pendekar kocak

pendekar kocak
perpisahan yang mengharukan


__ADS_3

"pantas saja ilmu pedang nya tidak sempurna, ternyata gerak langkah kaki harus mengikuti rasi bintang ini" gumam siauba sambil melihat titik titik di punggung kakek kura kura sambil sesekali melihat dan membulak balik halaman demi halaman isi kitab dewa pedang itu.


" jurus ini, bergerak ke kiri setengah langkah, lalu kaki kanan berputar setengah lingkaran ke depan, pedang di ayunkan nya seperti ini"


terus siauba berlatih kembali, sampai dia lupa waktu karena saking gembiranya menemukan rahasia kunci jurus jurus dewa pedang.


Giatnya dia berlatih tak terasa sudah berbulan bulan. akhirnya dia dapat menyempurnakan 7 jurus sakti kitab dewa pedang.


hanya 1 jurus pamungkas yang tidak ada penjelasannya rincinya. di halaman terakhir hanya tertulis " semua menjadi satu, satu menjadi semua".


Siauba belum memahami arti tulisan itu.


tapi dengan ilmu nya sekarang, rasanya hanya beberapa gelintir orang yang dapat di hitung dengan jari saja di dunia persilatan ini yang mampu menandingi nya, walau siauba sendiri belum menyadari kemampuannya yang jauh melesat karena tidak ada lawan tanding.


"kakek konglam..aku akan mencoba untuk membuka pintu batu itu" kata siauba kepada kakek kura kura.


sang kakek kura kura hanya menjulurkan kepala nya saja seraya berjalan pelan menjauh dari siauba ke arah pojokan gua.


kemudian dia memperhatikan siauba yang telah merapal jurus jurus dewa pedang.


menarik dalam dalam nafasnya, mulai mengumpulkan iweekangnya di tantian kemudian menyalurkan ke titik titik jalan darah pada seluruh tubuhnya.


Siauba menarik keluar pedang besarnya itu yang berat dan terbuat dari sejenis kayu keras. dan kuda kuda yang mantap.


siaub mulai mengayunkan pedang besarnya memulai jurus pertama.


"wuuuuttt.. wuuuttt..". angin yang menderu deru, debu debu terlihat mulai terangkat tertarik energy iweekang yang terkumpul. dan terlihat mulai berputar mengelilingi siauba.


dengan langkah 7 rasi bintang nya siauba mulai menyerang pintu batu dihadapannya.


" tarian dewa pedang!" teriaknya.


"Sreeeettt!! .blaaarrr!!". terdengar dentuman keras akibat ledakan energy pada pintu batu oitu. terlihat goresan yang sangat dalam pada batu itu.


tak berhenti di situ, siauba terus memain kan jurus jurus nya sampai ke titik puncak nya.


tubuhnya sudah tidak keliatan lagi.


hanya bayangan yang bergerak di selimuti oleh angin dan debu yang berputar laksana topan. sesekali terlihat kilatan kilatan yang menerobos keluar dari topan energy itu.


"jurus ketujuh!!.. amukan badai pedang!!.. hiaaattt!!!.. Bleeenggg!!..Blaaaarr!!..


terdengar suara yang memekakan telingaa..


Runtuhnya pintu goa itu membuat seisi goa itu tergetaaar..


penuh dengan debu debu pekat yang membuat goa itu gelap sesaat.


nafas siauba terlihat memburu, peluh menetes di sekujur tubuhnya.


tapi selarik senyum bahagia terpancar pada raut muka nya.


"Akhirnyaa.. aku bisa membuka pintu ini" katanya dalam hati.


setelah debu mulai menipis.

__ADS_1


Ternyata dibalik pintu yang di hancurkam siauba ini ada ruangan lagi.


siauba memasuki ruangan itu. tidak luas hanya sekitar 2 tombak saja. tapi ada celah celah kecil sehingga sinar matahari dapat masuk menerangi ruangan itu. hembusan angin sejuk mulai terasa masuk ke dalam goa itu.


di pojokan ada sebuah peti kecil yang tergantung dengan akar akar tipis pepohonan yang menjuntai menembus dari langit langit goa.


perlahan siauba membuka kotak itu.


ternyata isi nya beberapa jubah yang sudah tua. tapi karena kotak itu kedap udara, maka jubah jubah itu tidak lapuk termakan usia.


juga beberapa uang emas yang tidak banyak.


siauba senang sekali melihat jubah jubah itu. karena sudah lama sekali dia tidak berpakaian.


maka, di kenakan lah jubah itu. walau sudah ketinggalan jaman dan agak terlalu sempit buatnya. tapi lebih baik daripada tidak ada.


kemudian dia memeriksa sekelling gua itu. selain ada sebuah tuas pembuka pintu goa, tidak banyak lagi yang di temukan. hanya kotak tua itu saja.


lalu siauba memperhatikan tuas itu.


setelah yakin akan prinsip kerja nya, maka dengan hati was was dia menarik kebawah tuas itu.


"traaak!"


"dreeegggg...dreegg.." terdengar suara keras pergeseran suara pintu batu.


