pendekar kocak

pendekar kocak
kemenangan di pihak jendral Liu


__ADS_3

"Mau kemana kau?!" seru Anyuk sambil meloncat menyerang dari samping.


Lau chu bin lomo yang tersentak kaget karena samarannya terbongkar, segera berkelit dengan mundur beberapa langkah, sambil mengeluarkan senjata andalannya sepasang cakar setan. cakar yang berwarna warni penuh racun itu.


anak buah lau chu bin lomo para petinggi sekte ngo tok kauw yang berjumlah 7 orang segera meloncat menghadang laju serangan anyuk.


sedangkan lau chu bin lomo yang penyamarannya terbongkar, dengan gusar nya mencari jalan lain untuk meloloskan diri bersama rombongan pangeran Gao tiong tek.


"penghianaatt!!!.. jangan lari kau!" teriak Anyuk berapi api sambil melancarkan serangan kepada 7 tetua sekte ngo tok kauw guna menerobos barisan itu.


"haaatttt!! . Traannggg!!".. suara benturan tombak anyuk dengan cakar cakar milik para tetua sekte.


Senjata para ngo tok kauw berupa cakar cakar seperti ketua utama mereka. hanya yang membedakan adalah racun nya tidak berwarna warni seperti cakar setan milik lau chu bin lomo. tapi tetap saja itu merupakan racun yang mematikan jika terkena sabetan cakar yang runcing itu.


"Anyuk yang tergetar terdorong mundur 2 langkah tanda kalah iweekang oleh tetua ngo tok kauw itu, bersiap untuk menyerang kembali.


"Saudara Anyuk, serahkan mereka kepada kami. sicu segera memimpin barisan mengejar para penghianat itu" seru seorang pendekar hua san pay sambil melompat dan mendarat di sebelah Anyuk. di ikuti oleh ke empat saudara seperguruannya.


Melihat yang datang adalah para pendekar hua san, anyuk mengangguk.


"baik lah hua san hiap" seru anyuk sambil menjura. kemudian segera dia berlari sambil bersuit nyaring tanda memerintahkan anak buah nya untuk mengikutinya mengejar gerombolan pangeran gao tiong tek.


"kami para pendeta dari hua san, mohon para pendekar bertobat lah, kembali ke jalan yang benar membela ibu pertiwi" ujar khong khi kiam cin jin seorang tosu hua san pay.


"cuiiiihh... bertobat nenek mu!" seru seorang tetua sekte ngo tok kauw yang berjuluk si setan sesat.


"terima serangan!!.. hiaaatt!.. Wuuutt..!"


setan sesat membuka serangan ke arah dada dengan membacokan cakar racun nya. terdengar suara berkebut angin yang kuat. tanda pengerahan iweekang yang dasyat.


tiong kiam cinjin yang memang siap siaga. segera berkelit dengan menggeser badannya seraya mencabut pedang nya.


Tersiar bau busuk yang menusuk hidung ketika cakar itu melewati nya.


para tetua yang lain tidak tinggal diam, mereka beramai ramai segera mengirim serangan. tapi para pendekar hua san pay pun segera meloncat melindungi kakak tertua mereka.


"Traaanggg!! traaangg!!. terlihat percikan api pada benturan senjata mereka.


para hoa san hiap meloncat mundur satu tindak memeriksa pedang mereka. nampaknya tidak ada kerusakan.


"hahaha.. lohu mau lihat kehebatan barisan para pendekar hua san" seru setan gentayangan adik seperguruan si setan sesat. "baik..jangan kau anggap enteng kami" seru hoe kiam cinjin. adik seperguruan kelima dari para pendekar hua san ini. karena masih muda, maka sifatnya masih temprametal emosi nya masih meledak ledak, berbeda dengan kakak pertama mereka tiong kiam cinjin yang sabar dan penuh ketenangan.


"para sute, bentuk formasi!" seru khong khi kiam cinjin.

