
jendral Yap yang membalapkan kudanya, semakin dekat dengan kerumunan titik titik itu, yang ternyata pertempuran hidup mati antara gerombolan pangeran gao tiong tek dengan para kaypang dan hua san pay.
terlihat banyak nya anggota kaypang berjumlah ratusan. walau mereka bukan termasuk para pendekar besar, tapi jiwa patriot nya lah yang membuat mereka berani untuk bertempur untuk negara nya. walau itu sama saja menghantarkan nyawa.
terlihat di sepanjang jalan para prajurit jendral liu yang ikut mengejar dan puluhan anggota kaypang berguguran. tampak tubuh mereka kebiruan tanda terserang racun yang mematikan.
Jendral yap yang melihat pemandangan ini membuat darahnya mendidih.
"tangkap pangeran pemberontak itu hidup atau mati!" perintahnya kepada para prajuritnya.
"Siap jendral!" seru para prajurit.
maka perwira pertama meniup kan terompetmya.
berlarian lah kuda para prajurit dengan tombak yang sudah terhunus mengarah ke bawah.
Melihat jendral kerajaan Qi datang membawa banyaknya prajurit. membuat pangeran gao tiong tek semakin gelisah. dan dia mencoba untuk kabur.
Sedangkan beh bin lomo sedang sibuk melayani keroyokan para pendekar kaypang dan prajurit bawaannya Anyuk dan ahuat.
terlihat sekujur tubuh Anyuk sudah bersimbah darah penuh luka. tampak keletihan di wajahnya. tapi semangat membalas dendam komandannya lah yang tetap membara.
setiap beh bin lomo bergerak maka para pahlawan itu akan mendapat luka atau keracunan bahkan tidak sedikit yang telah kehilangan jiwa nya.
"hahaha.. lohu mau lihat berapa lama lagi kalian akan bertahan!" seru beh bin lomo. padahal itu hanya untuk menutupi keletihannya. walaupun ilmu silatnya jauh di atas para penyerang, tapi umurnya tidak bisa di bohongi. lama kelamaan diia akan kalah nafas melayani keroyokan ratusan perndekar itu.
"kau penghianat negara!, serahkan kepala mu!" seru Anyuk berapi api sambil mengayunkan tombak nya menyerang brh bin lomo. sedangkan Ahuat yang melihat kawannya itu menyerang dengan nekat. maka untuk melindungi anyuk, dia pun turut menyerang dengan golok besar nya.
beh bin lomo yang sedang melayani serangan tongkat para kaypang, melirik sebentar ke arah laju tombak dan golok anyuk ahuat.
begitu serangan telah mendekat, dia menyampok tombak dan meletik ke udara.
ketika di udara beh bin lomo membalas serangan dengan jurus tapak iblisnya.
serangkum wangi harum menerbak.
" jendral yap yang melihat dari jauuhh, dia berteriaakk
"Awasssss!! tapak racun bidadariiii...!"
seraya dia meloncat sambil melayangkan pukulan jarak jauh dari jarak belasan tombak. memang dengan jarak segitu jauh nya, tidak akan ada efeknya untuk pesilat sekelas beh bin lomo. tapi yang jendral yap pikirkan bukan melukai tapi melancarkan angin pukulan guna membuyarkan hawa tapak racun bidadari dari para kaypang dan prajurit yang di serang beh bin lomo.
mendengar teriakan itu, spontan para pendekar dan prajurit yang berada dalam jangkauan pukulan beh bin lomo yang sedang berara di udara itu, sontak mereka berloncatan menghindar. tapi tak ayal 2 prajurit tumbang dengan muka tersenyum laksana bertemu bidadari tapi tubuhnya gelap membiru.
"hahaha. siapa lagi yang siap menghantarkan nyawa nya?" seru beh bin lomo. tampak nafasnya mulai memburu.
tapi mulai terlihat jerih di wajah para prajurit itu.
Anyuk yang akan kembali menyerang, ditahan oleh ahuat.
para buronan ini bergerak mundur perlahan lahan. tapi tetap di bayang bayangi oleh para prajurit.
sedangkan hua san ngo hiap sedang sibuk bertempur dengan enam setan dari ngo tok kauw serta. guru mereka lau chu bin lomo.
peluh sudah membasahi tubuh para pendekar hua san ini.
sedangkan 7 tetua ngo tok kauw yang ekarang menjadi 6 tetua di tambah dengan guru mereka, membuat serangan serangan yang sangat berbahaya sehingga para pendekar hua san ini terdesak walau belum satupun terluka.
begitu hebatnya formasi ngo heng tin ini dalam pertahanan.
lau chu bin lomo yang sejak tadi mencoba menempur, belum melihat kelemahan formasi ini.
