
...Happy reading guys.🤗...
Setelah semua pleton selesai menjalani pelatihan renang semua taruna diizinkan untuk mandi terlebih dahulu setelah itu akan ada sesi makan pagi.
"Baiklah semuanya, karena semua sudah menyelesaikan pelatihan renang kali ini maka sekarang kalian mandi dan saya kasih waktu hanya 30 menit untuk semuanya mandi terus kembali ke lapangan dengan sudah memakai baju salinan. Mengerti?" tanya Letnan Suryadi.
"Siap, mengerti pak." sahut seluruh taruna sniper.
Kemudian mereka semua berjalan ke kamar mandi untuk mandi agar tidak terlambat dalam kembali ke lapangan. Namun semuanya tidak berjalan mulus, karena banyaknya orang yang mau dahuluan mandi membuat beberapa pleton saling baku hantam.
"Hadeh mereka malah baku hantam Jak, gimana nih? kita pisahin atau kita langsung masuk mandi aja?" tanya Harry.
"Sebaiknya pisahin mereka dulu kalau kita langsung masuk saja sama aja kita kayak manfaatin keributan mereka untuk kepentingan kelompok kita." ucap Jaka yang mulai masuk ke dalam arena baku hantam.
Melihat ketua pleton mereka masuk ke dalam baku hantam para pleton membuat anggotanya pada turun tangan untuk menghentikan semuanya, sebenarnya tanpa bantuan mereka Jaka dapat memisahkan semua orang yang sedang berkelahi dengan tenaga dalamnya.
Saat anggota Jaka masuk ke dalam perkelahian mereka terpental keras hingga menabrak tembok dan segala sesuatu yang ada di sana.
"Njir ini kekuatan apa besar banget?" tanya Harry kepada temannya.
"Gw juga gak tau Har, tapi ini kuat banget sampe kita aja terpental sampe jauh kayak gini." ucap Krisna yang mulai bangun.
Tanpa mereka ketahui sebenarnya yang mengeluarkan kekuatan sebesar itu adalah Jaka, namun karena kepintaran Jaka ia pura pura ikut terpental dengan kekuatan itu agar tidak dicurigai oleh teman temannya.
"Woi ayo lah gaes kita ini kan satu keluarga! Ngapain berantem kayak begini setan!" ucap Jaka dengan nada marah.
Semua hanya terdiam tanpa berbicara sedikit pun, sebenarnya para pelatih sudah mengetahui terjadinya baku hantam di antara para pleton saat mandi namun karena perintah dari Letnan Suryadi agar membiarkannya untuk melihat dari sekian banyak taruna siapa yang sangat berjiwa pemimpin itu siapa.
__ADS_1
"Kalian lihat itu, taruna 203 dia adalah salah satu taruna yang selama ia masuk selalu menjadi daya tarik bagi aku." ucap Letnan Suryadi sembari memperhatikan Jaka yang sedang marah marah.
"Bukan hanya bapak yang mendapat daya tarik dari taruna 203, tapi kami juga mendapatkan itu pak. Dia adalah orang spesial untuk bisa memimpin semua anggotanya di masa depan, aku yakin dia pasti bisa menjadi seperti Jenderal Damar yang sangat dicintai dan dihormati oleh semua orang." ucap Letnan Suryadi.
Semua pelatih yang ada hanya tersenyum melihat tindakan yang dilakukan oleh Jaka.
"Oke sekarang gw mau kalian untuk mandi bergantian sesuai dengan urutan pleton kalian dan setiap pleton hanya dapat waktu mandi 5 menit. Cepat!" ucap Jaka dengan nada tinggi dan mata terpejam menahan amarah.
Mendengar perintah dari Jaka membuat pleton satu langsung masuk ke dalam kamar mandi mematuhi perintah dari Jaka. Kemudian Harry menenangkan Jaka yang tengah emosi tingkat tinggi.
"Udah lah Jak jangan terlalu marah sama mereka, tenang tenang." ucap Harry yang menenangkan Jaka.
