
jendral yap, yang mendengar bahwa raja berhasil di gulingkan. berencana untuk memyerang kotaraja kaifeng.
Dia berangkat dengan membawa 5000 prajurit. sedangkan perbatasan selatan dia tinggalkan kepada wakilnya. jendral muda tong po.
ketika di perjalanan, jendral yap mendengar bahwa putra mahkota berhasil selamat dan berdiam di kediaman jendral liu. maka berangkat lah dia menuju kediaman liu goansgwe guna memastikan kebenaran itu.
"semoga putra mahkota sehat selalu" ketika jendral yap menemui putra mahkota di kediaman jenrdal liu.
"bangun lah yap goanswe" ujar Gao wei.
jendral yap mengutarakan akan menyerang kotaraja. maka meminta bantuan prajurit kepada jendral liu.
jendral liu menyetujui bersama sama mereka akan memerangi tentara Qin yang telah menguasai kotaraja. tapi dengan kekuatan mereka yang ada. masih sangat jauh untuk mengimbangi kekuatan angkatan perang Qin.
ketua kaypang yang ikut serta dalam rapat itu memberitahukan kalau para kaum dunia persilatan kerajaan qi akan ikut bergabung .membantu prajurit kerajaan Qi.
keesokan hari nya pada hari ketiga. sesuai dengan perjanjian, berdatanganlah para murid murid perguruan hoa san, butong pay, thian san pay, dan kaypang. sedangkan kuil shaolin tidak mengirim murid dalam, tetapi mengirim beberapa murid preman nya.
mereka berkumpul di aula keresidenan kota. kekuatan gabungan mereka berkisar 20 ribu prajurit dan para pendekar.
Di pimpin oleh jendral senior liu, mereka mulai mengadakan penyerangan ke kotaraja, untuk mengembalikan tahta raja Gao.
Tapi pangeran Gao tiong tek yang banyak menyebar mata mata ini, sudah melakukan persiapan dengan menarik pasukan Qin dari perbatasan utara untuk memperkuat kotaraja, juga mulai merekrut para pendekar kalangan hekto, seperti beh bin lo mo, juga partai ngo tok kauw. pangeran gao tiong tek pun mengirim utusan ke kerajaan Qin dan kerajaan boan sekutunya guna memohon bantuan penambahan pasukan.
Perang besar pun terjadi. tapi benteng kotaraja memang sungguh kokoh. mereka bertahan sambil menunggu bala bantuan dari kerajaan Qin dan boan.
kedua jendral saling mengadu strategi antara jendral cio melawan jendral liu.
tapi memang pertahanan kotaraja sangat kokoh. jendral liu mengatur strategi untuk melancarkan serangan secara rahasia. dia menunjuk lau kin untuk memimpin aksi nya itu. karena lau kin mengetahui lorong rahasia menuju istana. tapi harus diupayakan agar kelompok yang di pimpin oleh lau kin dapat menyusup masuk ke dalam benteng.
panglima perang jendral Liu memmpin pasukannya bergerak menyerang dari arah barat, sedangkan jendral yap menyerang dari depan. mereka menempur habis habisan. panah bertebaran. juga batu batu besar yang di lontarkan menggunakan ketapel raksasa menghujam dinding benteng yang kokoh.
jendral cio yang mempertahankan benteng itu memperkuat barisan pertahanan di depan dan barat. agar tidak sampai kebobolan.
karena penyerangan terkonsentrasi di barat dan depan, maka sebagian pasukan dari timur benteng di alihkan untuk membantu bagian depan dan barat benteng.
terlihat dari kejauhan bagian timur hanya di jaga beberapa puluh prajurit saja.
Melihat kesempatan ini, lau kin beserta dua puluh prajurit yang merupakan murid murid perguran kaypang dan hoa san. mulai bergerak untuk menyelusup.
tinggi nya benteng yang mencapai empat belas tombak itu bukan lah hal mudah. di butuhkan orang orang yang mahir menggunakan ginkang.
mulai lah berbaris satu regu panah yang mempunyai tenaga iweekang memadai.
dengan kekuatan iwekang, pasukan pemanah mulai melontarkan panah nya yang menghujam dinding benteng membuat undakan anak tangga terbuat dari panah menuju atas. sambil menghujam dinding itu, lau kin mulai meloncat berpijak pada anak panah yang menancap pada dinding benteng. dengan gerakan ginkang nya yang sempurna tidak sulit buat dia untuk sampai di atas. kemudian di ikuti oleh pasukannya, Ahuat, Anyuk dan para kaypang tingkat 5 dan para pendekar hoasan yang berjumlah 5 orang. juga
Gelap nya malam membuat pergerakan pasukan pendam ini lebih leluasa.
setelah sampai mereka di atas benteng.
