Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 21


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Setelah mendengar usulan dari Komandan Markovic, membuat Jaka Lumayun menyetujui dengan apa yang di usulkan oleh adik keduanya.


"Oke lah kalau begitu, tapi kapan aku bisa masuk ke sana?" tanyaku kepada adik kedua.


"Gimana kalau malam ini kita latihan menembak terlebih dahulu? biar semakin mengasah ketajaman kakak, walaupun aku udah tau hasilnya bahwa aku akan kalah wkwk." ucapnya sembari memberikan sniper KAR198.


"Hilih kamu ini selalu saja merendah kepada kakakmu ini, yaudah ayo kita latihan menembak yah, tapi dari atas gedung dengan target buah semangka yang nanti aku siapin, gimana berani ga?" tantangku kepada Komandan Markovic.


"Waduh kakak salah nantangin orang, aku ini kan komandan di sini hahaha, bercanda kak." ucapnya dengan membuat suasana menjadi lucu.


"Aduh aku kira kamu beneran serius, ahh ayo sudah kita latihan sekarang sebelum tambah malem." ucapku yang langsung menyuruh Komandan Markovic ke atas dan membawakan sniper milikku.


Sedangkan Jaka langsung ke bawah dan mengambil 2 buah semangka yang ia ambil dari gudang stok makanan.


Jaka langsung menaru semangka itu di balik pepohonan yang memiliki ranting dan dahan yang banyak agar lebih menantang adrenalin.


Setelah selesai memasang target Jaka langsung berteleportasi ke atas gedung yang langsung berada di samping Komandan Markovic.


"Aih si kakak bikin aku kaget saja, di mana target yang kakak taro? aku tidak melihatnya." ucapnya yang mencari keberadaan target yang akan di tembak.


"Haduh nih aku tunjukkin pake leser, tuh di balik dahan dan ranting pohon terdapat semangka yang akan menjadi target kita." ucapku dengan menahan ketawa.


"Bagaimana bisa kita menembak target di balik dahan dan ranting yang begitu banyak ka?" tanya Komandan Markovic yang merasa itu semua mustahil.


"Sebagai seorang sniper tidak ada kata mustahil baginya untuk menembak target di segala medan dan posisi." ucapku dengan bijak seperti seorang sniper handal.


"Iyah deh ka, tapi kalo kalah lari muterin lapangan nanti pagi sebanyak 10 kali yah." ucap Komandan Markovic.


"Oke siapa takut, mending kita mulai saja, kakak yang nembak duluan." ucapku yang langsung membidik sasaran milikku.


Tanpa waktu lama Jaka langsung melepaskan timah panasnya dengan bidikan yang sangat akurat dan mampu melewati dahan dan ranting pohon, ia mengincar di balik daun karena daun adalah material yang gampang di tembus oleh peluru sniper miliknya.

__ADS_1


"Kena gak tuh ka tembakannya?" tanya Komandan Markovic yang masih belum tahu hasilnya.


"Lihat saja nanti, sekarang gantian kamu untuk menembak sasaran milik kamu sendiri." ucapku yang langsung menaruh senjata milikku dan menggantinya dengan teropong.


"Oke, tunggu saja kakak lihat kemampuan aku ini yah." ucapnya dengan menyombongkan diri.


Tidak seperti Jaka, Komandan Markovic terlihat sangat lama untuk membidik sasarannya, mulai dari ia mengatur jarak teropong yang dia gunakan, membenarkan tempat berpijak senjata miliknya dan ia selalu menggeser tempat duduknya.


"Ayo lama banget gak di tembak." ucapku yang sudah tidak sabaran menantikan hasil yang akan terjadi.


Tidak lama setelah Jaka berkata seperti itu, Komandan Markovic langsung melepaskan tembakan dengan tanpa mereka ketahui apakah yang mereka tembak akan menembus target yang mereka incar.


"Ayo kita turun sekarang untuk melihat hasil tembakan dari kita." ucapku yang langsung menggandeng tangan Komandan Markovic dan berteleportasi.


"Wah cepat sekali, aku baru pertama kali di bawa teleportasi seperti ini." ucapnya yang masih takjub dengan kekuatan Jaka.