" Siapkan pasukan panah!" seru jendral yap
maka pasukan panah pun maju kedepan. terlihat barisan panah yang terdiri dari puluhan orang itu.
dengan membidik gerombolan pemberontak.
ketika mereka akan bersiap memanah. terdengar suara ramainya terompet dari jauh, tanda suatu pasukan besar telah tiba dengan panji panji kerajaan nya.
melihat kearah pasukan itu jendral yap memicingkan mata nya; sedangkan pangeran gao tiong tek berseru girang.
Ternyata pasukan boan telah sampai di tempat itu.
__ADS_1
terlihat ribuan bala tentara nya yang rata rata gagah lengkap dengan senjata dan baju jirah berbaris rapih.
yang di pimpin oleh pangeran harminto beserta dua pendeta asing, Adhikara dan Gobin sebagai penasehatnya.
"serang, hancurkan mereka!" titah pangeran kepada jendral pemimpin barisan.
"siap yang mulia" kata jendral nya dengan hormat.
"pasukan siap!, seraaang!!"
maka beribu ribu pasukan nya itu bergerak ke satu arah yaitu pasukan jendral yap.
melihat hal ini, jendral yap segera mengarahkan pasukan panahnya yang telah bersiap melesatkan panahnya ke arah gerombolan pangeran, sekarang mengarahkan panah nya ke arah pasukan kerajaan boan.
"siaaapppp.... tembaaak!" perintah jendral yap.
weeerrr.... weerrr... puluhan anak panah bertebaran di angkasa dan menghujam turun. terdengar teriakan kesakitan kesakitan dari kubu pasukam boan. belasan prajurit tumbang terkena panah.
tapi gerakan ribuan tentara itu menutup prajurit yang tumbang hanya belasan saja. tidak begitu berarti.
Melihat pasukannya kalah jumlah. ratusan prajurit melawan ribuan. maka dipastikan jika pasukannya akan hancur.
walau jendral yap gagah berani, tapi dia sayang kepada para prajuritnya. maka dia memerintahkan mundur.
"munduurrr. buka jalan darah!" perintahnya ketika dia melihat bahwa pasukannya mulai terkepung.
begitu pun para pendekar kaypang dan hua san yang melihat pergerakan pasukan besar itu. mereka menghentikan pertempurannya dan segera merapat ke pasukan jendral Yap. untuk saling melindungi.
"Nampaknya kali ini akan habis waktu untuk lu beserta prajurit ku" guman jendral yap dalam hati.
sedangkan pangeran gao beserta pengawalnya beh bin lomo dan ngo tok kauw berlari menuju pangeran harminto dan bergabung disana.
maka perang yang tak sebanding pun terjadi.
jika dilihat dari jumlah prajurit, ini bukan lagi perang, tapi pembantaian.
ribuan prajurit melawan ratusan.
ketika terjangan para prajurit boan mulai semakin merapat, terjadi kekacauan di bagian selatan.
ternyata ada serangan di bagian selatan sehingga perhatian para para prajurit boan itu terpecah.
para pendekar hua san berseru girang, ternyata bala bantuan datang. mereka para pendekar kerajaan Qi.
para ratusan biksu biksu shaolin dengan tongkatnya, serta ratusan pendekar thian san pay, tujuh pendekar kelas satu butongpay, serta ratusan pendekar kaypang yang di pimpin langsung oleh pangcunya ang bin sinkay, mereka memporak porandakan barisan tentara boan dari arah selatan.
tidak ketinggalan para murid hua san pay tingkat tiga yang berjumlah ratusan itu mengamuk dengan pedangnya.
"kita tertolong!" seru beberapa anggota kaypang yang sedang bertempur dibantu oleh para prajurit jendral Yap.
Melihat hal ini, pangeran harminto memerintahkan para pengawalnya kedua oendeta asing, serta para pengawal pribadi nya yang selalu memakai topeng itu membantu para prajuritnya.
tidak ketinggalan beh bin lomo dan sute nya lau chu bin lomo yang sudah mengaso memulihkan tenaga nya.
mereka serentak turun kembali ke pertempuran.
maka terjadi lah pertempuran besar antara pendekar melawan prajurit.
"Jendral! cepat ke arah sini!" seru ahuat yang melihat jalur darah terbuka untuk mereka bergabung dengan para pendekar dari arah selatan itu.
maka bergegas lah pasukan jendral yap bergabung dengan para pendekar.
suara dentingan beradu senjata, suara teriakan kesakitan, bau amis darah, pemandangan para prajurit maupun pendekar yang berguguran. semua menjadi satu.
sungguh suatu pertempuran yang dashat terjadi.
Para pendekar yang gagah berani itu melawan banyaknya tentara boan.
dua pendeta asing yang turut serta membantu tentara boan itu ternyata ahli sihir.
"lihatlah para prajurit, banyak ular besar" seru adhikara.
sontak para prajurit yang lemah batinnya melihat begitu banyak ular yang melimgkar pada lengan nya.
