
Rupanya seorang pemimpin mereka yang datang.
"bocah, apa kau cari mati datang kemari" ujar nya
"Ah tidak tuan, saya mencari tawanan kok" kata siauba dengan mimik polosnya.
"Dasaaarr bocah gila!" seru pemimpin itu dengan gusar nya.
"Rasakan ini" seru pemimpin itu seraya melancarkan pukulan
"Wuutt..." terdengar angin menderu mengiringi keras nya hawa pukulan itu tanda iweekang empunya nya cukup tinggi.
siauba yang melihat arah pukulan itu menuju kepala nya, segera berkelit dengan menurunkan sedikit badan nya
"aaiihh hati hati kepalaku!" seru siauba.
tapi ini merupakan serangan pancingan.
serangan pukulan itu tak di lanjutkan oleh pemimpin penjahat itu, tapi dia melancarkan tendangan memutar dengan cepat nya.
Melihat kesempatan itu, siauba dengan cepat memgeluarkan jurus mendorong gunung taysan ketika pemimpin itu memutar badannya guna melancarkan tendangan.
"Duuukk!"
"jangan kentut sembarangan!!"
seru siauba yang berhasil melancarkan jurus doronganya yang berhasil mendorong pinggang pemimpin itu.
pemimpin itu terlempar beberapa tindak dan mendarat dengan ringannya tanpa terluka.
karena memang siauba hanya mengeluarkan sedikit tenaga iweekangnya tak bermaksud melukai.
"Siapa yang kentut? dasar bocah berengsek!!" seru pemimpin itu marah.
sedangkan siauba hanya cengar cengir saja.
tak lama datang lagi dua orang mendekat le arah pemimpin itu.
"Sute..kau tidak apa?" seru nya.
sang pemimpin yang menyerang hanya menggelengkan kepala.
"Hai bocah gila, kau cari mati!" seru seorang yang baru datang itu.
" Sudah ku bilang, aku mencari tawanan bukan cari mati ah" seru siauba sambil cengar cengir.
"Dasar bocah edan" seru seorang pemimpin bwrsungut sungut.
" terima ini..!" ujar nya sambil melompat memyerang
Siauba hanya berkelit ringan kesamping.
melihat serangan sute nya itu hanya memukul tempat kosong. para suhengnya itu segera menyusul mengeroyok siauba.
"Aiiihh.. jangan kelikitik pinggang ku" seru siauba sambil menangkis seramgan yang menyosor ke arah pinggang.
juga memiringkan kepala nya ketika serangan dari arah kanan mengarah kepala nya.
"Ampuunn pak guru! kuping ku jangan di jewerr!". seru siauba dengan mimik ketakutan.
mendapat perlakuan itu, semakin marah lah para penjahat ini yang biasanya di hormati para bawahan itu.
"haaaiitt ****** kau bocah!" seru pemimpin itu berapi api.
dia melancarkan serangan yang mengarah ubun ubun siauba.
__ADS_1
melihat serangan, siauba segera memapak nya dengan jurus lutung mencuri buah.
"woooii aku baru keramas tadi" seru siauba
"Duuukkk!" terdengar suara keras benturan tangan penjahat dan tangan siauba yang memapak pukulan itu.
"aiiihh!" berseru kaget dan terasa bergetar kesemutan tangan penjahat itu.
segera mereka melompat mundur.
"Rupanya kau mempunyai sedikit kepandaian, karena nya berani pamer kemari!" ujar pemimpin penjahat itu.
mereka yang terkenal kejam dengan julukan nya jai hwa sam siang. tiga kembar penjahat cabul.
siauba tak menjawab, dia hanya cengar cengir saja sambil mengorek kupingnya dengan telunjuk. seakan akan tidak memdengar perkataan mereka.
melihat peebuatan siauba, semakin gusar lah para penjahat cabul itu.
"Kuraaang ajar!" seru nya
dengan kemarahan yang berapi api, tak ayal mereka segera mengeluarkan senjata andalan mereka yang berupa cakar besi.
Rupanya mereka adalah murid perkumpulan tiat ciang pay. senjata nya yang berupa cakar besi itu adalah senjata andalan perguruan yang sama dengan pangcu mereka beh bin lomo.
rupanya ini adalah salah satu markas cabang tiat ciang pay.
"Jangan kau pikir akan lolos dari sini anak muda" seru seorang pemimpin itu.
melihat para penjahat itu sudah mengeluarkan senjata andalannya, maka siauba pun meloloskan senjatanya.
"Hah?? pedang kayu?!" seru seorang pemimpin jai hwa sam siang dengan melongo sampai mulutnya terbuka. untung tidak ada lalat masuk.
"Hahaha.. dasar bocah gila!.. kau pikir kami mau main pedang pedangan?" kata pemimpin penjahat itu tertawa tergelak gelak.
bahkan semua anak buah penjahat pun tertawa sampai ada yang memegangi perutnya tertawa. ada yang tertawa meringis seakan lupa akan sakitnya hajaran siauba barusan.
"sini buat aku saja pedang pedangannya lumayan buat anaku bermain". seru seorang anak buah yang lain.
melihat semua menertawakannya, siauba hanya tersipu malu sambil menggaruk garuk rambutnya yang tidak gatal itu.
"jangan begitu dong"
"ini kan betulan pedang pusaka loh"
seru siauba sambil cengar cengir.
"hahahahaa... dasar bocah gila!" seru seorang pemimpin itu.
"Samte.. hati hati nanti kita bisa ikutan gak waras" seru suhengnya itu.
"Wkwkwkwkwk.." mereka tertawa tergelak gelak.