"Sudah, sekarang bagaimana dengan hasil tembakan kamu?" ucapku yang membelakangi semangka yang aku bawa.


"Tuh kan pas banget di tengah tengah." ucapnya dengan menunjuk ke bolongan bekas dari peluru yang ia lesatkan.


"Memang peluru kamu itu pas bidikan, namun kamu menembus banyak dahan dan ranting pohon yang membuat peluru kamu tidak dapat menembus semangka itu." ucapku yang menjelaskan kejadian sesungguhnya.


"Lah bagaimana kakak tau kalau aku salah menembak?" tanyanya kepadaku.


"Kau lihat saja itu, dahan yang bolong banyak sekali, sedangkan punyaku hanya menembus beberapa daun saja yang membuat semangka milikku ini terbelah menjadi dua dengan 2 lobang bekas tembakan." ucapku yang memperlihatkan semangka milikku yang menjadi sasaran tembak.


"Aduh, kau memang sangat pandai ka, seharusnya aku bisa menganalisa seperti itu, tapi aku senang kalau kakak memang sangat berbakat menjadi seorang sniper." ucapnya yang memberikan selamat.


"Terima kasih de, yaudah yuk kita balik lagi ke atas dan taro kembali senjata yang kita bawa tadi." ucapku yang langsung berpindah ke atas gedung.


"Astaga kakak, kenapa gak ancang ancang dulu sih, kan aku kaget mulu kaya begini mah, untung aku gak punya riwayat penyakit jantung, coba kalau ada abis aku ka." ucapnya dengan kaki yang bergetar.


"Hehe maaf de, yaudah ayo kita kembalikan senjata ini ke tempat semulanya." ucapku yang langsung mengambil senjata milikku dan milik Komandan Markovic.

__ADS_1


"Terima kasih sudah mengambilkan senjataku kak." ucap Komandan Markovic.


"Sama sama, yaudah ayo kita ke bawah bareng bareng." ucapku dengan merangkul Komandan Markovic.


"Heh bakal teleportasi nih kayaknya." ucapnya yang langsung bersiaga.


"Hahaha kau salah, aku tidak mau teleportasi lagi wkwk kamu nih, kan enakan jalan kaki saja." ucapku sambil tertawa terbahak bahak.


"Dasar kakak mah sukanya menggoda aku saja." ucapnya sembari cemberut.


"Yaudah besok kakak traktir kamu yah, gimana? tapi jangan ngambek lagi yah." ucapku yang membujuk Markovic agar tidak kesel lagi kepadaku.


"Hmm tapi aku mau kita mancing dulu baru kita bakar ikannya, bagaimana?" ucap Komandan Markovic yang menawar terhadap tawaranku.


"Hmm oke boleh saja, kita mancing di hutan yah, sekalian aku mau melihat kedua beruang sahabatku yang kemungkinan masih ada di sana." ucapku sembari menuju ruang simpanan senjata.


"Oke saja, lebih seru kalau begitu ka." ucap Komandan Markovic yang menyetujui usulan dariku.


Setelah berbincang selama berjalan ke ruang senjata, kini mereka berdua telah sampai di ruang senjata dan menaruh kembali senjata mereka di tempat semulanya.


"Ka kita tidur di mes yu? mau ga?" tanya Komandan Markovic.


"Mes? apa itu?" tanyaku yang tidak mengetahui apa apa.


"Mes itu adalah semacam asrama bagi para anggota militer yang masih belajar ka, gimana mau nyobain gak?" kembali Komandan Markovic menawarkan hal yang sama.


"Hmm baiklah kalau sudah kamu yang meminta aku tidak bisa menolaknya, yaudah sekarang kita menuju mes yang kamu maksudnya." ucapku yang menuruti adik kedua.


"Hihi terima kasih ka, yuk aku tunjukin jalannya." ucap Komandan Markovic yang langsung berjalan terlebih dahulu di depan Jaka Lumayun.


......Bersambung.......


Selalu dukung karya ini dengan cara like dan komen, jangan lupa share ke temen temen kalian agar dapat menikmati cerita ini juga, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2