Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 25


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Setelah tandu yang di buat Jaka telah siap, ia langsung mendorong tubuh beruang sahabatnya untuk naik ke tandu yang ia bikin.


"Raja biar anak buah saya yang mengangkat beruang ini." ucap Ki Ageng Reksa.


"Tidak ki, ini adalah sahabatku dia adalah tanggung jawab bagiku, jadi kalian hanya perlu mengawal saya sampai ke dalam gua." ucap Jaka dengan bijaksana.


"Baiklah kalau itu kemauan dari raja." ucap Ki Ageng Reksa dengan pasrah.


Jaka membawa tandu itu dengan menyeretnya dengan tali yang di ikat ke pundaknya.


Perjalanan yang cukup lama membuat Jaka hampir kelelahan, akan tetapi ketika ia telah sampai di dalam gua ia langsung merasa segar bugar, seakan akan dia mendapatkan kembali tenaganya yang telah terkuras akibat membawa beruang sahabatnya ke dalam gua.


"Kalian semua berjaga di dalam gua ini dan tinggalkan dua orang di depan gua selama aku pergi mencari tanaman obat." perintah Jaka kepada seluruh anggota silat harimau aliran Ki Ageng Reksa.


"Baik raja." ucap anak buah Ki Ageng Reksa yang langsung memisahkan dua orang dari kelompoknya untuk berjaga di depan.


Jaka langsung mencari tanaman obat yang dengan dia cari saat mengobati induk beruang sahabatnya. Namun kini tanaman obat itu mulai sulit di temukan oleh Jaka yang mengakibat dirinya harus lama mencari beberapa tanaman pelengkap obat herbalnya.


Sekitar 1 jam setengah ia mencari pada akhirnya ia mendapatkan tanaman pelengkap obatnya yang terakhir dan langsung pergi ke dalam gua lagi.


Pada saat ia berjalan ke arah gua, ia terkejut bahwasanya terdengar suara tembakan yang bertubu tubu.


"Sial siapa yang mengeluarkan tembakannya?!" ucap Jaka yang menatap langit dengan burung burung yang berterbangan entah kemana karena ketakutan.


"Aku harus segera ke sana untuk menyelamatkan saudara saudaraku dan sahhabatku." ucap Jaka yang langsung bergerak sangat cepat.


Sesampainya di depan gua ia melihat beberapa pemburu ilegal yang sedang menguliti bangkai dari saudaranya yang tengah berjaga di luar gua.


"Hey!! kalian! sedang berbuat apa dengan saudaraku?!" ucap Jaka yang langsung menghempaskan tiga orang pemburu.


"Sialan kalian! berani sekali membunuh saudaraku!!! terimalah ajal kalian sekarang!!" ucap Jaka yang matanya menatap tajam ke arah tiga pemburu itu.


"Ma-manusia harimau!!" ucap ketiga pemburu itu yang langsung menembaki Jaka.

__ADS_1


Karena kini Jaka adalah raja harimau legendaris maka peluru biasa yang dia tembakan tidak membuatnya terluka, justru dia malah menangkap peluru yang mengarah ke matanya dan melemparkannya kembali ke yang punya.


"Selamat membusuk di neraka!" ucap Jaka yang langsung mengigit leher pemburu dan mencopotnya hingga keluar dari badannya.


Dari dalam gua masih terdengar suara auman harimau dan beruang, serta suara tembakan yang masih begitu terdengar jelas.


"Ternyata masih ada yang tersisa." ucap Jaka yang langsung berlari masuk ke dalam gua.


Di dalam gua hanya terdapat 2 orang pemburu yang sedang memenggal kepala beruang sahabatnya dengan santai.


Semua sahabatnya telah di lumpuhkan dengan tembakan obat bius yang di tembakan oleh pemburu itu.


"Sebaiknya aku harus berubah menjadi manusia." gumam Jaka dalam hatinya.


"Anda sedang melakukan apa?" ucap Jaka dengan menepuk bahu pemburu.


"Haa ini aku sedang memotong beruang." ucap pemburu itu dengan menunjukkan kepala beruang sahabatnya Jaka.


"Owh kalian sedang berburu yah, oke aku tinggal lagi yah." ucap Jaka dengan menahan emosinya.


Belum sempat terdengar suara langkah Jaka namun kedua pemburu itu sudah tewas dengan badan yang terbelah menjadi dua.


