pendekar kocak

pendekar kocak
pertandingan catur


__ADS_3

" mari masuk ke gubuk reyot ku ini". ujar sang tabib.


"kita duduk di depan saja, ada yang sedang aku tunggu" tukas koai lojin.


" hah? siapa?" ...


"calon murid ku". jawabnya pendek.


" kenapa tidak bersama engkau? umur berapa dia" tanya dewa tabib itu heran.


" tidak, dia berumur 9 tahun, aku suruh dia lewat jalan selatan".


" selatan? itu kan jalan yang sulit untuk anak usia segitu. bukan jalan pada umumnya. karena tebing-tebing yang terjal juga semak belukar. apa kau yakin anak itu akan sampai di sini?" tanya yok sian


" aku tahu jalan itu memang berat. itu ujian untuk anak itu. aku mau lihat seberapa kuat tekad nya. dan batas daya tahan tubuhnya" ujar koai lojin.


"sambil menunggu anak itu mari kita bermain catur"


"baik lah,... yan cia apa sudah kau persiapkan meja caturnya?"


"sudah suhu" jawab yan cia.


" mari pedang rongsok. kali ini aku memakai biji merah. kau hitam."


"hmmmm... siapa takut. mari..."


mereka pun mulai terlibat permainan catur masing masing tidak mau mengalah saling melancarkam taktik serangan dan tipuan tipuan catur. jika sudah asyik dengan hobi nya itu, mereka bisa berhari hari bermain catur tanpa memperdulikan sekitarmya.


Goan cang berjalan perlahan sambil melihat sekelilingnya. semakin dia berjalan keselatan, semakin lebat hutan yang di masuki nya. tapi dia tidak takut. karena dia sudah bertekad untuk mengikuti kakek aneh yang bagaikan dewa gunung itu. sukur sukur bisa di terima jadi murid nya pikir goan cang.


dia terus berjalan melewati lebat nya hutan tak terasa sampai lah dia di ujung hutan itu pegunungan yang terbentuk dari tebing tebing yang berdiri kokoh tinggi menjulang. saat itu hari mulai malam, dia pun sudah lelah. maka diputuskan untuk beristirahat segera. goan cang tidak berani untuk menyalahkan api unggun karena terangnya api akan mengundang binatang binatang buas berdatangan. maka dia mencari cara untuk naik ke atas pohon besar yang banyak dahan nya. sebelumnya dia kumpulkan dulu sulur sulur dari pohon beringin yang banyak disekitarnya. lalu dia manjat pohon. dia pilih yang cukup tinggi sehingga binatang buas kesulitan untuk memanjat. kemudian dia cari dahan yang cukup besar. sehingga cukup aman untuk dia berbaring. lalu dia ikat badannya ke dahan itu dengan harapan jika dia bergerak dalam tidur maka dia tidak jatuh karena tertahan sulur sulur itu. pinter juga akal goan cang ini.


udara malam semakin dingin, untung dia berbekal mantel yang tebal. tak terasa dia terlelap tidur di atas pohon. mungkin karena kelelahan tubuh mungilnya itu juga pukulan terhadap mental nya dalam sehari kehilangan orang orang yang dicintainya.


keesokan hari nya ketika goan cang terbangun terdengar kicauan burung yang riuh serta pemandangan yang hijau di sekeliling lembah bukit karang itu. serasa asri di hamparan hijau dengan kabut tipis. terdengar "kriukk..kriukkk.."


" wah ternyata cacing dalam perutku mulai berteriak" guman goan cang.


