
...Happy reading guys.🤗...
Setelah sumpah yang diucapkan oleh ketua pemberontak itu, para petinggi militer langsung mempersiapkan identitas baru ketua pemberontak itu agar memudahkan dia untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam tentang kasus penunggang gelap dalam negara mereka.
Untuk formalitas saja mereka memenjarakan ketua pemberontak serta anak buahnya agar publik tidak merasa curiga dengan siasat yang sedang dilakukan oleh para petinggi militer yang ada. Sekitar satu minggu telah berjalan dan kini saatnya untuk ketua pemberontak dan para anak buah terpercayanya untuk bebas dengan jaminan dari militer untuk membantu militer menemukan dalang dibalik kekacauan selama ini yang di alami oleh negara.
"Ini kartu identitas anda yang baru, namun sebelum itu kita harus ke ruang dokter terlebih dahulu untuk melakukan penanaman GPS di lengan anda untuk memudahkan kami melacak keberadaan anda dan kami akan bisa tau dengan apa yang telah terjadi kepada anda dan anak buah anda semuanya." ucap sipir penjaga penjara.
"Terima kasih pak, kami akan mengikuti prosedur apa pun untuk dapat menyukseskan misi kali ini." ucap ketua pemberontak itu dengan penuh percaya diri.
"Bagus, mulai sekarang kamu akan di kenal sebagai Raider Jeimi." ucap sipir itu sembari membukakan pintu penjara.
"Mengapa harus ada nama Raider?" tanya ketua pemberontak itu.
"Itu mengartikan bahwasanya kau adalah seorang pemimpin dalam misi kali ini dan Raider itu juga salah satu nama tim khusus kami dalam dunia militer, yaitu Marinir Raider tentara angkatan Darat. Dari situ semua anggota militer yang ada di negara ini akan menyadari kode tersebut karena hanya mereka yang mengetahui jati dirimu yang sebenarnya, sekarang kita bisa pergi ke ruang dokter?" tanya sipir itu.
"Dengan senang hati pak sipir." ucap ketua pemberontak yang kini mendapat nama baru sebagai Raider.
Mereka berjalan menyusuri lorong demi lorong dan mereka menjadi suatu daya tarik bagi para narapidana yang ada di sana. Semua napi sudah mengetahui tugas dari kelompok tersebut di keluarkan dari penjara secara khusus dan mereka tidak akan membocorkan rahasia itu karena mereka semua sudah mendapat vonis hukuman mati atau hukuman penjara hingga menemui ajalnya, jadi para napi tidak akan pernah bisa membocorkan rahasia ini. Mereka bersorak bersuara mendukung misi kali ini untuk menemui pelaku penunggang gelap dari negara mereka yang sebenarnya kaya dengan kekayaan alamnya namun masih saja menjadi negara yang berkembang dan bukan negara yang maju.
"Raider!!! Raider!!!" sorak soraya para napi mengiringi kepergian para kelompok Raider yang keluar menuju ruang dokter.
******
Setelah mereka sampai di ruang dokter mereka sudah ditunggu oleh beberapa tim medis yang sudah bersiap untuk menjalankan tugasnya dengan cepat tanpa hambatan sedikit pun.
"Tenang saja, GPS ini sudah teruji klinis dan terbukti tidak memiliki efek samping kepada tubuh manusia. Jadi kalian tenang saja yah." ucap dokter tersebut.
"Saya tidak akan pernah mati sebelum melihat pelaku itu tertangkap dan terbunuh sesuai dengan ramalan yang ada." ucap Raider dengan muka yang menahan emosi.
"Baiklah, tahan sedikit sakitnya yah." ucap dokter itu yang mulai menyayat bahu kanan Raider untuk menaruh sebuah chip GPS sesuai dengan yang di beritahu oleh sipir itu.
*****
__ADS_1
Setelah Raider dan anak buahnya selesai memasang GPS di tubuhnya masing masing. Mereka telah di tunggu oleh Jaka beserta Komandan Markovic di depan penjara untuk mengajak mereka ke tempat barber shop untuk mengubah penampilan mereka agar lebih memantapkan penyamaran mereka selama misi ini berlangsung saat ini.
"Selamat hari kebebasan kalian dan selamat menjalankan tugas kalian." ucap Jaka yang menyambut hangat kedatangan Raider.
"Terima kasih Jaka dan Komandan Markovic atas sambutan hangat kalian kepada kami berempat." ucap Raider.
