmm.. waspada!. cepat bubarkan diri!" seru seseorang dari dalam kereta kuda.
"Baik Tuan!" kata orang yang memberi laporan itu.
"Apa aku orang yang kalian cari?" kata goancang seraya melompat keluar dari tempat persembunyian.
"Serang!" teriak seorang yang memakai topeng.
tanpa aba aba kedua kali nya, mereka mencabut pedang dan bergerak cepat memyerang goan cang.
sementara itu, kereta kuda yang melihat gelagat pertempuran, oleh kusirnya segera berbalik arah dan meninggalkan medan laga.
siauba yang melihat kereta kuda akan meninggalkan tempat itu, dengan ginkang nya segera melompat berpoksai satu kali dan langsung menghadang laju kereta kuda itu.
"mau kemana? kok cepat cepat amat akan pergi?"
kita kan belum berkenalan" kata siauba sambil menarik pelana dan menahan laju kuda itu dari arah depan. sehingga kusir kuda itu jatuh terpelanting bergedebuk.
tiba tiba meluncur dua buah pisau kecil dari dalam kereta kuda.
siauba yang memang telah siap akan serangan gelap, segera mengelak ke samping.
__ADS_1
tak hanya itu, tiba tiba terasa serangkum angin pukulan yang bergulung gulung dari dalam kereta.
siauba yang mendapat serangan itu, terpaksa melepaskan kendali pelana, dan menyambut angin pukulan itu dengan mengibas kan lengan baju nya.
"sreeett..breeettt.."
lengan baju siauba hancur..bagai sobek lapuk. dan siauba terdorong mundur selangkah.
"hmmmm.. tak melihat gunung taysan menjulang, ternyata ada orang hebat di dalam" kata siauba menjura. seraya melancarkan hawa pukulan di rangkuman tangan nya memakai iweekang seperlima bagian.
iweekang siauba yang menghaturkan angin dingin yang menerjang ke dalam kereta kuda itu tampak tirai penutup kereta berkibar tak karuan karena adanya benturan tenaga dalam yang tak kasat mata dari luar dan dalam kereta.
kuda kuda meringkih tak tenang. karena naluri nya merasa bahaya yang mengancam.
seketika kuda kuda itu lari semburat membawa kereta. siauba mengejar nya.
tapi baru belasan meter kuda itu lari, tiba tiba terhenti, bagai ada satu kekuatan besar yang menahan laju kereta itu.
tak lama meloncat lah seorang pria dengan memakai topeng dari dalam kereta.
" rupanya semua memakai topeng, apa sekarang lagi trendy ya memakai topeng?" tanya siauba dengan tampang polosnya.
"atau muka nya jelek jelek mungkin ya?" sambung siauba.
"bocah tengik, ****** kau!" orang bertopeng itu marah mendengar perkataan siauba, seraya menerjang melancarkan pukulan.
"sreeett!..!" "Plak!"
pukulan yang mengarah ke muka siauba, dengan mudah siauba menghindar berkelit memangkis serangan itu.
terasa olehnya lengan yang ditangkis oleh siauba seperti di aliri listrik, menyengat memyentak.dan angin pukulan mya berhawa panas. tanda pemgerahan iweekang yang sempurna. tampak dari jual beli jurus perdana itu, siauba kalah setingkat iweekang nya oleh orang bertopeng itu.
siauba tak berani ayal, dia segera menghimpun energy iweekangnya dengan meningkatkan khikang pelindung tubuh, dan mengaliri sebagian iweekang pada kedua lengan nya.
"terima ini!" sambung nya.
tampak serangan pukulan tangan kosong mengarah beberapa tempat pada tubuh siauba.
tapi siauba yang sudah menguasai langkah kaki tujuh rasi bintang, segera menghindar berkelit dan sesekali melancarkan balasan.
siauba tidak mau memapak langsung serangan pukulan pukulan. karena dia memang kalah setingkat dalam hal tenaga dalam nya.
melihat hal ini, girang lah hati pemyerang itu. dia memperhebat pola serangannya.
siauba pun semakin sibuk
menghindar.
puluhan jurus telah berlalu, walau siauba tetdesak, tapi orang itu tak mampu merobohkannya.
tiba tiba orang bertopeng itu meloncat jauh.sambil melempar amgi, siauba yang waspada, cepat melejit ke atas sehingga senjata rahasia itu lewat di bawah kaki nya.
ketika siauba mendarat, belum kaki nya menyentuh tanah, sudah di serang oleh tendangan cepat.
terasa sekali temdangan itu berkekuatan iweekang yang dashyat.