dia turun dari pohon besar itu lalu mencari buah buahan yang bisa di makan. memang banyak pohon buah liar di sana. setelah merasa cukup kenyang, maka goan cang bersiap untuk mendaki gunung karang yang terjal itu. perlahan lahan dia mendaki kadang bergelantungan mencari pijakan. tangan dan kaki nya sudah banyak yang luka lecet tergores. tapi tekadnya yang memberi kekuatan. sudah setengah harian dia memanjat tebing, tak terasa sudah jauh tinggi tampak pohon-pohon yang tadi nya besar besar, sekarang tampak kecil di lihat dari ketinggian. ada dataran yang agak mencorok ke dalam tidak luas tapi cukup untuk duduk dan meluruskan kaki. goan cang memgaso sebentar. terasa sangat letih sekali dia. sambil membuka bekal buah buahan yang sempat dia bawa sedikit di kantung mantel nya. sambil makan dia melihat sekelilingnya. di dinding karang itu tumbuh semacam buah tanpa batang yang besarnya hanya seukuran 2 ruas jari, berwarna kuning keemasan dan berbentuk seperti bermahkota dan hanya tumbuh 3 buah saja. buah yang belum pernah dia lihat karena bisa tumbuh di dinding karang yang keras. penasaran dengan buah itu maka dia petik kemudian dia coba untuk memakan nya. ternyata rasa nya manis dan wangi ketika di mulut juga terasa hangat di perutnya, maka dia petik lagi sisa 2 buah itu. di makan lagi satu nya dan satunya dia simpan di saku. terasa hangat dan nyaman di perut.


"sungguh buah yang enak" guman goan cang. tapi tidak lama kemudian rasa hangat di perut itu semakin lama semakin berubah menjadi panas.


"aaaarrgghh...panas sekali..panas.." rintih goan cang.


"kenapa aku?"


tubuh nya berubah warna sebentar terlihat merah sebentar berubah kuning. panas sekali perutnya, dia berjuang untuk menahan panas tubuhnya itu. akhirnya goan cang pingsan.


dia tidak tahu kalau itu adalah sejenis buah langka yang tumbuh 200 tahun sekali. bagi para pesilat, 1 buah itu saja berguna untuk meningkatkan kekuatan iwekang ( tenaga dalam) sampai berkali lipat. sedangkan goan cang memakan 2 buah. dapat di bayangkan lonjakan tenaga dalam yang di alami goan cang. padahal dia belum berlatih iwekang. tanpa dia sadari, goan cang sudah mempunyai bibit tenaga dalam yang dashyat yang saat ini tidur mendekam dalam tubuhnya. hanya dia perlu berlatih dasar dasar pernapasan iwekang untuk membangkitkan dan menggunakan nya. setelah sehari semalam dia pingsan, akhirnya goan cang siuman. ketika menggerak kan badannya, terasa segar dan ringan, juga hawa dingin di pegunungan hengsan itu tak terasa. tubuhnya hangat dan nyaman.


goan cang heran dengan keadaan tubuhnya itu.


"apa karena buah yang tadi aku makan? nanti akan ku tanyakan pada kakek penolong" pikir goan cang.


kemudian dia bergegas menaiki gunung karang terjal itu. terasa ringan tubuhnya dan cengkraman tangan pada bebatuan dinding karang itu sangat kuat. sambil menarik nafas dalam dalam kemudian mulai lah dia memanjat kembali.


puncak gunung sudah terlihat.


" ayooo semangat goan cang" guman diri nya itu.

__ADS_1


akhirnya sampai juga di puncak hengsan, tepatnya di belakang gubuk yok sian. dia terbaring letih di hamparan rumput hijau dengan tubuh penuh luka gores dan nafas memburu.


"akhirnya aku sampai juga, apakah rumah ini yang kakek inkong( tuan penolong) maksudkan itu?" tanya goan cang dalam hati.


yan cia murid yok sian yang ketika itu sedang menjemur rumput akar akaran obat, melihat seseorang sedang berbaring di rumput bibir jurang. dia menghampiri.


" mohon maaf, siapa kah gerangan adik ini?"


" maaf, siawte bernama tan goan ciang, tersesat di tempat ini. tujuan siawte adalah untuk memenuhi perintah kakek inkong ( penolong) untuk ke puncak hengsan ini melalui jalur selatan. karang yang terjal ini".


"apakah yang di maksud inkong itu locianpwe koai lojin?" tanya yan cia.


" benar siansing (tuan)" jawab goan cang.


" ah jangan panggil aku siansing. nama ku yan cia. karena km kelihatan lebih muda darinku, maka panggil saja aku koko" sambil tersenyum ramah.


