Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 26


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Jaka bersemedi kembali di dalam gua selama beberapa jam untuk meredam emosinya yang sudah keluar sangat banyak sekali, hingga membuat dirinya berubah menjadi seorang yang berdarah dingin untuk membunuh manusia lainnya.


Setelah kondisi mental dan batin Jaka mulai stabil ia memutuskan untuk membuka matanya kembali.


"Semua ini sudah menjadi jalan takdir yang maha kuasa, aku tidak dapat berbuat apapun jika Ia sudah berkehendak maka aku hanya bisa menerimanya saja." ucap Jaka sembari menghirup nafas panjang untuk menambah ketenangan hatinya.


Kini ia keluar gua untuk melihat Ki Ageng Reksa dan anak buahnya serta adik keduanya yang ia perintahkan untuk mengubur semua jasad saudara mereka yang mati dalam menjalankan perintahnya.


"Aku terlalu lama yah bersemedi?" tanya Jaka dengan muka senang agar suasana tidak bersedih kembali.


"Kakak sudah selesai semedinya?" sahut adik kedua.


"Iyah dong, kan kita mau nyari ikan buat kita bikin jadi ikan bakar, yuk semuanya kita nyari ikan bareng bareng di sungai terdekat." ucap Jaka yang mengajak semua orang yang sedang termenung.


Semua hanya diam tak menjawab ajakan dari Jaka, hingga Jaka memutuskan untuk dirinya pergi sendirian mencari ikan untuk ia bagikan kepada teman temannya dan juga Ki Ageng Reksa.


"Baiklah kalau begitu biar aku saja yang mencari ikan untuk kita makan malam bersama." ucap Jaka sembari meninggalkan kawanannya.


"Tapi raja, kau harus selalu dalam lindungan aku, jangan terlalu pergi jauh dari sini agar kita bisa saling menjaga." ucap Ki Ageng Reksa yang membuat Jaka terhenti.


"Aku tahu itu, makanya itu aku mengajak kalian semua untuk mencari ikan di sungai, dengan cara itu kita akan melatih kekompakan kita dalam menjadi suatu keluarga silat harimau. Bagaimana kalian setuju atau tidak? aku tidak akan memaksakan kehendak kalian kok tenang saja semua ada di tangan kalian." ucap Jaka sembari berjalan menghampiri semua orang.


"Aku selalu menyetujui permintaan darimu raja." ucap Ki Ageng Reksa yang langsung berdiri di samping Jaka.


Berbeda dengan yang lain, mereka masih terus merenung untuk memikirkan apa yang akan mereka lakukan ketika mereka tidak bersama kembali.

__ADS_1


"Baiklah kami ikut denganmu menjadi satu keluarga yang utuh tanpa ada perpecahan antara satu kubu dengan kubu yang lainnya." jawab adik kedua yang mewakili perasaan seluruh anak buah Ki Ageng Reksa.


Jaka hanya bisa tersenyum dengan kesetiaan mereka semua kepada dirinya yang membuat dirinya meneteskan air mata kebahagian.


"Kamu kenapa nak raja?" tanya Ki Ageng Reksa.


"Tidak apa apa ki, aku hanya terharu dengan kesetiaan kalian semua, aku berniat setelah ini untuk mendirikan padepokan silat harimau sendiri bersama dengan kalian semua dengan ketua perguruan Ki Ageng Reksa." ucap Jaka yang membuat semua orang terkejut.


"Tidak, aku tidak pantas untuk posisi itu raja." tolak Ki Ageng Reksa dengan ramah.


"Tidak masalah, Ki Ageng Reksa adalah teman dari guruku maka anda berhak mendapatkan perilaku spesial dari aku sebagai anak murid dari temanmu, anggap aku sebagai muridmu juga guru." ucap Jaka sembari berlutut dihadapan Ki Ageng Reksa.


Melihat Jaka yang berlutut dihadapan Ki Ageng Reksa membuat semuanya ikut berlutut pula dan mengucapkan janji sumpah setia sebagai satu keluarga.