"Maaf aku, aku telat untuk menyelamatkan kamu, namun aku telah membalaskan dendam yang kamu punya kepada para pemburu ini." ucap Jaka dengan menahan air matanya jatuh ke pipi.


"Sebaiknya aku harus mengambil air di sungai agar mereka segera sadar dari pingsannya." ucap Jaka di dalam hatinya.


Jaka membawa botol minumnya ke sungai dan mengisinya hingga penuh. Setelah penuh ia kembali ke dalam gua dan menyiramkan air kepada semua orang yang sedang pingsan akibat ulah para pemburu.


"Woi ayo bangun, kalian bagaimana?! aku suruh berjaga di sini tapi kalian malah pingsan! ada 3 korban tewas termasuk sahabatku si beruang manis!" ucap Jaka dengan nada tinggi.


"Mohon maaf raja, namun aku tidak berdaya saat para pemburu itu yang langsung menembaki kami semua dengan peluru bius." ucap Ki Ageng Reksa.


"Tenang saja aku telah mengetahui itu, mending kita kuburkan jasad saudara kita dengan selayaknya pemakaman seorang pahlawan yang berjasa." ucapku dengan duduk bersila.


"Apa?! Siapa yang dapat membunuh para pemburu ini dengan sangat sadis seperti ini?" tanya Ki Ageng Reksa yang melihat jasad para pemburu yang tidak karuan lagi bentuknya.

__ADS_1


"Kau pikir ini ulah siapa yang dapat melakukan semua ini?" ucap Jaka dengan santai dan kembali bersemedi agar menenangkan hatinya.


"Terima kasih raja kamu telah membalaskan dendam kami atas kematian saudara kami." ucap anak buah Ki Ageng Reksa.


"Ya, segeralah kalian menguburkan korban dari pihak kita." ucap Jaka dengan memejamkan matanya.


"Bagaimana dengan jasad para pemburu ini raja?" tanya Ki Ageng Reksa.


"Buang mereka semua ke sarang serigala agar menjadi santapan para serigala yang kelaparan." ucap Jaka yang sudah memulai semedinya.


"Ayo semua kita kerjakan apa yang diperintahkan raja." ucap Ki Ageng Reksa yang menyuruh semua anak buahnya.


"Ayo aki, kita bagi tugas saja, beberapa dari kita pergi ke sarang serigala dan memberi mereka semua makan dengan daging para pemburu yang telah tewas di tangan raja." usul anak buahnya.


"Bagus usulanmu segera laksanakan." ucap Ki Ageng Reksa yang menyetujui usulan dari anak buahnya.


Semua orang langsung mengerjakan tugas mereka masing masing. Yang bertugas mengantarkan makanan ke sarang serigala juga telah bergerak.


Di perjalanan menuju sarang serigala para anak buah Ki Ageng Reksa membicarakan keganasan Jaka Lumayun saat membunuh para musuhnya.


"Tidak aku sangka kalau raja bisa berbuat begitu kejam kepada musuhnya, demi membalaskan dendam anak buahnya, aku bangga mempunyai raja sepertinya bahkan ia lebih kejam dari pada Ki Ageng Reksa saat membunuh musuhnya." ucap anak buah Ki Ageng Reksa sembari berjalan.


"Benar, Ki Ageng Reksa hanya akan membunuh musuhnya akan tetapi Raja Jaka sampai membuat jasad mereka tidak karuan seperti yang kita bawa saat ini. Benar benar mengerikan sekali." ucap temannya.


Setelah obrolan singkat itu kini mereka semua telah sampai di sarang serigala dan meminta izin kepada penjaga yang menjaga sarang serigala.


"Permisi kami membawakan makanan untuk kalian semua." ucap anak buah Ki Ageng Reksa.


"Dari siapa?!" tanya penjaga sarang serigala.


"Ini makanan dari Raja Jaka Lumayun yang telah membunuh para pemburu yang membunuh teman kami." ucap anak buah Ki Ageng Reksa.


"Baiklah tinggalkan di situ saja dan kalian boleh pergi." ucap pengawal sarang serigala.


"Terima kasih." ucap anak buah Ki Ageng Reksa yang meninggalkan mayat para pemburu di depan sarang serigala.

__ADS_1


......Bersambung.......


Selalu dukung novel ini dengan cara like, komen and share ke teman teman kalian yah, terima kasih.


__ADS_2