
pertandingan catur itu begitu memeras keringat.. setelah setengah harian berlangsung akhirnya yok sian menyerah kalah.
" hahaha.. akhirnya tabib rudin memyerah kalah.. harus dirayakan ini dengan arak kemenangan" ujar koai lojin sambil membuka tutup buli buli/ kendi arak nya.
"gluuukkk...gluuukk..gluukk..aahhh..". puas sekali koai lojin ini. wajahnya yang berseri seri.
"cang jie... cepat kau tuang kan teh memberi hormat pada suhu mu yok sian dan suheng mu yan cia".
"baik suhu" tukas goan cang kepada suhunya koai jin"
" suhu... tecu goan cang memberi hormat" sambil memyuguhkan teh kepada yoksian
yok sian memyambut teh dan meneguknya sambil tersenyum senang. memang tidak salah pilih koai jin ini memilih murid pikirnya.
" suheng... siawte memberi hormat" sambil menyuguhkan teh kepada suhengnya yan cia. " tak perlu sungkan cangte" sambil meneguk teh penghormatan.
terlihat mereka begitu ceria.
" lohu penasaran, mari bertanding ulang cangjie, tapi kali ini bertanding sewajarnya tanpa lohu mengalah langkah" kata yok sian
" baik suhu"
mereka pun bertanding, tapi setelah 3 kali mereka bertanding tetap saja goan cang kalah oleh suhu nya yoksian.
"memang sudah jodohnya diatur Thian (Tuhan)" guman yok sian sambil mengelus elus janggut putihnya.
sejak itu goan cang berlatih kepandaian tabib dewa yok sian di bawah bimbingan suhengnya yan cia. sedangkan koai lojin berpamitan hendak kembali ke gunung thaysan karena sudah terlalu lama di tinggalkannya, tapi dia berjanji akan datang menjenguk muridnya sedikitnya 2 kali dalam setahun.
Siau ba!!!!....
"ya suhu...."
Se orang anak kecil berlarian di jalanan gang gang sempit menuju satu rumah di ujung gang. anak berusia 9 tahun itu dengan badan gemuk berkulit putih kemerahan, rambut kecoklatan, berwajah bulat telur dan bermata bulat kubil. memang sangat cocok di panggil siau ba ( **** kecil).
walau guru serta teman teman nya selalu memanggil dia siau ba, tapi dia tidak pernah marah atau tersinggung. anak itu selalu riang. jika teman temannya ada yang bersedih, siau ba selalu menghibur dengan tingkahnya yang lucu atau pun cerita ceritanya yang membuat orang tertawa.
guru nya ada lah kim liong sin kay, seorang pangcu perkumpulan kaipang cabang kota kanglam, perkumpulan pengemis saat itu ada lah salah satu perkumpulan yang terbesar dan banyak cabangnya di berbagai kota propinsi.
" kau sedang apa ba jie?"
"tecu sedang di mulut gang bersama anak pengemis lain nya suhu, sambil bermain petak umpet" jawab siau ba.
" hahaha.. badan sebesar itu, bagaimana kau
bisa bermain petak umpet? kau mau sembunyi dimana???" sang guru tertawa sampai tergoncang badan nya yang kurus kerempeng itu.
"ahhh.. suhu.. " siau ba tersipu malu.
" ayo kau makan dulu, suhu mu memasak ayam sechuan kesukaan mu"
" aseeekkk.. " berbinar binar mata siau ba membayangkan lezatnya ayam pedas kegemarannya.
walau suhu nya sering bercanda ke siau ba. tapi dia sayang sekali dengan muridnya ini. kim liong ingat beberapa tahun lalu ketika mengembara ke daerah hangchou.. ia menenukan anak kecil berumur 7 tahunan sedang mengais ngais sampah mencari makanan. berbaju lusuh, tapi dilihat dari perawakannya, anak ini terjaga kebersihannya. berbadan gemuk dan putih. bisa di pastikan jika anak ini bukan seorang pengemis seperti diri nya. di hampiri lah anak itu
" nak.. apa kau lapar?"
anak itu menoleh lalu mengangguk.
" ya kek. aku siawte lapar, apa kakek lapar juga?. sebentar ya kek, nanti aku carikan makan"
kemudian dia mengais ngais sampah makanan di pinggir restoran.
melihat hal itu, kim liong sin kay terharu.
__ADS_1
"anak ini lapar, tapi masih memperhatikan orang lain" guman nya perlahan.
" kemari nak. siapa nama mu?, lohu masih punya roti kering. ini untuk mu"
orang di kota ini memanggilk siawte " siau ba, kek"
"hah??? hahaha..." tertawa terpingkal pingkal kim liong sin kay sampai sakit perut dia.
siau ba garuk garuk kepala nya yang tidak gatal sambik nyengir kuda.
"tidak usah kek, itu untuk kakek saja. kan kakek juga lapar. siawte biar mencari sisa sisa makan saja" siau ba menolak pemberian kim liong sin kay.