"Kami pendekar silat harimau, bersumpah untuk menjadi satu keluarga yang saling melindungi serta selalu ada dalam suka maupun duka. Kami bersumpah akan menjaga nama perguruan baru kami dengan jiwa dan raga kami dengan bimbingan Ki Ageng Reksa." ucap Jaka dengan di ikuti semua anak buah Ki Ageng Reksa.


"Tidak aki, ini adalah suatu kehormatan bagiku yang bisa belajar ilmu bela diri lagi dari teman guruku, aku mohon terima posisi barumu ini ki, aku akan menjadi wakilmu agar aki tidak merasa keberatan." ucap Jaka sembari berdiri dari berlututnya.


"Baiklah aku akan menerima posisi ini tapi dengan syarat nama padepokan ini kelak akan di kenal sebagai padepokan silat harimau Jaka Lumayun." ucap Ki Ageng Reksa sembari menerima kehormatan yang diberikan kepadanya.


"Aku tidak perduli orang lain nanti akan mengenal perguruan kita sebagai perguruan silat harimau Jaka Lumayun atau perguruan silat harimau Ki Ageng Reksa yang penting kita adalah satu keluarga dengan aki yang menjadi ayah kami semua." ucap Jaka dengan mengajak semuanya berpelukan.


Kini lengkap sudah keluarga silat harimau aliran ilmu putih berkumpul bersama dibawah kepemimpinan Ki Ageng Reksa dengan rajanya Jaka Lumayun. Setelah selesai Jaka kembali mengajak semuanya untuk mencari ikan di sungai.


"Jadi kita nyari ikan gak di sungai?" tanya Jaka.


"Hayo ka aku juga sudah lapar sebenarnya hihi." ucap Komandan Markovic yang sekaligus adik keduanya.

__ADS_1


"Yaudah hayu gaskuy kita bagi bagi tugas, ada yang mencari ikan ada yang mencari kayu bakar bagaimana setuju?" tanya Jaka.


"Setuju!!" sahut semua orang secara bersamaan.


Akhirnya semua orang pergi ke sungai secara berbondong bondong untuk menangkap ikan tanpa alat bantu apapun karena mereka bisa menangkap ikan langsung menggunakan cakar mereka.


Kini semua orang membagi bagian menjadi 2 dengan jumlah yang sama untuk menjalankan tugas mereka masing masing.


"Ki Jagabaya saat seperti ini sama dengan kita dahulu bersama dengan guru besar kita, kini peristiwa itu kembali terulang kejayaan silat harimau akan kembali datang dengan dibawah kepemimpinan Jaka Lumayun anak angkatmu." gumam Ki Ageng Reksa sembari berjalan ke sungai.


Semua orang menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, disisi Jaka dan yang lain asik asikan mencari ikan yang sulit untuk mereka dapatkan karena ikan yang sangat gesit untuk di tangkap.


"Argh susah amat sih ka nangkep ikan di sini." ucap adik kedua.


"Hahaha memang seperti itu, kakak dulu mau nangkep ikan di sini aja perlu waktu lama jadi sabar saja ya, anggap saja ini ujian kita melatih kesabaran dalam menghadapi sesuatu." ucap Jaka dengan sembari tangannya masuk ke dalam air untuk mencari ikan.


"Nah kalau kita sabar pasti kita dapat ikannya, kakak aja dapet makanya kamu jangan ngeluh mulu, rasakan pergerakan mereka ikuti pergerakan mereka dan tangkap ikannya saat dia berada di wilayah kita." ucap Jaka sembari mengangkat ikan yang berhasil ia dapatkan.


"Ih kenapa kakak sih yang dapet duluan, liat aja aku akan dapat lebih banyak, bagaimana kalau kita bikin kompetisi aja?" usul Komandan Markovic.


"Boleh tuh, kita nangkep ikan yang banyak dan siapa yang terbanyak menangkap ikan dia gak perlu ikut bakar ikan dan dia cukup makan saja langsung, bagaimana?" tanya Jaka.


"Setuju raja!" sahut semua orang dengan semangat.


......Bersambung.......


Jangan lupa dukung selalu novel ini dengan cara like, komen and share ke temen temen kalian, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2