"Ya gw tau tapi mereka kayak anak kecil saja yang memperebutkan permen dari tangan anak kecil yang lainnya." ucap Jaka dengan sedikit frustasi.
"Hmm oke bagaimana kalau kita latihan silat saja? gw denger lu jago bela diri, bagaimana kalau kita berlatih terlebih dahulu sembari menunggu giliran kita masuk ke kamar mandi." ucap Harry yang langsung berdiri.
"Oke ayo gaskeun." ucap Harry yang langsung memasang kuda kuda menyerang.
"Kita berlatih persahabatan." ucap Jaka yang memasang kuda kuda juga.
"Persahabatan." ucap Harry yang tersenyum dan langsung memulai serang terlebih dahulu.
Mereka berdua bertarung dengan sengit bahkan sampai membuat semua orang memperhatikan mereka yang sedang bertarung.
"Weh dua orang itu kenapa malah bertarung?" tanya ketua pleton 4.
"Owh dia lagi berlatih pencak silat, karena si Harry dan Jaka emang sama sama atlet pencak silat ya jadi wajar saja untuk mereka berlatih bersama seperti ini, tapi tenang saja tidak ada yang menang dan yang kalah namun hanya untuk mengasah kembali kemampuan mereka." ucap Krisna yang mulai memperhatikan gerakan mereka berdua.
__ADS_1
Semua orang tidak ada yang mengetahui jati diri dari seorang Krisna yang memang seorang atlet pencak silat kontingen negara yang masuk militer untuk mengejar cita citanya.
"Jurus apa yang mereka gunakan? aku tidak pernah melihat jurus itu. Ehh kenapa gerakan mereka semakin cepat?! Apa hanya aku saja yang tidak bisa melihatnya." ucap Krisna sembari memperhatikan gerakan Jaka dan Harry.
"Benar mereka menggunakan gerakan pencak silat kuno, karena kuda kuda itu hanya bisa dipakai oleh orang orang yang belajar ilmu silat tua atau kalau bahasa Minang Kabaunya adalah sile tuo." ucap Krisna yang memperhatikan keduanya bertarung.
Tidak lama setelah itu pleton 2 sudah selesai mandi dan sekarang giliran pleton 3 untuk mandi. Kemudian Krisna menghampiri keduanya untuk memberitahu bahwa sekarang giliran pleton mereka untuk mandi.
"Oi ayo sekarang kita mandi." ucap Krisna dari jarak dekat.
Jaka dan Harry tengah melakukan kuncian mereka masing masing, namun karena mendengar giliran mereka untuk mandi, langsung menghentikan kuncian itu.
"Owh iya iya." ucap Jaka.
"Aku rasa kalau aku bertarung lebih lama dari barusan aku tidak bisa menandingi kekuatanmu." ucap Harry yang memuji Jaka.
"Ahh kamu mah bisa aja, aku cuman menang energi kamu menang power, kalau aku sudah kehabisan energi pasti aku akan kalah darimu Harry." ucap Jaka yang langsung memeluk Harry untuk salam latihan persahabatan.
Semua orang memberikan tepuk tangan kepada Jaka dan Harry yang memberikan pertunjukan silat asli dari negara mereka sendiri dengan pertunjukan yang sangat menarik dan epic sekali untuk di tonton.
Kini pleton 3 sudah masuk ke dalam kamar mandi dan begitu dengan pleton yang lain setelah pleton 3 selesai mandi. Waktu yang tersisa hanya 10 menit untuk mereka memakai baju salinan yang sudah disiapkan oleh pelatih.
"Huft coba kalau gak ada lu Jak, pasti kita kena di hukum bersama untuk memutari lapangan." ucap Krisna yang menghela nafas.
"Iyah lah kalau aku gak kayak begitu pasti kita udah berakhir di lapangan dengan lari keliling lapangan sebanyak 10 kali, mati aku kalau kayak begitu mah." ucap Jaka sembari memakai kemejanya.
......Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke temen temen kalian, terima kasih.