" baiklah cia ko" jawab goan cang


" tapi kenapa badanmu penuh luka seperti itu cangte (adik cang)?" tanya yan cia heran


" karena siawte mendaki bukit terjal ini ciako. sungguh sulit pendakian nya sehingga banyak tergores batu tajam"


" oalaaahhh.... di pojokan sana kan ada tangga tali untuk naik turun cangte". sambil menepuk jidat yan cia.


"jiaaahhhhh!!!!.... "gubraakkzzz..!!!!


goan cang jatuh terlentang... mau pingsan gak bisa... mau nangis malu.. :p


salah sendiri gak periksa sekelilingnya malah langsung naik aja. :D


"cangte mari masuk" yan cia mempersilahkan goan cang masuk ke gubuk.


yan cia sambil menyuguhkan teh hangat dan memberikan obat luka luar, mereka mengobrol keadaan masing masing. menanyakan asal usul yan cia maupun goan cang.


ternyata yan cia di angkat murid masih sejak 10 tahun. dia adalah cucu dari jendral yap gan bing. jendral yang sudah berumur 60 tahunan ini adalah jendral yang gagah penjaga perbatasan.


jendral yap gan bing ini pernah mengangkat saudara dengan yok sian disaat muda dulu. kala itu yok sian waktu masih berkecimpung di bulim ( dunia persilatan) pernah terluka terkena panah oleh kaum pemberontak. jendral yap lah yang menolong nya memukul mundur para pemberontak itu. dan merawat yok sian di kediaman pribadinya. sehingga yok sian kenal dengan yap goanswe maupun yap hujin beserta anak anaknya. melihat yap goanswe ini seorang yang jujur dan berbudi.luhur. maka yok sian sebagai angkatan tua nya mengajak yap goanswe untuk mengangkat saudara. kelak bila yap goanswe mempunyai cucu, maka yok sian akan mengangkat cucu yap goanswe ini sebagai muridnya. yan cia adalah cucu pertama jendral yap. sesuai janji nya maka yok sian datang menjemput yan cia setelah yan cia berumur 10 tahun untuk di didik sebagai penerus nya baik ilmu pengobatan maupun ilmu silat nya. sudah empat tahun yan cia mendapat didikan di puncak hengsan ini. walau begitu sejak kecil ia telah didik dasar dasar silat dan iwekang khas keluarga yap.


yan cia seorang yang ceria ramah dan cepat akrab. sehingga goan cang senang mendapat teman dan cepat akrab dengannya.


" Suhu sedang bermain catur sudah 3 hari sejak locianpwe koai lojin datang sampai sekarang belum selesai".


" cangte bisa bermain catur?"


" siawte belum pernah bermain catur cia ko, tapi siawte tahu cara nya, mengerti sedikit. karena sering lihat mendiang ayahanda dan para paman piawsu bermain".


"setelah beres makan, mari kita lihat para senior bermain. tapi cukup lihat dari jauh saja cangte. karena mereka benar benar tidak bisa di ganggu"


" baik cia ko"


Setelah makan goan cang ditemani yan cia pergi ke pekarangan depan. mereka melihat yok sian dan koai lojin duduk tak bergerak seperti patung, yang membedakan hanyalah raut wajahnya yang sebentar berkerut seperti berpikir keras, sebentar menghela nafas. tapi wajah para senior ini berpeluh. banyak butiran butiran keringat. padahal udara di sekitar situ sangat dingin.


ketika goan cang dan yan cia berjalan mendekat di sekitar situ terdapat batu batu setinggi setengah meter yang di susun menyerupai pola patkwa ( 8 mata angin) yang biasa untuk tempat berlatih silat nya yan cia.


di tengah nya terdapat batu bundar besar menyerupai meja. yok sian dan koai lojin duduk disana bertanding catur.


goan ciang dan yan cia berdiri tidak jauh dari sana sekitar jarak 1 tombak. mereka tidak berani duduk. hanya berdiri melihat pertandingan tanpa berani mengeluarkan suara.


goan cang memberanikan diri untuk melangkah untuk menyapa inkong nya. tapi diri nya tertahan seperti ada benteng energy yang tak tampak. sehingga sulit di tembus maju.