Tiba tiba keadaan yang gelap itu berubah menjadi terang benderang nyala obor.
Ternyata pasukan penjaga Benteng bersembunyi menunggu mangsa masuk dalam jebakan. terlihat ratusan prajurit sudah bersiaga dengan tombak, pedang, panah.
melihat hal itu, tahulah lau kin cs bahwa mereka telah masuk perangkap.
"seraaaangg!!!" ujar seorang perwira penjaga benteng.
Ratusan prajurit dari kiri kanan mereka menyerang dengan tombaknya.
"Traaang...!!" "Hiaaatt".. lau kin cs menyambut serangan itu.
para kaypang dan hoa san hiap yang tak menyangka bahwa aksi mereka memang telah ditunggu, terpaksa mati matian mempertahankan diri.
hoa san hiap, para pendekar hoa san yang biasa bertempur menggunakan barisan memang terbukti banyak membantu pertahan diri mereka. bergerak dalam barisan ngo heng tin, mereka bergerak saling mengisi kekosongan menyerang dan bertahan.
adapun kaypang yang terkenal dengan formasi tongkat pemukul anjingnya pun sama, mereka segera membentuk formasi pertahanan.
__ADS_1
mereka bertempur dengan gagah nya.
sudah banyaj prajurit yang terluka ataupun terkapar karena amukan lau kin cs.
tapi para prajurit ini laksana air bah. gugur satu datang dua. gugur dua datang tiga.
terus seperti itu. lama kelamaan membuat para pendekar kita ini kewalahan juga. peluh sudah membasahi tubuh.
bahkan ahuat dan anyuk terlihat tubuhnya sudah penuh luka walau semangat tempur mereka masih tetap tinggi.
Melihat hal ini, lau kin mencari jalan mundur.
ketika ada kesempatan dia secepatnya melepaskan tanda api ke udara. yang di lontarkan dari bumbung kayu. api yang berwarna ungu itu.
"Buka jalan darah!" seru lau kin berteriak memerintahkan para anggotanya.
Mereka bertempur sambil bergerak mundur menuju ujung benteng.
terdengar dari arah luar benteng suara anak panah yang melesat. dari suaranya mereka mengetahui itu adalah panah besar.
ternyata benar, itu panah besar yang di lontarkan dengan pentangan busur panah yang ditarik oleh tenaga lima orang prajurit. Panah melesat menghujam dinding benteng sampai melesat lebih dari setengah badan anak panah. diujungnya terikat sebuah tambang guna jalan turun para pasukan pendam ini.
melihat itu Lau kin berseru,
"Munduuurrr...!" teriak nya.
para hoa san hiap segera meloncat di ikuti oleh kaypang.
sedangkan lau kin, ahuat dan anyuk melindungi jalan mundur mereka.
ketika mereka sedang bergerak mundur, sekonyong konyongnya terasa oleh lau kin sambaran angin yang kuat dari samping, ternyata serangkum pukulan yang di lancarkam oleh seseorang.
segera dia berkelit sambil memapak pukulan itu dengan tangan kiri nya.
"Duaarrr..!!" "Aaachhh..hueekkk!!".
Lau kin terdorong mundur beberapa langkah seraya memuntahkan darah segar.
"hahaha... cucunguk ini mau melarikan diri? jangan harap" kata seseorang yang melancarkan pukulan itu.
" kau..hekk..!!" seru lau kin sambil memuntahkan darah kehitaman.
tampak tangan lau kin yang memapak pukulan itu bersemu kehitaman. dengan cepat dia menotok titik titik jalan darah di beberapa tempat pada tubuhnya.
" kau terkena pukulan penghancur tulang ku" seru seseorang itu.
" Rupa nya kau lau chu bin lomo, kauw cu ngo tok kau!" seru Anyuk sambil bersiaga.
Laukin terkejut mendemgarnya..
"lariii komandan, hiaaatt...!!" seru anyuk.
termyata Anyuk nekat menyerang datuk sesat ketua sekte lima racun ini.
"Hahaha.. cuma cucunguk begini mau main main dengan lohu" ujar lau chu bin lomo.
dia mengayunkan tangan nya menangkis serangan Anyuk.
senjata lau bin lomo adalah sepasang cakar besi yang dibuat seperti tongkat ini lah senjata lau bin lomo. tampak berwarna warni menandakan cakar cakar itu penuh dengan racun.
"Traaaanng...!" benturan keras terjadi terlihat percikan api akbiat kerasnya benturan pedang Anyuk dan cakar besi lomo.
tapi Anyuk terdorong beberapa langkah tanda iweekangnya kalah jauh dari iblis tua ini.