__ADS_1


"Baik!!" seru mereka serentak


lalu para hua san hiap ini membentuk barisan pedang ngo heng tin.


barisan pedang lima unsur ini mengambil dari pergerakan air, api, logam, tanah, dan angin. jika bersatu maka membentuk suatu barisan pedang yang sulit di tundukan.


terdengar suara angin menderu deru dari pedang yang berputar. para tosu hua san pun tidak diam di tempat. mereka bergerak dalam barisan. menyerang bertahan dan menutup kekosongan ketika menyerang. sungguh suatu barisan yang mengagumkan bahkan air hujan sekali pun rasanya sulit menembus pertahanan ini.


Melihat para pendekar hua san pay ini telah memainkan formasi nya. maka para tetua ngo tok kauw ini mencoba menyerang bersama sama.


"wuuuuutt!!..Traaang!!.. aaahh!!". setan bisu adik ketiga dari 7 tetua berteriak kaget karena nyaris saja pinggangnya termakan pedang lawan. untung dia cepat menjatuhkan diri berguling seperti trenggiling.


memamg kalau untuk ilmu silat, sekte ngo tok kauw ini biasa saja, mereka malang melintang di dunia persilatan karena mengandalkan racun nya yang tersohor mengerikan.


"Awaaass suteee..!!" teriak setan penasaran kepada adik seperguruannya si setan bisu.


karena terlihat pedang barisan ngo heng tin mengejarnya di bawah dengan jurus ular merayap mengejar katak.


melihat hal itu setan bisu terus melanjutkan mengguling ditanah nya. sedangkan si setan kembar hitam putih. adik seperguruan ke enam dan ketujuh dari ngo tok kauw itu meloncat menolong setan bisa seraya menyebar racun penghancur tulang yang di kebutkan dengam lengan baju nya.


"Awasss..!!" teriak khong khi kiam cinjin mberi aba aba pada barisannya.


segera dua barisan depan tho kiam cinjin dan sui kiam cinjin memutar rapat pedangnya membentuk kitiran sambil bergerak mundur. sedangkan khong khi kiam meloncat keudara dengan bersalto mengirim pukulan jarak jauh. "hiaaatt... Dess!!.. pukulan jarak jauh itu berhasil ditahan oleh si setan sesat.


tidak sampai disitu.


"sriiiinnnngg... beetttt!!!" terdengar dentingan pedang yang melesat cepat menuju dada setan bisu yang baru saja berdiri sehabis berguling.


setan bisa terhenyak melihat laju nya pedang itu, sedangkan setan kembar yang baru turun menjejakan kaki nya belum sempat menarik nafas dan menangkis serangan cepat itu, setan sesat sedang menahan serangan khong khi kiam dari atas. hanya setan penasaran lah yang berhasil menangkis satu pedang demgan meloncat dan membabatkan cakar besi nya menangkis laju pedang,


"Traaangg..'!! aaaakkhhh!!"


darah muncrat dari mulut setan bisu.


karena satu pedang berhasil lolos menghujam dada nya.


"Suteee...!!!" teriak setan sesat.


"Kauuuu!!".. karena marahnya setan sesat menggeram sampai tak bisa berkata apa apa lagi.


sedangkan yang lain terperangah melihat saudara seperguruannya merenggang nyawa. sedang kan hua san ngo hiap melihat serangannya berhasil, tidak tinggal diam saja, mereka semakin gencar melakukan serangan. "formasi angin dan api!" seru suheng khong khi kiam cinjin ini.


Maka mereka serentak merubah posisi tempurmya dengan khongkhi dan hoe kiam di barisan depan membentuk pertahanan sedangkan ke tiga seperguruannya membentuk pola penyerangan seperti piramid.

__ADS_1


melihat hal ini setan kembar hitam dan putih melakukan serangan pancingan menguji formasi itu sedangkan setan gentayangan merogoh saku bajunya.


ketika setan kembar mundur, terlihat setan gentayangan meloncat tinggi dan melemparkan puluhan amgi ( senjata rahasia) ke arah ngo hen tin ini.