siauba dengan pintar nya meminjam tenaga lawan dengan menyambut tendangan itu memakai telapak tangannya, dan membiarkan tubuhnya terdorong jauh karena daya lontaran. berpoksay di udara dan turun dengan ringan tanpa suara bagai kapas tertiup angin. suatu demonstrasi ginkang yang memukau.
melihat siauba tak terluka, bukan main mutka nya orang bertopeng itu,
dia segera merapal.ilmu andalannya. suatu illmu silat yang belum pernah siauba lihat. tampaknya bukan berasal dari daratan tengah. terlihat dari kedua telapak tangannya keluar uap putih. menandakan orang bertopeng itu mengerahkan iweekang sampai ke puncaknya.
melihat lawannya telah mengeluarkan ilmu andalannya,
__ADS_1
siauba pun tak ketinggalan, dengan tarikan nafasnya, dia merapal andalannya, delapan belas telapak naga dengan menyalurkan tenaga gwakang pada telapak tangannya.
terdengar suara berkrotokan, terlihat urat tangan menyembul keluar.
"huuuppp...naga menggerung menyesal..!
terlihat perlahan lahan debu debu terangkat dan beterbangan, semakin lama semakin tebal bergerak seirama mengelilingi siauba, "wuuuuuttt..wuuttt..!!! terdengar jelas suara amgin yang berhembus bercuitan setiap siauba menggerakan tangannya.
"hiaaattt...!!!!..Blaaamm!!!..Derrrrr...!!"
Terdengar suara keras memekakan telinga dan terlihat sepercik kilatan akibat benturan dua kekuatan dashyat.
siauba terdorong mundur 2 langkah. tampak darah menetes dari bibirnya. tanda dia terluka dalam.
sedangkan lawannya hanya bergetar bergoyang tubuhnya. walau tak sampai terdorong, tapi cukup membuat guncangan hebat dalam tubuhnya.
secepatnya dia mengatur nafas meredam goncangan itu.
siauba yang terluka dalam sudah lebih dulu menotok hoat to dekat dadanya sendiri kemudian menarik nafas meredam luka dalam nya. walau terasa nyeri dalam tarikan nafasnya tapi dia berusaha menahan agar tidak roboh.
"kau hebat juga anak muda..!" kata orang bertopeng itu yang melihat siauba terlihat tetap berdiri demgan gagahnya.
siauba mendengar seruan pujian itu, hanya tersenyum dengan gaya menantang.
"lohu masih penasaran anak muda!, tapi nanti tidak sekarang. lain kali kita lanjutkan!" seru orang bertopeng itu. yang dengan cepatnya berkelebat pergi sambil bersuit nyaring.
para pengeroyok goan cang, yang mendengar suitan itu pun segera menjauh dari pertempuran dan berkelebat menghilang di balik gelapnya malam.
goancang tak mengejar, karena dia tahu mengejar dalam hutan dan gelap sungguh berbahaya.
"hueeekkk...!"
siauba yang daritadi menahan diri, akhirnya memuntahkan darah segar setelah kepergian orang bertopeng itu.
"ba te..!" seru goan cang yang berlari menghampiri siauba.
dengan cepat goancang menotok beberapa hoat to di tubuh siauba dan memberikan beberapa pil luka dalam.
"Cepat minum !" tegas nya.
kemudian dia segera memyalurkan hawa murni nya ke siauba untuk membantu siauba menata kembali iweekangnya agar tidak membalik membahayakan organ organ tubuhnya.
sekira seperempat seperminuman teh, tampak siauba yang pucat berangsur membaik, goancang segera menarik kembali hawa murni nya.
"terima kasih cang ko" tutur siauba.
goan cang hanya mengangguk sambil mengatur pernafasannya.
"Siapakah orang bertopeng itu?, tenaga iweekangnya sungguh sempurna. tampaknya dia pemimpin gerombolan bertopeng" kata goan cang.
"ya benar cang ko, dan kelihatannya dia mengincar surat yang kau pegang cang ko" kata siauba.
" kalau begitu kita harus secepatnya sampai di lokyang, saat ini juga kita berangkat" kata goan cang.
"baik cang ko, mari kita kembali ke penginapan untuk mengambil barang barang lalu langsung brkt ke lokyang, jangan tunda lagi" kata siauba.
"apa kau sanggup ba te dengan luka mu ini?" tanya goan cang.
"ah tidak apa cang ko, hanya luka ringan" kata siauba.
"Baiklah jika begitu, Mari..!" tutur goan cang.
maka mereka pun melesat cepat dengan ginkang nya menuju penginapan dan langsung malam itu juga mereka bergerak cepat dengan kuda nya menuju kota lokyang.
__ADS_1
"gerangan apa isi surat ini, sampai di perebutkan oleh orang orang bertopeng?" pikir goan cang sambil membedal kuda nya.