pendekar kocak

pendekar kocak
kitab sakti yang melegenda


__ADS_3

Siauba memang seorang anak yang baik.


dengan hikmah dia mengangkat jasad pertapa itu yang masih dalam posisi bersila.


lalu dia taruh ke dalam peti.


keanehan terjadi, jasad itu terlihat perlahan lahan hancur menjadi abu.


siauba sepersekian detik tertegun.


"sungguh hebat, sebelum masuk ke dalam peti, jasad pertapa itu masih utuh, apakah ini yang di katakan guruku, bahwa kesempurnaan iweekang seseorang dapat membekas bertahan lama walau orang itu telah tiada?"


Siauba kemudian menutup peti itu.


"kreeettttt...traaakkkk!!!". terdengar suara keras berbarengan dengan ditutupnya peti itu.


siauba menoleh kearah suara itu, ternyata batu tempat duduk sang pertapa itu terbelah hancur, tapi ada sesuatu di reruntuhan batu itu., siauba menoleh sebentar ke arah peti.


"heh?" heran dia.


ternyata peti itu telah lenyap terkubur. tanah permukaamnya pun rata kembali.


"sungguh mekanisme yang hebat" guman siauba.


kemudian siauba menghampiri reruntuhan batu itu.


setelah di periksa. ternyata terdapat 2 buah bungkusan yang di bungkus rapi dengan kulit hewan. yang satu bungkusan panjang, yang satu bungkusan kecil.


Siauba membuka bungkusan kecil yang ternyata isinya ada lah 2 buah kitab tipis tanpa judul. terlihat kitab itu tua sekali.


dengan hati hati siauba membuka dan membaca kitab itu.


ternyata yang dia baca adalah tulisan sang pertapa yang merupakan jurnal atau ramgkuman rangkuman.


Siapapun yang membaca kitab ini, lohu ucaplan terima kasih telah menyempurnakan jasad ku. juga berjodoh dengan ku.


maka akan lohu anggap murid.


semasa hidup lohu pernah memangku jabatan jendral di kerajaan shou. mengabdi pada baginda Hui. setelah cukup mengabdi, lohu memutuskan untuk mengundurkan diri dari kerajaan dan ramainya dunia persilatan, dikenal oleh kawan kawan lohu dari bulim sebagai dewa pedang. lohu merasa semua itu sungguh menjemukan, untuk lebih mendalami dan mendekatkan diri pada Thian (Tuhan) maka lohu memutuskan untuk melupakan semua itu bahkan melupakan nama lohu sendiri dan bertapa di tempat ini, ditemani oleh se ekor kura kura yang lohu rawat dari kecil.


Murid, lohu titipkan sebuah pedang yang selama hidup lohu selalu menemani, pergunakan lah dengan baik bukan untuk membunuh tapi untuk membela diri, lohu pun membekali sebuah kitab untuk muridku, sebuah kitab petunjuk mempergunakan pedang itu. jika kurang jelas, bertanya lah pada kura kura lohu.


"heh?! bertanya pada kura kura?"


sejenak siauba membayangkan kura kura itu memakai jubah dan bertongkat lalu dengan bawel memberi petunjuk seperti seorang guru killer.


siauba senyum senyum sendiri membayangkannya.


lalu melanjutkan baca nya,

__ADS_1


Lohu berharap agar muridku berjalan di jalan yang benar agar lohu dapat berpulang dengan damai.


apabila menurut dirimu sudah cukup untuk mempelajari kitab yang lohu turunkan, maka murid dapat keluar dari goa ini melalui pintu batu yang letaknya berada tepat di belakang batu tempat lohu bermeditasi.


Siauba tertegun beberapa saat dia tidak menyangka bahwa jasad itu adalah dewa pedang yang selama ini di cari cari seantero bulim. dia juga tidak menyangka bahwa sebenarnya ada pintu untuk keluar masuk ke gua ini. tapi bagaimana cara membuka nya?


berarti sudah lebih dari 300 tahun lalu, dewa pedang ini menghilang. entah umur berapa beliau mangkat nya. karena memang waktu siauba perhatikan sebelum di kebumikan, jasad nya terlihat sangat tua walau rambutnya digulung rapih seperti tosu pada umumnya, tapi janggut nya telah panjang menjuntai.


"Suhu.. murid bernama siauba bersumpah akan menjunjung tinggi kebenaran seperti titah suhu, terimalah hormat tecu"


kemudian siauba bersujud 3 kali menghadap tanah kosong makamnya kakek sakti dewa pedang itu.


kemudian siauba melanjutkan membaca sekilas kitab pertama itu. yang isi nya ternyata rangkuman teori taktik berperang berdasarkan pengalaman gurunya ini.


yang dituangkan dalam cerita cerita ketika masih bertugas.


"Buk!!..srett..Srett.... kaakk!!!"


terdengar suara dari depan gua ketika siauba asik membaca.


dia lari menghampiri asal suara itu.


ternyata kakek kura kura yang datang dengan membawa seekor ikan yang besar.


siauba baru sadar bahwa perutnya keroncongan. ketika asik membaca dia lupa akan laparnya itu.


"kakek kura kura mulai saat ini, kuberi nama konglam"


"kaaakkk..kaaakkk!!"


kura kura menjawab seakan mengerti.


siauba tertawa sendiri,


"Memangnya kau memgerti aku beri na konglam eh kakek kura kura?" tanya siauba.


kurakura itu menatap siauba seakan mengerti apa yang di tanyakan siauba.


"ku beritahu ya konglam itu singkatan dari engkong engkong lamban. wakwakwak.. " siauba tertawa sendiri terbahak bahak.


"kaaakkkk!!.." kura kura itu seperti merengut dia pergi ke pojokan.