" hahaha.. lohu masih punya beberapa keping roti kering. ini ambilah"
berbinar mata siau ba.
" baik kek, terima kasih"
kemudian dia makan dengan lahap nya.
darimana asalmu ba jie?
mendemgar pertanyaan itu, siau ba termenung. ada perasaan sedih di hati nya.
dia ingat waktu beberapa lama lalu dia masih tinggal di rumah yang walau tidak mewah tapi termasuk luas dan rapih. ayahnya adalah seorang kepala desa yang bijaksana, tuan tanah di desa nya. desanya itu berada di tepi sungai yang tze. sangat indah dan asri. semua tertata rapi. para nelayan yang mencari ikan di sungai itu, dan para petani yang berkebun. walau ukuran ekonomi keluarga siau ba termasuk mampu, tapi mereka hidup sederhana. siau ba mempunyai seorang cici beda 5 tahun dengan nya. lim mei ling namanya. seorang kakak yang sayang ama dia, jika kakak nya pulang berpergian dengan ibu nya, pasti selalu membawakannya manisan untuknya. siau ba sendiri sebenarnya bernama lim yu hao. tapi karena memang dari kecil dia gemuk montok, bahkan jika dia berjalan terlihat lucu sekali seperti anak ****, sering kakaknya ini tertawa sendiri melihat adiknya ini berjalan. maka sering lah lim yu hao di panggil siau ba oleh kakaknya. yu hao tidak marah, karena dia tahu kalau itu panggilan sayang dari seorang kakaknya.
pada suatu malam desa mereka si serang gerombolan pemberontak, banyak rumah rumah di desa mereka di bakar. harta benda di jarah dan banyak penduduk desa mati terbunuh, ayahnya beserta para penduduk mengadakan perlawanan, tapi semua nya mati terbunuh. rumahnya dibakar para pemberontak itu. dalam keadaan panik, lim yu hao serta cici nya lim mei ling dan ibu nya juga inang pengasuh nya sempat melarikan diri menghindari kawanan pemberontak. dengan menaiki perahu tapi di tengah perjalanan mereka di kejar para pemberontak, perahu mereka terbalik dan mereka tercebur ke sungai terbawa deras nya arus sungai. terpisah lah mereka. entah bagaimana keadaan kakak dan ibu nya. sedangkan dia sendiri terbawa arus sungai dan terdampar pingsan di tepian sungai. sejak itu dia berpergian berbulan bulan tak tentu arah sambil mencari jejak cici dan ibu nya. begitu banyak penderitaan, kelaparan selama pengembaraan nya, tapi dia tabah.
dia teringat akan nasehat ibu nya kepada cici nya. dan yu hao ikut mendengarkan. seberat apapun masalahmu, coba hadapi dengan senyuman niscaya rasa berat masalahmu akan berkurang.
sekian lama yu hao mengembara maka sampai di kota hangchou ini. sudah beberapa bulan dia tinggal di kota hangchou. sampai dia ditemukan oleh kim liong sin kay yang mengangkat murid padanya dan membawa ke markasnya di kanglam.
hmmmm... andai saja ada masakan ayam sechuan kegemaran ku. hmmmm.. sungguh nikmat di campur roti ini" siau ba berbicara sendiri sambil membayangkan ayam sechuan.
" dan sebaiknya kau belajar ilmu beladiri. agar kau bisa menjaga diri mu sendiri jika berpergian. nanti lohu akan mendidik mu"
ayam sichuan?? senang sekali siau ba mendengarnya. tanpa diminta kedua kali nya. dia langsung bersujud menjura memberi hormat
" suhu.. tecu siau ba memberi hormat, mohon bimbingan suhu".
" bagus bagus... setelah habis makan roti mu itu, kau bersiap siap lah kita akan mengadakan perjalan jauh ke kota kanglamm disana lah markas ku berada" kata kim liong sin kay.
" baik suhu"...
itulah yang diingat kim liong sin kay saat bertemu siau ba, tak terasa sudah 2 tahun berlalu.
kim liong sin kay sangat memperhatikan muridnya ini, karena siau ba memang murid yang menyenangkan, pintar dan rajin.
kim liong sin kay mengajarkan dasar pondasi.ilmu beladiri nya.
"untuk belajar ilmu tingkat tinggi, bhesi harus kokoh kuat bagai benteng kota".
" turunkan sedikit lagi tubuhmu, busungkan dada mu"
" kaki mu kurang lebar.. ya dikit lagi"
jangan terlalu kecil lebar pentangan kaki mu, ini bukan di ******"
"baik guru"
" bhesi ini dasar dasar dari ilmu perguruan kaypang, kau harus berlatih tekun setiap hari"
" mulai besok aku akan mengajarkan sim hoat tah kauw pang ( tongkat pemukul anjing) setiap murid kaypang wajib menguasai ilmu itu.
