
Setelah merasa cukup menguasai iweekang, siauba bermaksud untuk memulai pelajaran ilmu pedang nya.
dia mengheningkan cipta sebentar.
" suhu, tecu akan memulai pelajaran ilmu pedang. mohon bimbingannya". siauba berdoa dalam hati.
kemudian dengan hati hati sekali dia buka buntalan yang panjang itu.
terlihat sebuah pedang dengan sarung kulit warna hitam dan bergagang hitam.
ketika di tarik keluar dari sarungnya. pedang itu mengeluarkan aroma harum, sebuah pedang kayu. berwarna hitam pekat terasa dingin. beratnya 5 kati. sangat berat untuk sebuah pedang. tapi terasa pas pegangannya ketika di ayunkan. pedang tanpa ada ukiran apapun seperti pedang dengan kualitas kacangan yang banyak di pasar. yang membedakan nya adalah aura kuat yang keluar dari pedang itu.
Lalu membuat siauba lebih bingung lagi karena mata pedang itu tumpul di kedua sisinya.
" walah.. kok tumpul pedangnya? ini kalau di pakai memotong kerbau, bisa tertawa kerbaunya. halah.. kenapa tumpul pedangnya ya?" dia berguman sendiri sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
bagaimana bisa ini di sebut pedang pusaka? apa keistimewaannya? pikir siauba.
Disarungkan kembali pedang itu. Lalu dengan hati hati dia membuka kitab pelajaran ilmu pedang.
Membuka lembar pertama, tertulis pengetahuan alam dan seisinya.
Siauba mulai membuka lembar ke dua.
ternyata kitab astrologi ilmu pergerakan bintang, awan, air, juga pergerakan bumi dan matahari serta diagram. kitab itu tipis hanya ada 7 lembar tertulis dan 1 lembar terakhir kosong.
mungkin buat orang lain, kitab itu cocoknya untuk siu cai (pelajar) bukan kitab ilmu silat.
tapi siauba yang telah membaca kitab pertama, maka mengerti bahwa dalam kitab ke dua ini terkandung sim hoat ilmu pedang yang tiada tara. yang pernah mengguncang bulim 300 tahun lalu. bu tek kiam hoat ( jurus pedang tanpa tanding).
Siauba lama sekali membaca lembar pertama pelajaran itu. sambil sesekali mata nya terpejam, membayangkan dan tangan nya bergerak gerak bersilat untuk menyelami sim hoat jurus kesatu. begitu gerakannya lupa, maka dia melihat lagi ke kitab itu. lalu mengulang lagi gerakan gerakan tangannya. begitu seterusnya.
Dia hanya berhenti berlatih sebentar untuk mengisi perut yang di temani oleh kakek kura kura.
kita tinggalkan dulu siauba yang lupa waktu karena sibuk berlatih, dan konglam (engkong lambat) yang sedang santai tiduran dipojokan gua. mari kita tengok perjalanan goan cang.
"Suhu.. masih berapa lama sampai di butongsan?"
" tidak lama lagi cangjie, sekepulan asap hio kita akan sampai di gerbang pertama".
sambil berlari cepat koai lojin menjawab pertanyaan goan cang.
sejak diperjalanan goan cang setiap hari berlatih. tak terasa sudah 1 bulan lama nya.
ginkang nya maju pesat, sudah dapat mengimbangi ginkang guru nya. hanya tertinggal sedikit. memang sejak koai lojin mulai menurunkan kepandaiannya. terlihat jelas goan cang ini murid yang cerdas. bakatnya berbeda dengan anak lain nya. ditambah lagi ketiban karunia besar mendapatkan energy sakti karena memakan buah mustika tanpa dia sadari.
kini dengan ginkang hong sin khan yun kang. dewa angin mengendarai awan. dia dapat berlari cepat sekali seperti bayangan setan.
koai lojin benar benar gembira sekali dengan kemajuan murid nya ini.
"kita sampai.." koai lojin berkata.
tampak di depan itu sebuah gapura dengan papan nama tertulis bu tong pai lengkap dengan panji bendera. dan di jaga oleh murid murid angkatan muda bu tong pai.
__ADS_1
"berhenti..!!". seru komandan jaga itu.
"maaf, siansing (tuan) hendak kemana?, di sini bukan jalan umum" kata komandan bertanya dengan menjura.
"lohu koai lojin murid luar generasi ke empat bermaksud menemui ciang bujin bu tong pai cheng kong totiang" kata koai lojin sambil menjura.
"Ah... rupanya susiok couw?" sambil balas menjura terkaget kaget komandan jaga mendengarnya.
"tecu tek wat murid generasi ke delapan memberi hormat, silahkan susiok couw." menghaturkan hormat tek wat memberi jalan. "terima kasih wat jie"
kemudian koai lojin bergegas di ikuti goan cang.
sepanjang jalan naik ke atas, banyak para murid angkatan muda memberi hormat.
setelah sampai di aula utama. terlihat ciangbujin butongpay sedang berdiskusi dengan para tianglo nya.
"lohu koai lojin murid generasi ke empat memberi hormat kepada ciangbujin cheng kong totiang" sambil menjura koai lojin menghaturkan hormat.