"Hati hati.." seru lau kin. sambil nafasnya tersengal.
Ahuat yang sibuk menjaga Laukin dari serbuan tentara tampak susah payah. dengan memutar mutar tombak nya dia berjalan mendekati lau kin.
__ADS_1
"komandan, kay pergilah" ujar ahuat tanpa menoleh pada lau kin. sambil sibuk menghalau para prajurit Qin yang terus merangsek.
Lau kin dengan sisa sisa tenaga nya dia mengemposkan semangat untuk tetap maju bertempur.
dia tak menghiraukan anjuran ahuat anak buahnya. dia memilih bertempur bersama anyuk menghadapi lau chu bin lomo.
Sambil berbisik dia memerintahkan agar anyuk dan ahuat bersiap meninggalkan benteng.
"jaga serangan!!.. hiaaattt!!" lau kin berseru sambil menyerang lau bin lomo.
dengan jurus Garuda kembar nya lau kin memainkan sepasang pedangnya dengan indah. layaknya garuda yang mengibaskan sayap nya memburu dengan cakarnya.
dia meloncat berputar diudara merentangkan tangannya dan melesat menuju lau chu bin lomo.
melihat serangan itu, iblis tua itu pun tidak segan memapak serangan dengan kedua cakarnya menggunakan jurus elang mematahkan ekor.
dia bergerak kesamping seraya cakar di tangan kirinya memapak pedang lau kin. lalu memutar seraya melancarkan serangan cakar ditangan kanannya.
lau kin yang mengetahui jika serangannya di teruskan maka tengkuknya akan termakan senjata lawan. segera berkelit merendahkan diri sampai hampir menyentuh tanah.
maka lolos lah serangan cakar itu lewat hanya beberapa cun saja dari kepalanya. tersiar baru harum yang menyengat dari cakar itu. menandakan dipenuhi racun yang mematikan.
lau kin tidak tinggal diam. setelah serangannya gagal, dia mengemposkan tubuhnya menghujam kan pedang pada leher iblis tua itu. dengan gerakan seperti ikan gabus meletik diudara. cepat sekali gerakannya menghujam lurus ke arah leher.
tapi yang di hadapinya ini datuk iblis yang sudah kenyang pengalaman bertempur.
dengan memiringkan lehernya maka serangan itu lolos.
dengan begini pertahanan lau kin pada bagian dada terbuka.
lau chu bin lomo tidak mensia siakan kesempatan ini. dengan tendangan kilat yang di sertai iwekang dia menendang telak dada lau kin yang saat itu masih dalam keadaan di udara.
"Daaaggg!!" "Aaargghh!!".. lau kin dengan mulut menyemburkan darah. terpental sampai 3 tombak ke arah ahuat dan anyuk.
melihat ini, Anyuk segera menamgkap komandannya.
"komandan!!" serunya
"ka..kalian cepat lah pergi, heekk..." ujar lau kin sambil tak hentinya darah hitam keluar dari mulutnya.
laukin merogoh sesuatu ke dalam saku nya. tapi apa daya tenaganya sudah sangat lemah. Anyuk membantu mengeluarkan sesuatu dari saku baju lau kin. ternyata dua buah bom asap berukuran sebesar kelereng.
" komandan..ini.." tanya anyuk
tapi lau kin tak menjawab lagi. dia telah gugur.
anyuk dengan menahan kesedihan nya segera melemparkan bom asap ke arah lau chu bin lomo.
"Awaaasss....." seru lau chu bin lomo kaget seraya menghindar. di ikuti oleh para prajurit di dekatnya.
"Duaaarrrr!!".. bom pun meledak mengeluarkan asap tebal.
melihat kesempatan ini, maka anyuk dengan cepat menggaet baju belakang ahuat yang sedang sibuk menahan serangan para prajurit.
dan segera melompat menjauh ke arah pinggir benteng dimana tali turun sudah menunggunya. kejadian itu hanya sepersekian detik.
kemudian anyuk melemparkan bom kedua ke arah penyerang ahuat dan dengan cepat mereka melompat turun ke tali.
"Awaaasss..." seru para prajurit seraya menghindar dari ledakan.
"Duaaarrr!".. bom kedua meledak.
tapi itu hanya asap tebal tidak beracun.
melihat kedua musuh ini berhasil melarikan diri dengan melompat menggunakan tali.
para pasukan panah mengejar menuju bibir benteng.
__ADS_1
mereka bermaksud untuk menghujani dengan panah nya.
tapi berdesingan suara anak panah melesat dari arah pepohonan yang di lesatkan oleh pasukan panah jendral yap. yang menghalau pasukan panah di benteng. guna melindungi jalan mundurnya pasukan pendam ini.