
Penjahat bertopeng itu terlihat senang, hanya beberapa depa lagi hampir di pastikan anak muda ini akan terkena totokan nya.
"pletaaakk!!! Aauuu..!!" penjahat itu berteriak keras sambil menarik tangan nya. tanpa dia duga sebutir kerikil yang di lemparkan seseorang tepat mengenai lengan kanan nya yang terjulur menotok.
"kurang ajar!!!.. siapa berani bermain gila dengan siawya mu?" seru nya dengan marah.
"hussshh... berisik.., cang jie lihat lah ada kerbau marah. hidungnya mendengus seperti kemasukan cabai. hahaha.." terlihat di atas pohon seorang kakek yang berbicara pada cucu nya.
" waah lucu sekali kerbau nya marah marah suhu, mungkin belum ketemu sawah, bagaimana kalau kita pecut agar segera membajak sawah, suhu?"
ternyata mereka adalah koai lojin dan goan cang yang duduk di atas pohon jambu hutan. Goan cang lah yang melempar amgi yang berupa ****** jambu ke tangan penjahat sehingga totokan penjahat itu gagal.
"kurang ajar.. !!!" marah lah penjahat bertopeng itu karena dia dianggap kerbau sawah. pertarungan antara bibi nio nio dan beberapa penjahat terhenti mendengar teriakan rekan nya itu.
Salah satu penjahat bertopeng itu melemparkan tombak nya ke arah koai lojin.
melesat dengan cepat sekali, lemparan di sertai iweekang yang kuat sehingga tombak itu meluncur menderu deru. koai lojin yang di tuju tiba tiba berkelebat menghilang dari pohon itu. sedangkan tombak bukan saja menancap tapi tembus membuat bekas lobang pada pohon jambu itu. sungguh demonstrasi kekuatan iweekang yang kuat.
koai lojin pun unjuk ginkang kesohornya itu, dia menghilang berkelebat tiba tiba berada di belakang penjahat itu dan menendang bokong nya.
"Heekkk..!!".. teriak penjahat bertopeng.
sontak penjahat itu kaget tapi tidak sempat menghindar, maka jatuh terjerambatlah dia.
"heeei kerbau ayoo jangan mendekam di sini, sana kesawah ayoo cepaat cepat.." seru koai lojin dengan tangan seperti gembala menghalau ternak nya.
melihat teman nya terkena tendangan koai lojin, maka dengan berseru marah dia membacokan goloknya dari samping
sayang kali ini lawan nya koai lojin salah seorang maestro ginkang di bulim. dengan mudah nya koai lojin menghindar lalu mempermainkan penjahat itu.
sementara bibi nio nio cepat merapat ke kereta kuda dimana gao wei duduk di dalam nya. di bantu gao wei yang membubuhkan obat luka luar untuk menghentikan pendarahan. bibi nio tetap berdiri menghadap depan bersiaga dengan kipasnya, membelakangi gao wei agar gao wei terlindungi.
dua penjahat yang melihat bibi nio yang mulai lemah karena terluka, bersemangat sekali melancarkan serangan. mereka sadar tidak jauh di atas pohon masih ada anak muda yaitu goan cang. tapi penjahat itu menganggap remeh. ahh cuma anak kecil mampu berbuat apa sih? pikir para penjahat itu.
"hahaha.. kali ini mampus kau nenek tua" ujar seorang penjahat yang melancarkan serangan. berkelabat lah golok dengan sinar menyilaukan karena tertimpa sinar matahari.
"triiing.iiing...ingg.." terdengar bunyi nyaring dari golok itu sampai berdenging keras. terkena it chi chan, jurus totokan satu jari yang di lontarkan jarak jauh oleh goan cang. sehingga menimbulkan bunyi nyaring.
terkejut penjahat itu, tapi karena memakai penutup muka, jelas saja keterkejutan nya tidak kelihatan.
Rupa nya tangannya kesemutan akibat benturan pedang dan tenaga iwekang jurus totokan jauh itu. seakan tak percaya bahwa yang melancarkan jurus itu hanya anak kecil yang duduk di atas pohon.
sampai dia celingukan menoleh ke kana kiri nya mencari mungkin ada pendekar yang bersembunyi melancarkan serangan tadi.