"Akhirmyaaa..." teriak gembira nya siauba


siauba berjalan perlahan melangkah menuju keluar dari goa itu.


silau nya cahaya matahari. membuat dia harus menutup matanya sesaat.


begitu mata siauba telah terbiasa lagi. dia melihat betapa indahnya pemandangan di luar gua itu. burung burung camar yang terbang sesekali menukik ke dalam laut untuk menangkap ikan. ombak ombak yang berkejaran menggulung gulung menghantam karang karang,


"kakeeekk konglam!.. akhirnya aku bisa membuka pintuuuu goaaa!!!.." seru siauba dengan gembira sekali.


dia berlari ke arah kakek kura kura itu kemudian memeluk nya dengan perasaan sangat riang.


"kaaaakkk..kaaakkkk" suara keras dari kakek kura kura itu. seakan dia turut gembira melihat siauba telah lulus dalam menyelami jurus jurus peninggalan majikan nya. yakni dewa pedang.


kemudian siauba di temani kakek kura kura itu berjalan ke bibir tebing.


siauba mempelajari bagaimana dia keluar dari sana.


dia melihat kenyataan, bahwa tempat dia berada ini berupa gunung karang terluar. yang langsung menuju lautan. tidak nampak pantai. sekelilingnya berupa tebing tebing. "nampaknya aku harus berenang. tapi berapa jauh? sanggup kah aku?" pikir nya.


siauba berjalan mondar mandir tampak dia sedang berpikir, berenang atau memanjat tebing?


"Ahaa..!!" mata nya berbinar binar sambil melihat kakek kura kura.


"kakek yang baik, anter aku ya sampai ke pantai" rajuk siauba seraya memeluk kakek kura kura itu.


"kaaaakk.." teriak kakek kura kura itu sambil melengos membelakangi siauba.


kakek kura kura itu terlihat sedih. karena dia tahu sudah saatnya siauba akan berpisah dengannya.

__ADS_1


siauba walau nakal sering menggoda kakek kura kura itu, tapi kini dia tau bahwa kakek kura kura ini sedang bersedih.


"kakek konglam, kau jangan bersedih. aku janji, nanti akan sering menjenguk kemari dan bermain denganmu lagi" kata siauba sambil mengelus kakek kura kura itu.


" sekarang tolong anter aku menuju ke pantai dong kakek konglam" ujar siauba.


"kaaaakk..kaaakkk" teriak kakek kura.kura sambil mulai merangkak bangun menuju ke bibir goa karang itu. kemudian dia turun ke lautan.


melihat hal ini. betapa gembira nya siauba.


segera dia duduk bersujud ke arah makam sang guru nya. dewa pedang. mengucapkan terima kasih nya dan janji nya akan mengharumkan nama baik dewa pedang.


kemudian tak lupa dia raih nya pedang kayu yang berat itu. lalu dia berlari dan melompat ke lautan, dan hinggap di atas punggung kakek kura kura dengan ringannya.lalu dengan santainya dia duduk.


kemudian dengan perlahan, kakek kura kura itu mulai berenang menjauh dari goa menuju ke pantai terdekat.


angin semilir berhembus menerpa wajah siauba.


sungguh senang sekali hati nya.


"hiaaaa.. hiaaa.. ayoo kuda sakti ku melaju kencang" seru siauba sambil menepuk tempurung belakang kakek kura kura laksana kuda balap.


"kaaaakkkk!".. suara teriakan sang kakek kura.kura. tiba tiba sang kakek kura kura itu menyelam ke dalam lautan.


siauba yang kaget, langsung berpegangan erat pada ujung tempurung di atas leher kura kura.


"bleeepp..bleep...bleeepp.." suara udara yang keluar dari mulut siauba. karena tak sempat tutup mulut ketika itu terjadi.


tak lama kemudian. sang kakek kura.kura itu muncul lagi ke atas permukaan.


"huaaa..uhuukk..uhukkk.." batuk siauba.


"kakeeekkk...!! kau ngerjain aku yaa!" teriak siauba.


"kaaaakkk..kaaakkk.." ( sukurinn rasain satu sama) mungkin begitu rasanya teriakan sang kakek kura kura dengan senangnya. :D


"hahaha.." siauba pun tertawa lepas.


Tak lama kemudian terlihat sebuah pantai dengan hamparan pasir putihnya.


Sungguh senang hati siauba. sudah tak sabar ingin cepat menepi.


sampai juga mereka di pantai.


"kakek kura kura.. terima kasih. selama ini dengan setia menemani siaute siauba, budi baik kakek kura kura tak akan siaute lupakan. kelak jika ada waktu. siaute akan mengunjungi mu" kata siauba yang bergetar suaranya menahan runtuhnya air mata.


"Kaaakkk!!..Kaaaakkk!!" teriak kakek kura kura yang meneteskan air mata nya.


melihat itu, siauba tak kuasa memeluk erat kakek kura kura itu.


Sungguh persahabatan yang murni dan mendalam di antara kedua mahluk ciptaan Tuhan walau berbeda ini.


Lama sekali, sampai akhirnya kakek kura kura ini kembali ke lautan. siauba terus memperhatikan sampai kakek kura kura menghilang di gulungan ombak.


kemudian siauba mulai melangkahkan kaki nya meninggalkan pantai kembali ke keramaian dunia.

__ADS_1


Terlihat dari jauh dua bayangan melesat cepat di lebatnya hutan pegunungan. berlomba saling mengejar. terdengar suara berdenting ciri khas dua senjata beradu. tak lama kemudian bayangan itu pun melesat.lagi menuju puncak gunung.


Kemudian berhenti di puncak gunung yang putih dengan hamparan tebalnya salju. dengan keduanya sama sama menggenggam erat pedang nya.


__ADS_2