__ADS_1
"baik suhu, tecu akan berusaha berlatih terus, tapi jangan lupa ayam sechuan nya nambah lagi ya suhu" kata siau ba sambil senyum semyum.
" ah dasar kau cah gemblung" pletak!!!
" aaaaw..!!!".. siau ba mengusap usap kepala nya yang benjol di jitak sang guru.
Keesokan hari nya pagi pagi sekali, guru dan murid itu mulai berlatih. kim liong sin kay mengajarkan sim hoat tah kauw pang kepada siau ba. dengan sesekali memperaktekan jurus tersebut.
"nah coba lah kau latih ba jie, pakai tongkat bambu yang aku sediakan, aku akan memperhatikan".
"baik suhu".
dengan tekun siau ba berlatih dalam pengawasan guru nya.
" langkah kaki mu terlalu lebar ba jie, tekuk lututmu sedikit, ketika pukulan mengarah kedepan, pola serangan tongkat mu harus berputar, sehingga celah kelemahanmu tertutupi".
dengan tekun kim liong sin kay mengajar, sambil sesekali membetulkan posisi muridnya.
siau ba benar benar di latih dengan serius. selain melatih jurus jurus khas kaypang, gurunya pun mengajarkan cara mengumpulkan iwekang juga ginkang, serta merta melatih fisik siau ba guna membangkitkan tenaga gwakang.
kim liong sin kay ini terkenal dengan pukulan han liong sip pat cang (18 pukulan telapak naga). jurus ini bersifat pukulan keras yang mengandalkan tenaga gwakang. selain pangcu utama kaypang yang menguasai, kim liong sin kay pun menguasai. karena sebenarnya pangcu utama ang bin sin kay, dan kim liong sin kay adalah saudara seperguruan. mereka mendapatkan jurus jurus sakti khas kaypang itu turun temurun. hanya ketika angkatan kakek guru mereka, tongkat asli pemegang kekuasaan pangcu utama itu raib entah kemana. sebagai ganti nya tongkat kekuasaan pangcu utama yang sekarang ini terbuat dari bambu hitam. sedangkan aslinya terbuat dari giok hijau yang kerasnya melebihi besi sekalipun.
"ayo ba jie hari masih pagi. terus latihan sampai kau menguasai betul jurus itu, perhatikan nafas mu"
ba jie mengangguk, " ya suhu.."
pangcu...!
seorang anak buah nya datang menghadap.
"ada apa tetua?
datang menghampiri seorang pengemis dengan kantung 7. jumlah kantung itu menandakan bahwa sang pengemis termasuk tinggi kedudukannya. pangcu cabang seperti kim liong sin kay memiliki 8 kantung. pangcu utama kaypang memiliki 9 kantung gembolan.
" ada surat dari pangcu utama"
diterima nya surat itu kemudian di baca nya dalam hati.
"hmmmmm.." kim liong menghela pikirannya menerawang.
"ada apa pangcu?".
"pemanggilan kepada seluruh ketua cabang kaypang untuk segera ke markas pusat. ada rapat darurat"
" lohu yakin sih mengenai gejolak dunia persilatan akibat munculnya peta wasiat dewa pedang". kata kim liong sin kay kepada anak buahnya tetua tianglo urusan dalam mo in jiu sin kay. si pemgemis tangan sakti mengambil awan. yang sangat lihay mencuri. keahlian dia adalah kecepatan tangan dan ginkang nya yang termasuk jajaran atas dengan ginkang berlari diatas alang alang, dia malang melintang di rumah rumah para bangsawan yang kikir serta tamak. kiranya hanya istana kaisar saja yang belum pernah dia masuki. mencuri sebagian harta simpanan para bangsawan kikir kemudian dia bagikan kepada rakyat jelata. setiap melakukan aksinya, dia selalu memakai topeng. sehingga tidak ada orang yang mengetahui. hanya ketua kaypang dan beberapa teman dekatnya yang tahu jatidiri tetua urusan dalam ini.
"tetua mo in jiu.."
"' siap..pangcu!" sambil menjura mendengar titah.
" besok lohu akan pergi dengan siau ba menghadap pangcu utama. selama kepergian lohu, urusan kaypang cabang kanglam ini lohu serahkan padamu, untuk kepentingan mendadak yang memerlukan bantuan lohu, segera kirim kabar ke lohu dipusat"
"siap laksanakan titah pangcu!". hormat mo in jiu sin kay.
" suhu.. apakah jauh perjalanan ke markas utama kaypang?"
" dari sini hanya 2 minggu perjalanan, nanti kau akan lihat indahnya kota lokyang. kota yang dilintasi sungai kuning"
" apakah disana ada ayam sechuan suhu??"
"aaahhh.. kau ini yang diingat hanya makan terus".. PleTaaakk..!!!!#×@$
"adaauuwww!!"". "tuiiinng".. muncul benjol lagi kepala siau ba.
__ADS_1