__ADS_1
"kau cari apa lopeh?" tanya goan cang sambil menggoyang goyangkan kaki di atas.pohon dan duduk dengan santai nya.
"Hei anak muda, apakah engkau yang melancarkan serangan tadi?" tanya penjahat itu setengah ragu tak percaya.
sambil asik mengupil, goan cang berkata "Serangan apa? aku hanya membuang upil ku saja kok seperti ini"
berbarengan dengan perkataannya, tampak selarik kekuatan dahsyat dari jari goan cang meluncur deras ke arah penjahat itu.
terasa oleh penjahat bertopeng itu kekuatan yang tidak nampak tapi berhawa panas mendesak khikang nya meluncur menuju dada nya. secepat mungkin penjahat itu menahan serangan menggunakan goloknya yang dia palangkan di depan dada.
"Triiiing!!!..". suara yang nyaring terdengar berbarengan dengan terdorong mundur 2 langkah penjahat itu. tampak tangannya bergetar menandakan energy sakti totokan jarak jauh goan cang masih tersisa di golok yang menahan nya.
Penjahat itu kaget tak percaya akan hal yang di alami nya. jika pada pertarungan biasa mungkin sebaiknya dia akan kabur. tapi hari ini tidak mungkin. karena tugas telah dia terima sebagai pembunuh bayaran, harus berhasil atau mati.
Goan cang meluncur turun dengan ginkang dewa angin warisan koai lojin suhunya sungguh tak ada suara ketika memyentuh tanah. walau belum sempurna sepert guru nya tapi cukup membuat siapapun yang melihatnya akan terpukau.
kemudian dengan wajah tanpa dosa nya dia berjalan santai seakan akan tidak ada pertarungan hidup mati di sana, menghampiri para penjahat yang mengurung bibi nio nio dan Gao wei.
"yang gagah para lopeh,. eh salah...., yang bertopeng para lopeh, masa mengerubuti orang yang sudah terluka dan seorang anak anak?". ujar goan cang sambil cengar cengir.
"kurang ajar bocah bosan hidup!!, jaga ini serangan!!" teriak seoramg penjahat sambil melancarkan serangan dengan sepenuh tenaga, golok yang berputar membentuk beberapa hawa golok tampak menyerang goan cang.
Ketika serangan sudah dekat, goan cang menekuk sedikit lututnya memiringkan sedikit kepalanya sehingga serangan lewat di atas kepala. kemudian meloloskan tangan kanan mencemgkram ke arah leher si penjahat dengan jurus gin sin cui ouw dewa mengambil guci arak, berbarengan tangan kiri dengan jurus dewi memetik bunga liu menyosor ke arah pinggang musuh.
Goan cang melompat tinggi. kemudian berbalik dengan membuka jurus dewa turun dari kahyangan.
jurus ini adalah jurus pedang. pat sian kiam hoat ciptaan koai lojin.
Tapi goan cang yang saat itu belum mwmpunyai pedang maka dia memakai telunjuk sakti nya.
Berpendar lah puluhan hawa jari yang di penuhi iwekang jari sakti. membentuk bianglala yang meluncur turun dengan cepat menuju penjahat bertopeng.
penjahat itu terperangah, tapi hanya sepersekian detik. dia yang banyak mengalami pertempuran tidak menjadi gugup, secepatnya membentuk pertahanan dengan memutar golok yang di salurkan energi iweekang nya membentuk kitiran.
hawa jari jari itu meluncur dengan deras nya kebawah. tapi semua dapat di punah kan oleh penjahat ini.
Goan cang yang telah turun, kaget menemukan kemyataan bahwa serangannya dapat di punahkan.
Goan cang yang masih miskin pengalaman bertempur ini, menyangka bahwa serangan jari sakti dengan ilmu pedangnya dapat melukai penjahat itu. tapi goan cang tidak sadar bahwa it chi chan hanya berfungsi sebagai pemusatan iwekang pada satu titik. sehingga hasilnya menjadi totokan jarak jauh. tapi jika dia membentuk hawa pedang maka energy iweekangnya akan menyebar maka dorongan energy akan jauh berkurang. hanya kembangnya saja yang bagus tapi isinya tidak memadai.