__ADS_1
"Ular ular..!" teriak mereka. sambil melemparkan ular ular itu. ternyata itu hanya dalam bayangan mereka saja. sedangkan yang mereka lempar sejatinya adalah senjata senjata mereka.
sedangkan para prajurit boan tidak terpengaruh akan sihir itu.
maka banyak lah prajurit jendral yap yang terbabat putus leher karena konsentrasibnya buyar dan senjatanya mereka buang.
Adhikara sang pendeta tersenyum puas alan hasil sihirnya ternyata bekerja.
hal serupa pun dilakukan oleh adik seperguruannya Gobin yang mengeluarkan ilmu sihirnya.
melihat hal itu, para pendekar segera mengerahkan hawa khikang nya untuk melindungi diri dari serangan sihir.
tapi para biksu shaolin yang mempunyai tenaga dalam murni dan rajin dalam mengasah kemampuan batinnya, tidak terpengaruh akan sihir.
tapi yang menjadi korban adalah para prajurit jendral yap.
murid kepala shaolin pay yang memimpin barisan para sute nya ini, sam tong taysu. segera mengeluarkan lonceng kecil yang selalu di bawa nya. lalu dia membunyikan lonceng itu sambil melafalkan mantra buddha dengan kekuatan khikang nya.
lambat laun hawa sihir kedua pendeta itu dapat tertindih.
sehingga para prajurit dapat kembali berkonsentrasi dalam pertempuran.
hal itu membuat gusar kedua pendeta asing ini.
para biksu shaolin tingkat lima. walau mereka masih muda, tapi sangat disiplin. dan bekerjasama saling menyerang dan bertahan. mereka memakai formasi cap pue lo han kun. 18 belas tinju lohan yang tersohor.
18 belas biksu shaolin walau hanya bersenjatakan tongkat mampu bertahan dan mengurung 7 pengawal bertopeng pangeran harminto. walau ilmu silat perorangan dari murid shaolin tingkat lima termasuk biasa saja, tapi menghadapi formasi ini bagai berhadapan dengan ratusan musuh. cukup membuat para pengawal bertopeng ini kerepotan walau ilmu mereka masing masing tinggi. pukulan dan tendangan, juga sabetan toya banyak mampir ke para pengawal itu.
"Hiaaatt...!!" seru seorang bertopeng itu sambil meloncat melancarkan serangan goloknya. terasa angin kuat yang mengiringi ayunan golok itu..
Weeeerrrr...!! triing!! triing!! trriiing!!.. terlihat pijaran api saat golok bertemu toya besi shaolin.
beberapa kali pedang mampir ke bahu atau tangan para biksu shaolin ini. tapi tak mempan. karena ilmu khong kim ih sin kang.( tenaga dalam baju jirah emas) milik perguruan shaolin yang melindungi tubuh para murid shaolin. jika bukan senjata pusaka, atau serangan dengan iweekang dashyat, maka tubuh para shaolin ini tak akan apa apa. disitulah hebatnya hawa khikang murni mereka.
perlahan lahan para pengawal ini mulai terdesak.
di sisi lain terlihat beh bin lomo bertempur dengan kaypang pangcu, ang bin sinkay.
jurus tapak racun bidadari melawan han liong sip pat cang (18 telapak naga).
angin yang menderu deru membentuk lingkaran tanda pengerahan jurus 18 telapak naga itu.
"Naga menggerung menyesal!" seru ang bin sinkay sambil melontarkan pukulan yang berkekuatan tenaga gwakang yang sangat besar.
terlihat kepulan debu yang membarengi pukulan itu melesat menuju beh bin lomo.
jangan kan manusia, batu karang saja terkena pukulan ini niscaya akan hancur berkeping keping.
tapi lawan nya ini bukan sembarangan, seorang datuk sesat yang sudah kenyang pertempuran. memiliki iweekang sempurna selain racun nya yang ganas.
"Heeppp...!" beh bin lomo menarik nafas dalam dalam, mengumpulkan iweekangnya sampai seperenam bagian. terlihat jari jari tangannya mengeras bagai besi dan berubah warna menjadi kemerahan. itulah jurus tapak racun bidadari tingkat ke lima.
"Bidadari seribu muka!..Hiaaattt!!..."
"Dessss!! blaaaarrr..!"
terdengar dentuman keras akibat benturan dua energi besar.
Debu debu berterbangan, bahkan prajurit yang bertempur di dekatnya sampai buyar terdorong beberapa meter.
Ang bin sinkay terlihat tubuhnya tergoyang tapi tak bergeming dari tempatnya bediri. begitu pun beh bin lomo.
tampaknya tenaga mereka setara.
terkejut beh bin lomo melihat lawannya yakni ang bin sin kay sama sekali tidak apa apa.
mereka sama sama mengatur nafas akibat benturan yang setara kuatnya itu.
kesempatan ini tidak di sia siakan oleh para anggota kaypang.
serentak mereka bersama sama menyerang beh bin lomo.
"Jangaaannnn!!!" seru ang bin sinkay.
__ADS_1