"Loh hanya berempat saja?" tanya Jaka.
"Ya aku hanya membawa 3 anak buahku saja, agar tidak membuat kecurigaan publik dan untuk mengatur situasi penjara selama aku tidak ada di sana." ucap Raider dengan bijak.
"Epic banget rencana lu Raider." ucap Komandan Markovic sembari menyalami mereka berempat.
"Baiklah kita sekarang mau ke mana?" tanya Raider.
"Kita bakal ke barber shop untuk mengubah penampilan kalian dan kita akan ke toko pakaian biar outfit kalian lebih keren, kece badai." ucap Jaka dengan heboh.
"Buseh badai mah kaga kece kali haha." celetuk Raider.
Semua orang tertawa lepas dengan lelucon demi lelucon yang mereka lontarkan selama perjalanan menuju barber shop langganan Jaka dan Komandan Markovic.
"Jaka gimana kabar lu dan Komandan Markovic." ucap Raider.
"Kabar aku sih baik, sesuai dengan yang lu denger seminggu yang lalu aku udah diangkat menjadi letkol dan Komandan Markovic sedang dapat promosi menjadi brigjen." jawab Jaka dari pertanyaan Raider.
"Kabar lu sendiri gimana Der?" tanya Komandan Markovic.
"Ya begini lah, terlihat sehat sehat saja dan masih tetap sama dengan tekad untuk mencari bukti kejahatan dari pelaku tersebut. Ehh gw sebut nama aman gak di sini?" tanya Raider.
"Aman dong, ini kan tempat biasa gw sama Jaka cukur rambut." sahut Komandan Markovic.
"Ya bagus lah kalau begitu jadi gw gak ragu untuk sebut nama si Jagaraga sialan itu." ucap Raider dengan menghela nafas.
Selama ia dicukur rambutnya, Raider merasa gelagat yang mencurigakan dari salah satu pencukur anak buahnya. Saat selesai mencukur salah satu pencukur itu pamit ke belakang dengan alasan ingin ke kamar mandi.
__ADS_1
"Bayarnya sama temen saya saja yah, saya mau ke kamar mandi dulu udah kebelet ini." ucap pencukur itu.
"Owh iya mas silahkan." jawab Jaka.
Jaka hanya memberikan kode kepada Raider untuk menyuruh anak buahnya mengikuti tukang cukur itu ke kamar mandi karena takut dia menjadi salah satu serigala berbulu domba yang ingin membocorkan rahasia ini.
"Sut." ucap Raider sembari matanya melirik ke arah tukang cukur itu tadi pergi.
Anak buahnya itu mengerti dengan perintah yang diterimanya dan langsung mengikuti tukang cukur itu dengan diam diam agar tidak ketahuan. Dan benar saja kecurigaan Jaka dan yang lainnya bahwa tukang cukur itu akan membocorkan informasi penting ini kepada orang yang tidak di kenal.
"Ayo dong angkat bos." ucap tukang cukur itu dari dalam kamar mandi.
"Sialan juga nih tukang cukur mau bocorin misi ini ke orang lain." ucap anak buah Raider yang langsung mendobrak pintu kamar mandi.
Suara dobrakan pintu yang begitu keras terdengar hingga ke depan, membuat Jaka dan yang lainnya langsung bergegas menuju kamar mandi untuk melihat apa yang tengah terjadi.
"Ada apa ini?!" tanya Raider.
"Kecurigaan kita benar bahwa orang ini akan membocorkan misi kita ke orang lain." ucap anak buah Raider.
"Kurang ajar!" ucap Jaka yang hendak memukul tukang cukur rambut itu.
"Tahan jak. Ini peringatan terakhir kepada tukang cukur yang lain yang bekerja di sini agar tidak membocorkan rahasia ini kepada siapa pun, baik istri ataupun keluarga. Kalau tidak mau kalian dipenjara di tempat terpencil dalam jangka waktu yang tidak dapat di pastikan." ucap Raider kepada 3 tukang cukur rambut yang tersisa.
"Baik Pak, kami paham dengan tugas kami. Rahasia akan aman hingga kami mati sekali pun." sahut para tukang cukur rambut ini.
Setelah mendapat salah satu mata mata, Jaka langsung membawanya ke markas militer terdekat dari tempat barber shop untuk menaruh mata mata ini.
......Bersambung.......
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.
Sedikit spil foto Raider setelah dia pakai outfit yang kece abis😁
__ADS_1