"woooiii.. jadi bertarung gak?" tanya siauba sambil menggaruk kepala dan wajah melongo.
"baik lah.. akan ku kirim kau ke neraka biar puas bermain pedang pedangan di sana!" seru pemimpin itu.
mereka segera mengeluarkan jurus andalan mereka yakni cakar setan.
tersiar bau busuk ketika mereka mengerahkan iweekang yang disalurkan ke senjata cakar besi itu.
melihat itu, siauba segera memainkan jurus tah kauw pang, tongkat pemukul anjing.
"hmmmm.. ada hubungan apa kau dengan ang bin sinkay?" tanya jai hwa suheng.
"beliau adalah supek ku" tukas siauba.
__ADS_1
" hahaha.. baiklah, kita kirim pengemis kaypang ini menghadap giam lo ong!" (raja neraka). kata suheng mereka.
"hiaaatt" mereka memyerang bersama sama melancarkan jurus cakar setan nya.
siauba menyambut serangan itu dengan tah kauw pang. jurus menngikat leher anjing.
pedang nya yang menggulung gulung memyambut serangan gabungan ketiga penjahat cabul itu.
Puluhan jurus berlalu,. siauba mulai terdesak hebat.
karena sebenarnya jurus tongkat pemukul anjing itu tidak cocok menggunakan pedang. kurang nya pengalaman bertempur siauba merupakan satu kendala juga.
melihat siauba mulai terdesak hebat, ketiga penjahat cabul itu girang. mereka bersama sama memperhebat serangan nya.
deru bercuit cuitan angin serangan cakar setan itu menyerang siauba dari berbagai jurusan. sungguh merepotkan. jika tergores sedikit saja oleh cakar cakar itu, maka akan keracunan yang hebat. bau busuk yang menyengat dapat membuyarkan konsentrasi siauba. segera dia menutup indra penciuman nya.
serangan dari samping atas menuju kepala dapat siauba hindari dengan sedikit menunduk. berbarengan dengan serangan ke arah pinggang kiri dapat di sampok dengan tangan siauba yang mengandung hawa khikang pelindung tubuh dan serangan menuju paha kanan dia tangkis dengan pedangnya. tapi tendangan ke arah dada dari depan tak sempat siauba hindari.
"Buuukk!!" siauba terpental terkena tendangan yang berkekuatan iweekang.
untung tubuhnya terlindungi oleh hawa khikang sehingga tendangan itu tak menciderai nya.
"hahaha.. ternyata hanya segitu saja kepandaian bocah setan ini!" ujar pemimpin mereka.
" aduuuh kau mengotori baju ku, bau kotoran ayam, lain kali cuci kaki dulu ya" ujar siauba sambil mengibas ngibas baju nya di sekitar dada.
melihat siauba yang terkena tendangan tapi tidak mendapat luka dalam yang berarti.
semakin marah lah mereka. terlihat muka nya memerah saking marah nya. dengan mata.melotot seakan biji mata nya akan meloncat, segera melancarkan jurus cakar setan pada puncaknya dengan memakai tenaga iweekang sampai sembilan bagian.
"Haaaatttt!!!" terdengar suara angin bercuit cuitan, cakar besi itu pun mulai berubah warna memerah tands tersalurkan tenaga iweekang penuh yang berisikan racun mematikan.
siauba menarik nafas mulai mengeluarkan jurus simpanannya. yakni jurus dewa pedang nya.
jurus tujuh rasi bintang.
"hiaaatt!!" dia memulai serangannya.
pedang kayu pusaka siauba ternyata dapat di salurkan tenaga iweekang secara maksimal.
pedang yang berubah menjadi bercahaya dan mengeluarkan bau harum ketika terisi tenaga iweekang murni khas andalan dewa pedang.
siauba berkelebat dengan ginkang nya meniti langkah kaki tujuh rasi bintang sesuai dengan jurus jurusnya.
"bintang timur bercahaya!" seru nya memulai jurus pertama.
terlihat puluhan hawa pedang yang berkilauan mengikuti gerakan pedangnya. ketika siauba menggetar kan pedangnya lalu mulai menyerang. terlihat puluhan hawa pedang itu bergerak bersamaan menyambut serangan penjahat bertiga.
melihat hawa pedang yang bergulung gulung itu melibas permainan jurus mereka bertiga. segera mereka merubah dari menyerang menjadi bertahan.
"Traakkk!!" terdengar bunyi keras beradu nya senjata mereka
tak cuma sampai disana, melihat celah kosong segera serangkum pukulan dilancarkan oleh siauba dengan mo in jiu sin kang dengan iweekang setengah bagian.
"buaaaagg!!..heeekk!!..aaaahh!!" jerit suara para penjahat bertiga itu yang terpental terkena benturan pukulan yang telak.
darah berceceran muncrat dari mulut penjahat itu yang terpental jatuh membentur dinding bangunan sekitat dua tombak dari tempat siauba berdiri.
belum sempat siauba menghampiri,
"seraaang!" teriak salah satu komandan jaga yang melhat pimpinan mereka jatuh.
maka berbondong bondong dengan setengah hati bercampur takut, para anak buah itu menyerang siauba.
melihat kesempatan di tengah kesibukan siauba ini, ketiga pemimpin itu melarikan diri.
__ADS_1
siauba tak sempat mengejar.
"Aiiiihh.. jangan keroyokan gini dong, nanti dikira pembagian beras nih" ujar siauba yang sibuk menangkis berkelit kesana kemari seraya memberi sentilan, tendangan, tamparan mempermainkan para pengeroyoknya itu.