" ahh supek.. selamat datang. silahkan duduk" jawab ciangbujin bu tong pay sambil balas menjura.
ciang bujin butongpay adalah generasi ke lima bergelar cheng kong totiang.
para tianglo yang merupakan suheng dan sutit nya. semua berjumlah 8 orang.
kali ini ciangbujin bersama kedua suhengnya. tianglo urusan dalam lam sek totiang dan tianglo keadilan ui sek totiang.
sedangkan para sutitnya ada yang sedang turun gunung dan sedang melatih barisan pedang pada murid muridnya di aula belakang.
" masalah apa supek?" tanya cheng kong totiang dengan heran.
" soal perburuan peta warisan dewa pedang, dan pemberontakan kerajaan"
Terhenyak cheng kong tptiang mendengarnya.
Lalu koai lojin menceritakan semua nya sejak di restoran sampai menguping pembicaraan para pendeta thian tok ( india).
"Hemmm.. ini masalah penting, apakah kuil shaolin sudah mendengar informasi ini supek?" tanya cheng kong totiang.
"belum ciangbujin, tapi kaypang sudah di info kan masalah ini walau hanya lewat cabang lu'an. dan mereka berjanji akan secepatnya memberi kabar kepada markas utama di kota lokyang" Koai lojin memberitahukan panjang lebar.
"kalau begitu biar pinto akan mengutus orang ke gunung shong san". ( kuil shaolin berada di gunung shongsan proponsi henan).
keadaan bisa sangat berbahaya kalau kita para pendekar daratan tengah telat bergerak, pinto juga akan mengutus beberapa murid utama untuk turun gunung menyelidiki pergerakan pemberontak"
kemudian ciangbujin memohon undur diri sebentar. dia menulis surat resmi undangan pertemuan kepada ciangbujin shaolin yaitu Siang sim taysu.
juga mengutus 8 murid utama untuk turun gunung.
"tianglo urusan dalam, lam tek totiang" panggil ciangbujin.
"pinto menghadap" sambut lam sek totiang.
"pinto tugaskan untuk mengantarkan surat ini kepada Siang sim taysu di gunung shongsan" perintah ciangbujin butongpay cheng kong totiang.
__ADS_1
"Siap laksanakan titah!" ujar lam sek totiang.
kemudian lam sek totiang undur diri untuk pergi ke shaolin pay.
"supek mari beristirahat dulu, ruang beristirahat sudah pinto siapkan" katancheng kong totiang sambil mempersilahkan koai lojin untuk mengikuti nya.
koai lojin mengangguk dan mereka berjalan menuju ruang peristirahatan. melalui beberapa aula.
terlihat para murid yang sedang berlatih. mereka menghentikan latihan dan memberi hormat. lalu melanjutkan latihan kembali.
mereka memasuki sebuah ruangan yang lumayan besar disitu ada ruang tamu dan dua buah ranjang terpisah.
"silahkan supek" kata cheng kong totiang.
"baik.. terima kasih ciang bujin ujar koai lojin sambil menjura.
"supek silahkan beristirahat dulu, pinto akan menyelesaikan beberapa urusan dahulu, nanti malam pinto akan mengunjungi supek, membahas masalah bulim ini" ujar ciangbujin.
"baik ciangbujin, lohu tunggu" ujar koai lojin.
kemudian cheng kong totiang mengundurkan diri.
"suhu, berapa lama suhu menuntut ilmundi butongpay?" goan cang membuka pembicaraan setelah hanya berdua diruangan itu.
"hemmm.. seingatku, sampai lohu berumur 15 tahun. karena murid luar hanya diperbolehkan belajar sampai umur segitu berbeda dengan murid dalam yang terus mengabdi untuk kebesaran nama perguruan dengan menjadi tosu ( pendeta aliran kong kau)"
" kemudian lohu turun gunung berkelana dan mendapatkan pelajaran dari banyak guru" sambung koailojin.
"puluhan tahun lohu berkelana, melewati pasang surutnya bulim, lalu memutuskan untuk menyepi ke thiansan"
goan cang manggut manggut mendengarnya. "pantas saja ilmu suhu campur aduk" pikirnya.
"cang jie, kau beristirahatlah. jika urusan ku sudah selesai, maka secepatnya kita akan pamit melanjutkan perjalanan ke thian san"
"baik suhu" ujat goan cang.
kemudian goan cang membersihkan diri lalu beristirahat.
beristirahat dengan cara bermeditasi
mengumpulkan kembali tenaga. dan memperkuat iweekang nya.
tidak lama, pintu di ketuk. lalu masuk lah para pelayan menyediakan teh hangat dan makan malam, menyusul tianglo urusan keadilan ui sek totiang.
" supek.."
" Silahkan masuk tianglo". koai lojin mempersilahkan tianglo ui sek totiang.
"Supek, apa langkah selanjutnya yang akan supek tempuh?" ui sek totiang membuka percakapan.
"hmmm.. lohu pikir, sebaiknya butongpay menunggu hasil laporan dari murid2 yang diutus menyelidiki. bagaimana keadaannya, nanti bisa di kemukakan dengan perwakilan dari shaolin". tukas koailojin.
"bagaimana dengan partai partai lainnya, supek?". tanya ui sek totiang.
__ADS_1