"Awas senjata rahasia!!" seru khong khi kiam cin jin.


maka serentaj mereka memutar pedang mereka membentuk kitiran. amgi amgi itu mental berterbangan terbentur benteng pedang yang kokoh. terlihat banyak yang menancap di tanah dan mengeluarkan buih berwarna gelap pekat. tanda racun yang sangat ganas yang dapat.melelehkan kulit dan daging bila terkena.


tidak cukup sampai. di situ, kali ini setan sesat merogoh kantungnya dan melemparkan sesuatu ke arah hua san ngo hiap.


"awass peledaakk!" kembali khong khi kiam cin jin berseru.


Para pendekar hua san cepat meloncat menjauh dari lontaran bahan peledak itu.


"Duaaarrr..!!" terdengar suara ledakan keras sekali. seketika tempat itu dipenuhi asap.


""Hati hati.. Asap beracuuunn" seru para tosu hoa san pay itu.


para prajurit yang bertempur dekat dengan lokas ledakan itu tumbang satu persatu. terlihat mereka menggeliat kesakitan dan tubuhnya tampak membiru. seketika para prajurit lawan maupun kawan berlarian menjauh, begitu pun para pendekar hoa san dan para pendekar kaypang yang berada tidak jauh.


melihat kesempatan ini, para tetua ngo tok kauw segera melarikan diri. ketika asap telah buyar, mereka sudah lenyap dari tempat itu, hanya mayat si setan bisu saja yang masih tertinggal.


"Kejaaarrr!!" seru para anggota kaypang.


mereka melihat kawanan ngo tok kauw itu berlari cepat dengan ginkang nya ke arah barat daya menyusul suhu nya lau chu bin lomo dan supek nya beh bin lomo.


Serempak para pendekar dari kaypang dan hua san hiap beserta puluhan prajurit mengejar buruan mereka ke arah barat daya. sedangkan ribuan prajurit yang menyebar kesegala arah di dalam kotaraja itu satu persatu berhasil melumpuhkan musuh nya yakni tentara kerajaan Qin. begitu pula jendral cio telah di tangkap dan di bawa kepada jendral liu yang telah menduduki istana lengkap dengan penjagaan ketat para prajurit pengawalnya.


" Penggal kepalanya dan gantung di benteng kota!" ucap jendral liu dengan tegas.


segera jendral musuh itu di seret dan di penggal.


melihat pimpinan mereka telah tertangkap dan terpenggal, maka hilang lah semangat para prajurit Qin itu. mereka menyerah kalah dengan membuang senjata senjata nya.


"Tugas belum selesai, segera kejar pangeran pemberontak itu!" perintah jendral liu kepada jendral Yap. yang selalu bersama dengan jenrral liu dalam peperangan ini.


" Baik jendral!" ucap jendral yap.


maka dia dengan segenap prajuritnya mengejar pangeran gao tiong tek yang telah melarikan diri bersama para pembantunya.


Sedangkan jendral liu, menitahkan pengawalnya agar memanggil para pangeran lain nya di gedung gedung keluarga kerajaan. yang telah di jadikan tahanan kota oleh pangeran gao tiong tek. dan geledah semua tempat guna menyisir para pemberontak yang masih bersembunyi. para pangeran yang semua berjumlah delapan pangeran itu semua tunduk karena takut akan kekejaman saudara tiri mereka yakni pangeran gao tiong tek.


Telah seharian para pahlawan kerajaan Qi ini mengejar buruannya ke arah barat daya.

__ADS_1


dari jauh terlihat titik titik kecil yang bergerak. dan terdengar sayup sayup bunyi senjata beradu.


melihat hal itu, jendral Yap beserta para prajurit pilihan membedol kudanya agar lebih cepat berlari menuju arah titik titik berkerumun itu.


__ADS_2