"hahaha.. hanya segitu saja ternyata ilmu yang katanya tersohor itu!" ejek penjahat itu dengan pongah nya.
Sang guru yang daritadi mempermainkan para penjahat yang mengeroyoknya itu, masih sempat melihat apa yang terjadi dengan muridnya itu.
__ADS_1
"cang jie..sambut ini!!" teriak koai lojin sambil melemparkan pedang nya.
pedang pusaka kesayangannya yang bernama liok liong kiam. (pedang naga hijau)
"Baik suhu!" Goan cang melompat menyambut lemparan itu ketika di udara dan turun berpoksay 2 kali. (salto).
"lopek!!. sambut serangan ku ini" seraya goan cang merapal pat sian kiam hoat jurus kedua.
"Dewa memercikan air!" teriak nya
pedang yang mengeluarkan aura hijau lembut ketika di tangan goan cang yang mengaliri dengan iweekang khas nya, tampak semakin bersinar hijau terang.
Pedang di arahkan ke deoan tegak lurus kemudian di ayunkan ke kanan atas menggunakan iweekang membentuk hawa pedang lalu tiba2. meluncur dengan cepat merangsek ke depan. gerakan ini hanya sepersekian detik. hawa pedang yang mengeluarkan sinar kehijauan seakan berkejar kejaran mencapai sasaran. menutup jalan keluar dari penjahat itu. sehingga dia tidak dapat menghindar dengan cara melompat. terpaksa penjahat bertopeng itu menahan dengan membuat kitiran kembali dari goloknya. tapi kali ini dia salah..
beberapa hawa pedang telah masuk menembus khikang nya, tampak beberapa luka akibat goresan dan baju nya terkoyak akibat tajam nya hawa pedang.
ujung pedang naga hijau ini telah sampai, hampir menyentuh leher nya,. penjahat itu mengeluh, dengan cepat dia memiringkan badannya ke samping kanan. tapi rupanya itu hanya serangan pancingan, goan cang lamgsung merubah jurus dengan jurus dewa menjatuhkan hukuman. pedang naga hijau pusaka gurunya itu membabat persis dari atas kanan ke samping dalam kiri.
Terkesiap penjahat itu, dengan cepat dia menjatuhkan kiri tapi masih kurang cepat, bahu kanannya terbabat pedang. walau tidak dalam tapi cukup pedih rasanya.
dia terus berguling menjauh.
Goan canh yang melihat kesempatan ini segera melancarkan jurus ketiga nya,. ****** langit mencari jejak. dengan langkah hongyin (dewa angin) dia melepas jurusnya. hawa.pedang menghujam ke arah penjahat yang berguling itu.
"Awaaaasss.. jangan di kejar!" Teriak bibi nionio.
Goan cang yang masih miskin pertempuran itu tidak mengerti jika musuh mengundukan diri itu berbahaya.
Tampak kilatan kilatan benda yang terbang ke arah goan cang. rupanya musuh yang berguling itu sempat mengeluarkan senjata rahasia dan melontarkan ke arah goancang.
Goancang yang tersadar akan teriakan bibi nio nio itu dengan reflek menutul kaki melompat tinggi bersalto menghindar dari serangan gelap itu dan turun di belakang tidak jauh dari bibi nio nio.
penjahat bertopeng itu telah berdiri menarik nafas.
dia memberi isyarat pada rekan rekan nya untuk mengeroyok goan cang.
mereka berenam segera merapatkan diri membentuk sebuah formasi.
melihat itu, lau kin yang merasa kakeknkoai lojin yang belum dia ketahui namanya ini ternyata sanggup menghadapi keroyokan empat penjahat, segera bergerak merapatkan diri di samping goan cang.
Sementara pertarungan antara ke empat penjahat dengan koai lojin pun tak kalah seru. ternyata mereka belum mengeluarkan seluruh kepandaiannya.
Salam sejahtera para houhan yang baik,. jangan lupa di like ya di setiap episode nya. jika ada yang belum, silahkan di baca ulang dan di like. untuk menambah semangat tecu dalam menulis cerita. terima kasih.
__ADS_1
semoga para houhan sehat selalu.