__ADS_1


"kau sudah datang cang jie?" kata koai lojin tanpa menoleh. tapi di saat itu tampak wajahnya yang kecewa karena kali ini pun dia kalah lagi bermain catur.


terlihat raut muka senang dan bangga di wajah yok sian.


" berkat inkong, boanpwe sampai dengan selamat di tempat ini. salam hormat locianpwe".


" salam hormat yok sian locianpwe" goan cang menjura


" hmmmm" .. yoksian manggut sambil mengelus janggutnya.


"kemari lah nak" sahut yok sian


goan cang tetap dengan hormat dia datang mendekat. benteng energy yang tadi dirasakan nya itu sudah hilang.


" pek pie kut" ( tulang yang bersih) guman yok sian sambil melihat goan cang.


" cang jie.. apa kau bisa bermain catur tanya yok sian.


"boanpwe pernah lihat mendiang ayah bermain. boanpwe mengerti sedikit sedikit"


" bagus bagus.. mari temani lohu bermain" kata yoksian.


"biar lohu mengalah 5 kali langkah dahulu"


" terima kasih locianpwe" tukas goan cang.


" eh tunggu dulu" potong koai lojin.


" tabib rudin, kau ini kan angkatan tua. masa bertanding dengan angkatan muda tidak ada hadiah nya hanya mengalah 5 langkah saja. kurang serulah"


bagaimana jika kita yang tua tua ini taruhan?


ujar koai lojin.


" apa taruhannya?" tanya yok sian.


"jika kau kalah, maka harus mendidik dia selama 3 tahun menurunkan kepandaianmu setidaknya ilmu pertabiban maupun kepandaian andalanmu dalam melempar amgi untuk anak ini" kata koai lojin.


yok sian termenung sebentar.


" lohu tidak bisa sembarang menurunkan kepandaian kepada orang yang lohu tidak kenal. kecuali.... jika cang jie ini menjadi murid mu. maka jika dia salah jalan maka engkau sebagai guru nya yang akan bertanggung jawab penuh" kata yok sian kepada koai lojin.


" baiklah jika begitu..., cangji cepat kau bersujud. aku akan mengangkat mu menjadi muridku" tukas koai lojin tanpa pikir panjang lagi. memang dari awal koai lojin melihat goan cang, dia sudah tertarik karena terlihat berjodoh dengab ilmu silat. hanya sifat goan cang yang koai jin belum tahu. tapi setelah melihat goan cang mempunyai tekad yang kuat dan berjiwa lurus. maka hilang keraguan koai jin.


" tecu menghormat pada suhu" goan cang berseru sambil berlutut membungkuk kan badannya menghormati koai lojin sebagai guru nya secara tulus.


" hahaha... bagus bagus.." koai lojin tertawa senang.


" nah.. cang jie ayo keluarkan kemampuan catur mu melawan yok sian, jangan ragu. jika kau kalah ya tidak apa. lohu mau lihat kemampuan mu"


:Baik suhu" tukas goan cang.


" maaf locianpwe yok sian jika siawte lancang" jura goan cang.


" tidak apa cang jie.. silahkan kau boleh jalan dahulu" yok sian mempersilahkan goan cang untuk memulai langkah pertama nya sampai 5 langkah dulu.


terlihat mata koai lojin membesar dengan muka tersenyum sumringah melihat cara jalan bidak caturnya goan jie. sedangkan ypk sian terlihat alis nya naik dengan muka mengkerut agak kaget rupanya melihat arah permainan catur goan jie ini.


" ping bergerak kesamping, pao menjaga di belakang, jiang dan shi berjalan beriringan. ma melompat kedepan". " hebat.. aku kena di akali bocah ini!!?" berseru kaget yoksian setengah berteriak.

__ADS_1


" hahaha.. terlalu mandang rendah kau tabib rudin" ternyata kena di akali bocah ingusan... hahaha".. koai jin tertawa senang sekaligus dia pun tak percaya akan muridnya ini begiru hebat bermain catur.


__ADS_2