Tidak kesulitan siauba untuk menyalakan api. karena di tempat pertapaan itu terdapat tungku batu, juga batu api, dan lumut dan ilalang kering yang banyak tersedia di pinggir gua. asap bakaran ternyata keluar melalui celah celah kecil di samping dinding atas gua yang mengalir gemericik air.


setelah puas makan ikan besar itu, siauba melanjutkan membaca nya.


kakek kura kura itu tertidur di pojokan. mungkin dia lelah dengan umurnya yang sudah uzur ratusan tahun, berjalan di pasir dengan tubuhnya yang berat. masih harus berenang menyelamatkan siauba dan berburu ikan. Siauba tidak mengusik nya.


terlihat siauba asik membaca sebentar sebentar dahi nya berkerut tanda sedang berpikir.

__ADS_1


setiap hari kakek kura kura itu pergi mencari ikan, terkadang kembali membawa ikan, atau udang sungai yang besar.


tidak terasa sudah berbulan bulan siauba disana. dia tidak ingat lagi antara malam atau siang.


hanya kakek kura kura inilah teman siauba bermain. terkadang siauba naik ke atas punggung kura kura itu dan bertingkah laksana menaiki kuda.


"hiaaaa..hiaaaa..kuda ku yang gagah perkasa. ayo seraaang.. hiaaa..hiaaa... keteplak keteplak keteplak.. ayo konglam serbuuu


..!!!" dengan gembira nya siauba bermain. walau di naiki oleh siauba. kura kura berjalan mengitari halaman gua itu perlahan lahan dengan tak henti hentinya bersuara "kaaakk..kaaakk.."


Siauba selalu memperhatikan, setiap hari kura kura itu berjalan mundur dari dalam gua sampai ke mulut gua. akhirnya siauba mengerti kenapa ruangan itu selalu bersih dan ada guratan guratan halus ke satu arah keluar, ternyata itu jejak kaki kura kura yang menyapu lantai dengan kaki kaki nya. dan siauba mengerti setiap kura kura itu menyapu, tandanya hari berganti. memang binatang lebih peka terhadap perubahan alam.


yang siauba heran, di punggung kura kura itu seperti di gambar kan letak letak posisi bintang dan arah bergerak bintang nya. pasti suhu nya sang dewa pedang yang menggambarkan nya. tapi siauba masih belum mengerti maksud gambar itu.


sudah lama siauba entah sudah berapa bulan, akhirnya siauba selesai membaca mempelajari dan menyerap inti kitab pertama nya itu. ternyata selain ringkasan taktik perang yang siauba sudah hapal luar kepala.


juga ada rangkuman cara mengumpulkan iweekang yang menyerap dan memanfaatkan tenaga sakti inti bumi. yang dinamakan te kiu ko hak sin cinkeng. yang terbagi dengan 9 ilmu pernapasan yang selain iweekang juga pergerakan ginkang di setiap levelnya dengan paling tinggi iweekang 9 bagian. semakin tinggi iweekang, semakin tinggi pula ginkangnya.


tidak mudah siauba memetik intisari ilmu itu. dengan tekun, akhirnya dia dapat mengerti dan berlatih hoat cinkeng nya itu.


kini siauba telah hapal keseluruhan isi kitab pertama itu. tinggal cara dia melatihnya harus tekun.


untuk merapal iweekang dari dasar sampai ke tahap 5 bagian siauba melakukan dengan meditasi pernapasan yang menarik tenaga sakti inti bumi dan menyalurkan ke titik titik penting jalan darah / hiat to, berputar putar terus mengelilingi seluruh tubuhnya dan menyimpannya di tantian atau pusat dari semua energy sakti dalam tubuh.


menurut para iweekeh, tantian itu terletak hanya 3 ruas jari dibawah pusar.


ketika melakukan itu, siauba harus berkonsentrasi betul. jika terganggu terusik maka akibatnya akan fatal. tenaga sakti itu akan membalik dan memporak porandakan organ organ dalam nya, maka dewa pun tidak dapat menolongnya.


tahap ke 6 dia harus berlatih dengan cara bermeditasi dengan berbaring di lantai.


tahap ke 7 dia harus menelungkup dengan kedua belah telapak tangan dan jari jari kaki menempel pada lantai.


tahap ke 8 siauba harus meditasi pernapasan dengan cara berdiri terbalik kepala di bawah dan kaki diatas.


tahap ke 9 siauba harus berlatih dengan berdiri biasa dan kedua telapak tangan menghadap ke bawah. dengan tarikan nafasnya perlahan lahan siauba mulai menyerap tenaga sakti inti bumi.


terus menerus dia berlatih dengan tekun. terasa badannya lebih ringan dan pandangan matanya lebih tajam.


memang saat ini iwekang yang siauba kuasai belum sempurna, perlu puluhan tahun untuk menyempurnakan iwekang tenaga sakti inti bumi ini. yang penting dia sudah tahu cara berlatih menyempurnakan iwekang ini.


kini dia dapat berenang dan menyelam lebih lama dari biasanya. karena di waktu senggangnya dia belajar berenang di air yang dangkal di temani kakek kura kura.


siauba belum berani membuka kitab kedua dan bungkusan panjang. karena dia yakin itu adalah kitab pedang dan bungkusan pedang sesuai petunjuk wasiat gurunya.


siauba hanya berlatih meditasi memperdalam iwekang nya dari tahap pertama perlahan lahan naik ke tahap selanjutnya sesuai petunjuk yang ada di kitab itu.


setiap dia berlatih, terasa olehnya ada kekuatan energi besar yang terasa hangat, pelan pelan terserap oleh tubuhnya ketika bermeditasi.


terus dia berlatih dengan tekun tidak terasa sudah setahun berlalu tanpa dia sadari.

__ADS_1


__ADS_2